
"Dreeeee"
Sandra terkejut dan hampir saja melompat dari tempat tidurnya. Ternyata cuma mimpi, dia terlalu banyak memimpikan hal aneh semalaman. Mimpi yang membuatnya merasa takut dan sedih ketika terbangun.
Sandra memegang kepalanya, dia merasa lelah dengan semua ini. Dia butuh banyak kesenangan agar bisa melupakan semua masalahnya. Tapi apa yang bisa dia lakukan jika semangatnya saja sudah habis karena lelah yang berkepanjangan.
Pikiran Sandra langsung buyar, ketika tiba-tiba saja terdengar suara dering handphone di atas meja rias. Sandra ingin mengangkatnya, namun panggilan itu langsung putus bahkan sebelum Sandra memegang handphonenya. Dilihat nama yang tertera di sana, ada beberapa nama yang sama terdata telah menelfonnya berulang kali. Bahkan ada beberapa nomor masuk yang tidak diketahui dari siapa.
Sandra mencoba menelfon kembali salah satu dari mereka. Dia memilih untuk menghubungi Mira, karena menurutnya itu panggilan penting.
Tidak butuh waktu lama, panggilan Sandra langsung terhubung dengan Mira di seberang sana. reflek Sandra menjauhkan benda pipih itu dari telinga karena mendengar suara teriakan Mira yang menggema.
"ya tuhaan San, ini udah jam berapa? Kamu lupa di kampus ada acara?"
Tanya Mira buru-buru.
Reflek Sandra melihat ke arah jam dinding, waktu telah menunjukkan pukul delapan pagi. Sandra melotot dan langsung saja berlari ke kamar mandi untuk bersiap-siap. Meninggalkan handphone dengan panggilan yang masih terus berlangsung.
"eh San? Saaaaan? Halo? Sandraa? Ishh main tinggal nih anak"
********
"gimana Mir, si Sandra belum datang juga?"
Tanya Lisa yang berdiri di belakang Mira.
"belum nih, mungkin bentar lagi.... ehhh itu diaa"
Mira melambaikan tangannya agar Sandra bisa dengan mudah melihat Mira yang berdiri dalam keramaian.
"huhh, sory telat"
Ucap Sandra begitu sampai di depan dua temannya.
"ahh kamu sih, yaudah cepetan sana temuin pak Tono"
__ADS_1
Lisa menunjuk ke arah dosen killer yang berdiri tidak jauh dari arah mereka.
"hah? Sendiri? Gak ah, temanin dong"
Rengek Sandra malas, dia sedikit takut untuk bertemu pak Tono karena dia datang terlambat dan hampir melupakan tugasnya.
"gak ahh, males. Nanti aku bisa dituduh macam-macam sama dia"
Mira mengingat ketika pak Tono menuduhnya menggoda pria itu.
"ahhh kalian, yaudah lah"
Kata Sandra, kemudian mulai melangkah ragu-ragu mendekati pria itu.
Beberapa langkah telah dilalui Sandra dengan perasaan cemas, dia takut jika dosen itu menolaknya dan mulai menceramahi seperti biasa. Sesekali Sandra berbalik ke belakang untuk melihat Mira dan Lisa, mereka berdua terlihat melambaikan tangan mengisyaratkan agar Sandra segera menemui pria itu.
"p-pak?"
Sandra berusaha menyapa dosen itu yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Begitu setelah memberi tahu Sandra beberapa hal, pak Tono langsung pergi untuk mengurus pekerjaannya.
Sandra yang sejak tadi merasa gugup akhirnya bisa menghela nafas lega. Sebenarnya dia sudah bersiap-siap untuk mendapat hukuman dari dosennya, tapi semua yang terjadi kemudian adalah diluar ekspentasi. Dia bersyukur karena pak Tono tidak banyak berkata dan langsung pergi.
"ehh San, gimana?"
Mira dan Lisa menghampiri dari arah belakang.
"kamu gak di marahi kan?"
Tanya Lisa penasaran.
"gak kok, tumben dia baik?"
Ucap Sandra kemudian melangkah beriringan dengan kedua temannya.
__ADS_1
"wihh bagus dong"
Ujar Lisa sambil tepuk tangan.
"ya mungkin dia lagi sibuk, makanya gak punya waktu buat marah-marah"
Mira menambahkan obrolan mereka.
********
Penyelenggaraan kegiatan kesenian di kampus akan diadakan besok pagi. Sehari sebelum acara dimulai, seluruh mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara ikut memeriahkan hari besok, banyak di antara mereka yang lalu-lalang sibuk untuk mencari bahan-bahan yang akan diperlukan.
Seperti Mira yang ditugaskan di bagian konsumsi, dia terlihat berdiskusi dengan beberapa mahasiswa tingkat akhir yang akan mengikuti acara. Mahasiswa itulah yang mengusulkan agar universitas dapat menyelenggarakan kegiatan bertema kesenian sebagai salam terakhir dari mereka.
Sandra yang diberi tanggung jawab sebagai ketua keamanan mulai menjalankan tugasnya. Dia mulai mengumpulkan seluruh anggota keamanan di lapangan depan panggung. Gadis itu tampak serius memberikan aba-aba mengenai apa saja yang harus mereka lakukan besok. Terlihat seluruh anggota keamanan sangat siap dan serius mendengarkan petunjuk dari ketuanya.
Lisa dan Doni yang hanya menjalankan peran sebagai anggota terlihat duduk-duduk santai di atas panggung. Sebagai seksi tempat, jadi wajar mereka terlihat santai sambil menghiasi panggung acara dengan berbagai macam pernak-pernik yang meriah. Semuanya tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Mereka semua ikut andil dalam proses acara yang akan terjadi besok hari.
-
-
-
-
-
-
Tinggalkan kesan manisnya ya say
Bantu like, vote dan rate 5 nya juga ya
Terima kasih... 😍😍😍
__ADS_1