My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 26


__ADS_3

Sandra membawa bungkusan itu ke atas tempat tidur, dia mulai membuka isi di dalamnya, terlihat ada beberapa buku novel yang masih begitu baru karena Sandra lupa membaca setelah sempat membelinya beberapa waktu lalu.


Gadis itu terus melihat-lihat novel kesukaannya, dari beberapa novel, ada satu yang begitu mencuri perhatiannya. Covernya yang sedikit misterius dan sinopsis yang begitu menarik. Penjelasan mengenai cerita di dalamnya membuat Sandra benar-benar terjebak ingin membacanya.


"Sweet dreams or nightmares"


"Heumm menarik"


Ujar Sandra membaca judul buku tersebut. Dia mulai membuka lembaran pertama Novel, kemudian membacanya dengan mimik wajah yang tidak dapat dilukiskan. Berkali-kali Sandra membalikkan kertas berwarna krem itu satu persatu. Dia cukup penasaran dengan alur cerita yang digambarkan oleh penulis.


Sampai pada suatu titik mata Sandra terpaku di sana. Kalimat yang sedikit menggambar bagaimana pemikiran toko dalam kisah tersebut. Mereka yang selalu dituntut untuk bahagia dengan segala hal. Mereka yang terpaksa harus menjalani Mimpi-mimpi yang tidak diinginkan.


Sungguh ironis ketika banyak orang mengatakan jika semua mimpi-mimpi akan terwujud, mereka mengekspresikan dengan raut wajah bahagia. Namun apalah daya, seakan mereka lupa akan adanya mimpi buruk.


"kak Sandraaa"


Belum sempat Sandra menghapus air matanya, Adel sudah berdiri di pintu kamar dengan wajah keheranan. Dia lupa jika malam ini Adel akan menginap di rumahnya. Anak dari pamannya itu akan mengikuti lomba pramuka , jadi dia tinggal disini sementara agar mempermudah latihannya.


"kenapa?"


"hehehehe, bukan apa-apa"


"putus cinta ya?"


Anak laki-laki itu terlihat menebak.


"enak aja, jangan asal ngomong!"


"Heumm aku curiga. Tapi tak apa karena aku mau tidur saja"


Ujar anak laki-laki itu sebelum menutup pintu.


"eh tadi ke sini mau apa?"


"oyaaa hampir lupa"


Anak itu kembali masuk dan langsung duduk di kursi. Sandra terus memperhatikan apa yang akan dilakukan Adel berikutnya. Terlihat tangannya sedang berusaha mengambil sesuatu dari kantong celana.

__ADS_1


"nihh"


Adel mengulurkan tangannya yang penuh dengan permen coklat. Mata Sandra berbinar ketika melihat permen kecil itu diberikan untuknya. Bagaimana tidak, itu adalah permen kesukaannya. Namun Karena sulitnya didapatkan di daerah ini, makanya Sandra merasa sangat beruntung ketika memilikinya.


"untukku?"


Tanya Sandra tidak percaya.


"iyaa, aku membelikannya saat pergi ke sini"


Ujar Adel sambil tersenyum.


"makasih Adel"


"oke"


Jawab anak itu sambil mengacungkan jempolnya.


Langsung saja Sandra memakan permen coklat itu. Begitu tersentuh lidah, terasa permen itu begitu manis dan semakin terasa ketika lelehan coklat di dalamnya mulai keluar. Andai saja dia tahu Adel akan membawakan permen ini untuknya, tentu saja dia akan memesankan lebih banyak lagi.


Sandra tidak begitu peduli dengan kelakuan Adel, bisa saja dia sedang tergoda dengan bacaan romantis di buku novel. Siapapun juga akan ikut merasakan keromantisan jika membaca sebuah buku menyangkut tentang cinta. Bahkan yang lebih parah lagi, sebagian dari pembaca juga akan mengharapkan kisah-kisah di buku untuk dibawa ke dunia nyatanya.


"hahahaha"


Tawa Adel menggelegar dalam kamar Sandra. Pemilik kamar tentu merasa heran dengan kelakuan tamunya. Dia mulai berjalan ke arah pemilik tawa dan melihat apa yang membuat anak laki-laki itu menutup mulutnya.


"ada apa sih?"


"heheh, bukan-bukan"


"baca apa kamu Del?"


"ehh gak ada"


Adel menyanggah jika dia tidak sedang melakukan apa-apa. Namun karena Sandra terus ngotot untuk dikasih tahu, akhirnya Adel menyerah dan mengatakan apa yang membuatnya tertawa tadi.


"haha, bayangkan seorang pemuda memakai baju tidur ibunya"

__ADS_1


"Hahaha, emang ada?"


Alhasil Sandra juga tertawa, bukan karena pemuda pemakai baju tidur, tapi cara bicara Adel yang terdengar lucu.


"laki-laki dingin yang lucu, Oya dia juga menyukai parfum wanita"


Jelas Adel kembali.


"aku rasa mungkin dia terkena sindrom feminim"


Ujar Sandra sambil mengunyah permen tadi.


"disini dikatakan parfum........"


Sandra menunggu perkataan Adel selanjutnya, tapi anak laki-laki itu tidak melanjutkan lagi penjelasannya tadi. Sepertinya dia kebingungan dengan apa yang sedang dibacanya.


"aku tidak tau cara bacanya, tapi di sini si pria menyukai parfum dengan aroma yang sama setiap hari, aroma yang sedikit mengandung melati"


Deegg


Aroma melati?


-


-


-


-


Tinggalkan kesan manisnya ya.


Dukung terus karya ini ya.


Bantu like, vote dan rate 5 nya....


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2