My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 29


__ADS_3

"ada apa ini?"


Tanya Dreanda bingung.


"entah, yang jelas kamu di sini sekarang"


Genderowo berucap dingin sembari menjilat kuku-kukunya yang runcing.


"sudah waktunya kembali"


Bocah itu berkata dengan suara parau, seakan-akan ada sesuatu yang mengganggu tenggorokannya.


"apa yang kamu lakukan wo?"


"tidak ada"


"lalu, apa maksud mencakar-cakar dinding kamar?"


Semuanya hening, hanya terdengar desiran angin malam yang menggoyangkan dedaunan. Genderowo tidak lagi menjawab pertanyaan dari pemuda tampan di depannya. Dia lebih memilih diam sembari melihat ke arah 'kujang', bocah hantu yang bergelantung di batang pohon.


"ada apa ini?"


(......)


"kenapa kalian diam hah? Apa maksudnya?"


"dia berusaha membuat mimpi buruk"


"yaa, mimpi buruk yang mengganggu"


Dreanda terdiam ketika mendengar penjelasan dua makhluk di depannya. Raut Kakagetan tergambar jelas di wajahnya yang samar-samar. Membuat mimpi buruk? Dia belum pernah mendengarnya selama ini. Dan beginilah mereka melakukannya? Menciptakan mimpi dengan sebuah tindakan?


"untuk apa?"


"membuat gadis itu menderita"


"ssssttt diam"


Dreanda marah ketika mendengar pengakuan Genderowo. Dia akhirnya tahu jika kedua makhluk inilah yang selalu mengusili Sandra setiap malam. Dia selalu merasa kasihan ketika melihat gadis itu terbangun dengan raut wajah yang menyedihkan, pikirannya kacau, seakan-akan telah mengalami hal yang mengerikan. Dan ternyata itu benar, kedua makhluk ini penyebabnya.


"kau? Kenapa mengganggunya"


Seketika saja sebuah sulur emas datang dan melilitkan diri ke tangan Dreanda. Pemuda itu tampak menimbang apa yang akan dilakukan selanjutnya.


"hei hei, tenang"


Kujang tampak kaget ketika melihat benda pusaka yang melagenda itu berada di depan matanya.


"apa urusannya denganmu? Apa dia pernah membuat kalian terganggu"


Tanya Dre kembali.

__ADS_1


"justru itu, dia tidak pernah membuat masalah dengan kami"


Ujar gederowo di sudut halaman.


"lalu?"


"kau sepertinya cukup khawatir ya?"


Ujar kujang menyeringai sinis.


"bagaimana tidak, itukan gadisnya"


Sahut gederowo yang tak kalah hebat.


"sial"


"heuh, kau pikir apa tujuan sebenarnya kami melakukan ini"


Tanya gederowo dengan mengulang kelakuannya tadi, kembali mencakar-cakar dinding. Namun kali ini bukan lagi dinding kamar Sandra yang menjadi sasarannya, melainkan tembok beton yang memisahkan kebun dan halaman belakang.


"apa?"


Tanya Dreanda bingung, sekarang auranya kembali stabil namun benda pusaka berwarna emas itu masih tetap melingkar di tangannya.


"cisss dia bahkan tidak sadar"


Sahut kujang meremehkan.


"jelaskan wo". Ujarnya kembali.


"benar-benar tidak bisa diandalkan"


Kujang melompat dan berdiri di depan Dreanda. Pemuda itu semakin terlihat bingung, dan kujang mampu merasakannya. Terlebih lagi, dia juga menyadari jika Dreanda tampak sangat berbeda dari sebelumnya.


Aroma manis yang terkadang menyakiti makhluk lain tidak lagi tercium dari tubuhnya. Dia bahkan sangat terlihat samar-samar, begitupun dengan keadaan tali emas yang melilit tangannya, aura di sana terasa sangat lemah. Sungguh dia tidak tampak seperti Dreanda di waktu sebelumnya.


Kujang hanya terdiam dan berjalan menuju genderowo yang semakin tidak dapat mengendalikan dirinya. Begitu kujang datang, langsung saja dia menepuk bagian tubuh dari genderowo, seketika saja makhluk berbulu lebat itu menghilang entah kemana. Meninggalkan asap hitam yang sedikit lebih pekat dari biasanya.


Dreanda terdiam sambil terus memperhatikan kujang yang membelakanginya. Sebenarnya dia ingin kembali menanyakan pertanyaan tadi, namun melihat gelagat kurang baik dari bocah di depannya, seketika saja dia kembali mengurungkan niatnya.


"kami.... Tidak pernah menyakiti gadis itu"


Ucap bocah itu kemudian.


"dia juga tidak melakukan kesalahan"


Dreanda tau jika 'dia' yang dimaksud adalah Sandra.


"begitu juga dengan genderowo, dia tidak melakukan apa-apa"


"apa maksudmu tidak melakukan apa-apa"

__ADS_1


Tanya Dreanda, dia sudah gatal ingin bertanya sejak tadi.


"kami tau, kamu akan datang. Jika itu semua menyangkut dengan gadis itu"


Kujang membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Dre.


"a-apa?"


"hem, kau sepertinya belum sadar. Kau terpanggil Karena menerima sinyal keselamatan dari sini"


"kami hanya sedikit membuat gadis itu bermimpi, Lagi pula dia telah dilindungi dengan mantra ayahnya"


"kamu sungguh mengkhawatirkan keadaannya bukan? Jika benar, kenapa tidak kembali saja. Lagian dia juga membutuhkanmu"


Dreanda tidak bergeming ketika mendengar penuturan makhluk di depannya. Dia akhirnya sadar jika dia ada di sini karena merasa sedang terjadi sesuatu yang buruk pada Sandra. Dan semua itu sengaja dilakukan kedua temannya hanya karena ingin dia kembali.


"kembalilah Dreee, dia membutuhkanmu"


"aku hanya sedang menerima hukuman"


Ucap Dre kemudian. Wajahnya menunduk, berusaha menutupi raut lemah yang semakin terlihat.


"hukuman untuk siapa? Kamu atau gadis itu?"


(.....)


"... Entahlah.."


"sudah cukup, kembali lah"


(.............)


"tidak, sebelum dia yang menyuruhku kembali"


Ujar Dre lantang, kemudian menghilang setelah mengatakan alasan. Dia hanya akan kembali jika Sandra yang menyuruhnya. Dan itu sudah jelas dari semenjak Dreanda mengatakan perasaannya, dia tidak akan pergi jika bukan Sandra yang menyuruhnya. Begitupun dengan saat ini, dia hanya akan kembali jika memang gadis itu yang meminta.


Kujang hanya menatap dingin kepergian Dreanda, sulit sekali menyadarkan pemuda itu dari kenyataan yang sebenarnya. Inilah dosa yang akan didapatkan jika berani bermain-main dengan hati. Dan sekarang temannyalah yang sedang menjalaninya.


"kembalilah Dre.... Kembalilah. Setidaknya kepada dia yang asli"


-


-


-


-


Siapa yang Asli sih? Penasaran kan?


Ikuti terus perkembangan karya ini ya😉😉

__ADS_1


Oya, bantu like, vote dan rate 5 nya juga ya..


Terima kasih..


__ADS_2