My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 35


__ADS_3

Rasa panas telah memenuhi rongga dada sejak tadi. Udara yang kotor juga suasana yang sunyi menambah kekejaman apa yang sedang terjadi di tempat ini. Seorang gadis muda terseret-seret secara paksa, kakinya terus saja melangkah maju memasuki tempat yang belum pernah terjamah oleh dirinya.


Suara-suara aneh terus saja terdengar dari ruangan yang berada di depan. Ruang bekas perpustakaan lama itu mulai terbuka sedikit demi sedikit, menampilkan apa yang ada di dalam sana. Gelap? Ya tentu saja, karena memang tempat ini di rancang khusus tanpa penerang.


"to-tolong". Ujar gadis itu sambil memegang lehernya. Tenggorokannya terasa sakit, entah apa sebabnya. Dia tidak tahu.


Gadis itu, Sandra. Sedang di jebak oleh sesuatu yang berada di dalam kegelapan. Menerka-nerka apa yang sebenarnya sedang terjadi merupakan hal yang sia-sia. Jelas ini bukanlah ulah dari manusia. Semua ini ulah dari makhluk astral penghuni di tempat ini.


Langkah kakinya terus memaksa Sandra masuk ke dalam sana, tenggorokan yang terasa dicekik oleh sesuatu, juga perasaan aura negatif yang begitu besar membuat Sandra hampir kehilangan kesadaran.


Dia sudah sangat lemah ketika berada di dalam ruangan gelap itu. Entah di bagian sisi ruangan mana dia sekarang berada, dia sendiri tidak tahu. Karena apa yang dilihat sekarang hanyalah kegelapan yang pekat.


"to-tolong, lepas-kan"


Minta Sandra sambil terbata-bata. Tapi, kepada siapa dia meminta untuk dilepaskan. Mengetahui siapa yang melakukan hal ini saja belum. Apalagi harus memohon untuk di lepaskan.


*****


Di acara pentas, suasana sudah cukup ramai, bahkan di beberapa bagian terlihat sangat berdesakan. Para mahasiswa angkatan sebelumnya juga ikut menghadiri acara yang sangat meriah ini.

__ADS_1


"kalian lihat Sandra?". Tanya pak Tono pada seorang anggota keamanan.


"tidak pak, sejak tadi saya tidak melihat Sandra".


"yasudah kalau begitu". Pak Tono berlalu pergi meninggalkan mahasiswa tadi. Kali ini tujuannya beralih ke tempat para anggota seksi konsumsi, mengingat bisa saja gadis itu ada di sana, di antara teman-temannya.


"Mira?". Tanya pak Tono yang berdiri di depan ruangan. Beberapa makanan dan cemilan ringan tersusun di atas meja dengan rapi.


"saya pak?". Tanya Mira yang muncul di belakang pak Tono.


"kamu lihat Sandra? Tadi dia ke ruangan saya tapi belum juga kembali". Kata pak Tono langsung pada intinya. Namanya juga dosen, tentu akan selalu bersikap to the point.


Mendengar jawaban dari Mira, pak Tono terdiam. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Sesekali dia melihat ke arah atas gedung bertingkat yang menjulang di depannya. Tepatnya melihat ke arah jendela ruang kantornya sendiri.


"maaf pak, apa bapak sudah bertanya sama anggota keamanan, siapa tahu Sandra ada di sana". Usul salah satu dari anggota seksi konsumsi yang tanpa sengaja mendengar pembicara Mira dan pak Tono.


"sudah, kalau begitu saya pergi dulu, kalau kalian melihat Sandra nanti tolong katakan untuk menjumpai saya". Ujar pak dosen kemudian berlalu pergi.


Mira dan anggota seksi konsumsi yang bernama Nisa masih berdiri di depan pintu ruangan sambil melihat kepergian pak Tono. Lelaki paruh baya itu sepertinya tampak Cemas karena dari tutur katanya yang terdengar sedikit bergetar.

__ADS_1


"aku masuk dulu ya Mir" ujar Nisa sambil menepuk pundak teman di sampingnya pelan. "eh, iya" balas Mira sambil tersenyum ramah.


"kemana sih tu anak, apa aku harus mencarinya ke atas ya?" bisik Mira di dalam hati. Dari kejauhan, Mira melihat Doni yang berjalan menuju ke arahnya dengan sedikit tergesa-gesa. Seperti biasa, sifat feminim pada lelaki itu selalu mengundang perhatian dari banyak orang.


" ehh Mir, sandra?" tanya Doni begitu sampai di depan Mira.


"gak tau, tadi pak killer juga ke sini tanyain dia".


Keduanya saling diam, memikirkan apa yang sedang dilakukan Sandra saat ini. Beberapa saat kemudian, keduanya saling berpandangan dan melihat ke arah lantai dua gendung. Hanya memastikan jika tidak sedang terjadi sesuatu di dalam sana. Namun, seperti kata pepatah, tebakan temanmu lebih tepat dari apapun. Mira dan Doni akan memastikan langsung keadaan Sandra di ruangan dosennya.


-


-


-


-


Terima kasih untuk pembaca setia Dreanda. Kalian luar biasa.😊😊😊😍😍

__ADS_1


__ADS_2