My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 9


__ADS_3

"kau tenang saja Sandra, aku akan meminta langsung kepada ayahmu"


- Dreanda


______________________________________________


"kamu?"


Pria itu tercengang ketika melihat siapa yang berada di depannya. Dia tidak menyangka jika sosok itu ada di sini, menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


Paman


Aku Dreanda


Pemuda yang menjadi teman Sandra


Ujar pemuda itu yang terlihat melayang di udara, sambil berputar putar menebarkan aroma bunga melati. Mendengar hal itu, pak Hamid bangkit dari duduknya dan mulai menatap Dreanda dengan raut wajah penasaran.


"kamu, yang kemarin itu kan"


Pria itu menunjuk Dreanda, seakan mengingat jika dia pernah mengusir pemuda itu ketika hampir saja menyentuh putrinya.


Yaa benar


Tapi Sekarang kami teman


Pemuda itu kembali berkata sambil duduk di atas mobil dengan gaya yang begitu mempesona. Pak Hamid sadar jika sosok di depannya bukanlah makhluk biasa seperti yang mengganggunya tadi. Terlihat dari wujudnya yang begitu berbeda.


"kenapa kamu mendekati putriku"

__ADS_1


Tanya pak Hamid setelah berhasil menormalkan suasana. Dia terlihat membersihkan celananya yang kotor akibat debu jalanan.


Dreanda kembali melayang di depan pak Hamid, wajah pucat itu mencerminkan kebingungan. Tidak hanya Sandra, gadis kesukaannya saja yang bertanya hal itu, tapi juga ayahnya menanyakan hal yang sama.


Entahlah


Seperti merasakan sesuatu yang berbeda


Tapi tidak tau itu apa


Dreanda berhenti melayang, dia terlihat mulai menapaki kakinya ke jalanan. Begitu tapak itu tersentuh di tanah, terlihat sudah wujud kesempurnaan yang begitu luar biasa dari Dreanda. Pemuda tinggi dengan ketampanan yang begitu mempesona. Dia sungguh terlihat seperti seorang manusia.


"kamu begitu berbeda. Sepertinya kamu bukan dari golongan mereka"


Ternyata pak Hamid menyadari semua kesempurnaan Dreanda.


Mungkin saja


Dreanda berjalan ke arah mobil tua itu kemudian melihat-lihat isi di dalamnya. Begitu banyak barang yang dibawa pulang oleh pak Hamid, tapi semua itu bukan barang pelanggan. Melainkan belanjaan untuk istri dan putrinya.


"wujudmu juga berbeda, terlihat begitu padat dan rapat. Tidak terlihat ada asap sedikitpun. Seperti manusia, hanya saja kamu bisa melayang"


Perkataan pak Hamid membuat Dreanda menoleh. Dia kembali melayang seperti sebelumnya. Wangi bunga melati langsung tercium disertai aroma bunga mawar yang datang tiba-tiba.


Menurut paman aku ini apa?


"apa mungkin kamu sejenis ruh dari tubuh yang sedang tertidur? Tapi jika benar, dimana tubuhmu?"


Pria itu bersuara sambil memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Aku tidak tau. Tapi aku ingin mengatakan sesuatu paman. Izinkan aku berteman dengan putrimu, kami ini terikat


Penuturan pemuda itu membuat pak Hamid terkejut, baru kali ini dia menemukan sosok yang begitu ingin berteman dengan manusia. Di lihatnya Dreanda yang sedang terdiam sambil tetap melayang diudara. Wajah pucat itu mencerminkan keseriusan, tidak ada gurauan atau candaan. Semuanya tampak meyakinkan.


"baiklah, aku pikir kamu baik. Jika memang dengan putriku nanti kamu bisa kembali menemukan jati diri, ya kenapa tidak"


Dreanda begitu senang ketika mendengar penuturan ayah dari gadis kesukaannya itu. Betapa bahagia ketika kita diberi kepercayaan untuk bisa berteman dengan orang yang kita idamkan, apalagi yang memberinya adalah ayah dari orang itu. Sungguh luar biasa bukan, itulah yang dirasakan Dreanda.


Terima kasih paman


Aku bahagia


Ujar Dreanda yang berdiri di depan pak Hamid. Pria itu tersenyum mendengar ucapan dari anak muda di depannya.


Pandangan Dreanda beralih menatap mobil di belakang pak Hamid. Tidak menunggu waktu lama, dia kembali melayang dan masuk ke dalam mobil. Pak Hamid merasa heran dengan apa yang akan dilakukan Dre, namun kemudian dia mengerti, ketika tiba-tiba saja mobil tua itu hidup dengan sendirinya dan siap untuk dikendarai lagi.


"terima kasih anak muda"


-


-


-


-


-


Gimana?? Dre keren kan?? langsung ditemui ayahnya Sandra 😍😍😍

__ADS_1


Dukung terus authornya ya, agar lebih semangat lagi dalam menulis...


__ADS_2