My Smart Baby Boy

My Smart Baby Boy
Keterlibatan Arga


__ADS_3

Reno melintasi jalanan, dengan mengamati gambar serta alamat yang diberikan oleh sekretarisnya. Sementara Anita tetap berdiri di luar rumah, hingga Maira menghampiri dan merangkul. "Tidak akan ada yang bisa melukainya," kata Maira.


Anita menoleh dan tersenyum, walau itu bukan senyum dari lubuk hati yang masih saja dirundung kekhawatiran. Mungkin benar jika tak akan ada yang bisa melukai Reno, tapi hatinya tak bisa untuk bekerja sama dengan pemikiran sekarang ini. Bodyguard pasti menjaganya dengan baik, tak akan membiarkan ia tergores walau hanya sedikit.


"Kamu sangat mencintainya?" tanya Maira menggoda.


"Iya," senyum Anita seraya mengangguk.


"Aku tidak mengenal dengan baik putraku, selain dia orang yang kasar dan emosian." Maira menaikkan kedua alis dan mengukir senyum, dibalas senyum Anita.


"Tapi dia termasuk orang yang ketika jatuh cinta, maka akan sangat mencintai. Mungkin dia tidak akan mencintai seperti orang kebanyakan, tapi kami akan merasa jadi wanita satu-satunya nanti. Dia memiliki cara luar biasa untuk mencintai dan melindungi orang yang dicintai," susul Maira.


Anita hanya tersenyum, sepertinya ia juga meyakini hal itu. Meski tak tahu banyak tentang sosok lelaki yang memang tak pernah berkata lembut, kecuali memang ingin. Tak ada yang bisa memaksa Reno untuk menjadi seperti apa, bahkan keadaan sekalipun. Ia akan bersikap seperti apa dirinya, tanpa peduli ada yang suka atau tidak.


Ya, tapi itulah yang membuat Anita menyukai lelaki pernah ia cari tahu dulu. Walau tak dipungkiri ada ketakutan dalam diri, ketika banyak mendengar tentang seperti apa watak dari pebisnis berkuasa itu.


Tapi nyatanya, apa di dengar tak sepenuhnya benar, karena Reno memiliki kemanisan serta kehangatan tersembunyi bersama sikap manja juga lucu di balik kekejamannya.


Masuk ke dalam bersama wanita yang memperlakukan dirinya seperti anak sendiri, Anita meminta pada Tuhan dalam hati untuk membawa Reno kembali tanpa sedikitpun luka. Baru juga ia duduk, panggilan dari seseorang yang ia pikirkan masuk.


"Kamu sudah sampai?" seketika Anita menjawab, tanpa menunggu dering ponsel berulang.


"Belum, berikan ponselnya pada Arga. Ada yang ingin aku tanyakan tentang pekerjaan," sahut Reno.


"Sebentar," jawab Anita sedikit kecewa.


Ia mencari putranya, memberikan ponsel dan mengatakan jika papanya menghubungi. Bocah tengah menikmati acara TV dengan makan camilan itu, segera meraih ponsel. "Kenapa?" tanya Arga.

__ADS_1


"Menjauh dari mamamu sekarang," kata Reno.


Arga melirik mamanya, berpura-pura suara tak jelas dan berjalan keluar dari rumah untuk berbicara dengan lelaki di ujung panggilan. "Sudah," kata Arga tiba di halaman rumah.


"Kamu mengetahui sesuatu? katakan jujur, apa kamu membantu Lisa semalam?" cecar Reno.


"Ya, aku membantunya untuk menemukan alamat orang itu. Aku sudah bilang kalau mengetahui lebih banyak dari pada yang papa tahu, kenapa coba merahasiakan dariku?" jawab Arga.


"Papa melakukan semua untuk melindungimu, papa tidak ingin kamu terluka." Reno menjelaskan.


"Papa terluka?" tanya Arga.


"Sangat! papa sangat terluka melihat foto-foto itu," jujur lelaki masih dalam perjalanan.


"Papa terluka, dan papa bersikap seperti baik-baik saja demi mama. Aku juga terluka, tapi aku juga bisa bersikap baik-baik saja. Kita sudah berjanji untuk melindungi mama, meski cara kita berbeda. Jadi, aku mohon jangan pernah sembunyikan apa-apa lagi," tulus Arga.


