My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 34


__ADS_3

Di sana


Reflek Sandra langsung melihat ke arah yang dimaksud. Terdapat sebuah kertas yang terlipat rapi berada di belakang pintu. Sandra langsung mengambilnya, dia tersenyum lega karena kertas catatan itu berhasil di temukan. Langsung saja dia keluar dari ruangan dan mulai berjalan ke arah tangga.


Namun, beberapa saat kemudian Sandra berhenti berjalan. Wajahnya menggambarkan keseriusan yang jelas, dilihatnya kertas yang berada dalam genggaman dengan perasaan aneh. Sepertinya dia baru saja menyadari sesuatu.


"tunggu, si-siapa tadi?". Sandra bergumam sendiri. Dia mulai menyadari jika tadi dia sempat mendengar seseorang berkata dengannya. Namun siapa? Bukankah hanya ada dia sendiri di ruangan itu? Tidak mungkin ada yang lain, tidak ada tanda-tanda keberadaan yang lain di dalam sana.


" apa mungkin?". Jantung Sandra berdegup tak beraturan, udara di sekitarnya mulai terasa panas dan sesak. Sandra mempercepat langkahnya menuju tangga. Dia tidak ingin mengalami hal aneh di tempat ini sendirian.


Hanya tinggal beberapa langkah lagi Sandra akan mencapai tangga. Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi di hadapannya. Seseorang pria yang entah dari mana lewat begitu saja di hadapan Sandra dengan sangat cepat. Pemuda berpakaian hitam itu berlari memasuki ke sebuah ruangan bekas perpustakaan.


Sandra terkejut bukan main, mana ada orang yang bisa datang tiba-tiba dari arah sampingnya, tanpa suara dan pergerakan. Lelaki misterius tadi masuk begitu saja ke dalam ruangan gelap itu tanpa mepedulikan Sandra yang masih berdiri di tempatnya.


"dasar". Umpat Sandra. "ehh, bukannya ruangan itu selalu terkunci ya", lanjutnya lagi. Sandra selalu ingat ketika para dosennya mengingatkan jika jangan ada siapapun yang berani masuk ke dalam ruangan itu, tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ada beberapa mahasiswa yang mencoba masuk ke dalam sana tanpa izin. Lalu sesuatu yang mengerikan mulai terjadi.

__ADS_1


Sandra bermaksud untuk melihat lelaki tadi, rasanya dia tidak ingin jika lelaki misterius itu harus mengalami kejadian aneh di ruangan itu. Bisa saja dia tidak tau sebelumnya jika ada batasan pada setiap mahasiswa di kampus ini. Setiap peraturan tidak bisa dilanggar seenaknya saja, tapi sepertinya lelaki itu tidak mengetahuinya.


Di depan pintu kaca, Sandra berdiri menatap ke dalam ruangan tempat dimana lelaki tadi berada. Terlihat di dalam sana sangat gelap. Tidak ada penerangan sedikitpun, bahkan cahaya matahari saja tidak bisa menembus ke dalam sana.


Menurut beberapa mahasiswa, ruangan itu dirancang seperti gudang penyimpanan, dulunya memang dipakai sebagai perpustakaan. Tapi sejak dibangun fakultas sastra, perpustakaan dipindahkan ke sana dengan tempat yang lebih luas dan besar.


Krekkk.. Krekkk


Suara deritan terdengar dari dalam. Terdengar jelas dan sesekali.


"heii, apa ada orang? Keluarlah!"


Beberapa saat kemudian, suara yang lebih besar terdengar di dalam sana. Suara pukulan dan bantingan dari benda-benda kaca memenuhi ruangan itu. Sandra mulai was-was, dia takut akan apa yang sedang terjadi di dalam sana. Terlebih lagi, lelaki tadi juga ada di dalam seorang diri.


Sandraaaaa.... Sandraaaaa.... Sandraaaaa..

__ADS_1


Ke marilah sandraaaa..


Seseorang menyerukan namanya berulang kali, menyuruh dia untuk datang kepada sang pemilik suara. Tiba-tiba saja, Sandra merasa sesak bukan main. Tenggorokannya terasa tercekik, kakinya melangkah dengan paksa seperti ada yang mengaturnya.


Sandraaa.. Ayo kemarilah, temui aku..


Sandra terus saja berjalan memasuki ruangan gelap itu, dia berusaha melawan pergerakannya sendiri, namun semuanya sia-sia. Bahkan untuk mengendalikan dirinya saja dia sudah tidak mampu. Semuanya berjalan sesuai keinginan seseorang.


-


-


-


-

__ADS_1


-


Tinggalkan kesan manisnya ya say 😍


__ADS_2