Arah mengetahui semuanya, dia memasang sebuah alat kecil yang ia buat sendiri pada tas Lisa tanpa sepengetahuan. Dari sana ia bisa mendengarkan banyak hal, tentang apa yang terjadi dan langsung bertindak mencari tahu.


Laptop memang diambil oleh pengawal, tapi dia memiliki satu laptop lain di kamar mamanya, laptop yang juga sering ia gunakan. Dia menyembunyikan sebuah laptop di bawah tempat tidur, berjaga-jaga jika ada hal paling buruk terjadi akan keahliannya sendiri.


Bukan tak mungkin, jika akan ada penyusup lagi yang mengambil laptopnya seperti dulu ketika di kontrakan, dan jelas itu bukan pencuri yang akan menjadikannya uang. Tapi rival dari Arga yang berhasil ditangkap oleh Rian, karena saat kejadian, ketiganya batu kembali makan di luar.


Mengirimkan pada anak buah Reno untuk melanjutkan semalam, hingga alamat tinggal berhasil dilacak dan dikabarkan pada Reno hari ini. Arga tak bisa melanjutkan, karena orang suruhan Maira tiba-tiba muncul dan membawanya pergi.


Reno sendiri mengetahui keterlibatan Arga dari Lisa, ia pun terkejut. Karena anak yang ingin dilindungi, justru mengambil peran dalam pelacakan kali ini. Air mata yang terurai baru saja, adalah air mata bangga terhadap anak yang entah dulu diharapkan atau tidak olehnya. Tapi yang jelas, sekarang Reno tak henti berterima kasih pada Tuhan akan kehadiran Arga dalam hidupnya.


...----------------...

__ADS_1


Beberapa jam melintasi perjalanan karena lokasi berada di luar kota, Reno sudah sampai pada sebuah kamar hotel di mana Lisa telah mengatur semuanya. Beberapa orang bayaran pun, telah ada dalam kamar tersebut, menyusun rencana seperti apa diinginkan oleh Reno.


Terdiri dari beberapa laki-laki, Reno mengatur rencana dengan sebaik mungkin, tanpa ada sebuah kecurigaan dari orang yang sudah melakukan tak seharusnya pada Anita. Tanpa lupa mengabari calon istri yang masih melepas rindu bersama kedua orang tuanya lebih dulu, Reno duduk nyaman sembari menikmati segelas wine.


"Kau sudah mengatur seperti apa yang aku minta?" tanya Reno pada sekretarisnya.


"Sudah, Tuan. Mereka sudah bergerak, dan sebentar lagi mungkin akan tiba. Ada yang lain, Tuan?" sahut Lisa.


"Rahasiakan dari Anita," kata Reno lalu meneguk minumannya.


"Baik, Tuan. Tapi ...," menggantung perkataan Lisa. Reno melirik ke arahnya, mengangkat satu alis kiri.


"Nona Diandra menghubungi saya pagi ini dan ingin membuat janji dengan Anda, Tuan. Saya belum mengiyakan," sambung Lisa.


"Ya, dia sudah menghubungiku. Urus saja dia, aku tidak ingin tahu apa pun. Jangan sampai kedatangannya menghancurkan hubunganku dengan Anita," jawab Reno.


"Baik, Tuan. Saya permisi," sahut Lisa dibalas anggukan kepala.


Diandra—perempuan sama yang dulu pernah diperjuangkan oleh Reno, namun justru berkhianat padanya. Sudah menghubungi berulang kali, namun panggilan di tolak dan pesan pun di hapus tanpa.pernah ia buka lebih dulu.


Lisa menjadi jalan untuk Diandra bisa bertemu kembali dengan Reno, membuat janji namun tak disepakati lebih dulu, sebelum ada izin diberikan oleh Tuannya. Walau sekretaris, ia tak langsung mengatur semua jadwal diluar pekerjaan tanpa izin diberikan.


Tidak tahu apa tujuannya untuk datang, setelah beberapa bulan lalu melakukan hal sama, dengan penolakan yang sama pula. Reno tak pernah ingin menemui, tapi Diandra tak henti berusaha untuk bisa sekedar menatap wajah lelaki pernah dibuatnya murka dan berkelahi dengan sahabat sendiri.


Jangan lupa like, komentar dan vote kalau mau.


Nama orang tua Anita saya ubah ya, karena saya suka bingung dan tertukar nama karena hampir sama. Maklum langsung ngetik aja itu namanya😂

__ADS_1


__ADS_2