My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 5


__ADS_3

" kamu menyenangkan, aku suka"


- Sandra


______________________________________________


Apa kamu jodohku yang sudah tiada Dre?


Pertanyaan itu terus saja terlintas di pikiran Sandra. Mengenai status Dreanda yang belum jelas tentang kematiannya dan siapa dia yang bisa merasakan hubungan keterikatan dengan Sandra.


Aku tidak tau Sandra


Aku tidak ingat apa-apa


Saat aku terjaga, aku sudah berada di pohon itu...


Bisik Dreanda sambil menatap Sandra dengan pandangan kosong. Mendengar hal itu Sandra bertambah bingung, awalnya dia belum pernah sedekat ini dengan makhluk halus, jadi dia tidak tau apakah semua makhluk itu melupakan sebab-sebab kematian mereka atau tidak.


Lalu bagaimana dengan mereka yang menampakkan diri dalam wujud yang mengerikan. Dengan kata yang menjelaskan jika itu adalah keadaan terakhir mereka saat masih hidup.


Sandra masih terdiam sambil menatap kunang-kunang yang keluar dari padang ilalang di depannya. Hamparan rumput luas yang lembut serta angin malam membuat dia merasa nyaman sekaligus kedinginan. Dia terlihat menggosok kedua telapak tangan sambil sesekali meniupnya.


Lucu...


Ujar pemuda itu sambil memperhatikan pipi Sandra yang mengembang karena sedang meniup. Mendengar hal itu Sandra merasa malu dan tertawa singkat, sedetik kemudian dia terkejut ketika melihat sebuah sulur emas keluar dari tangan Dreanda.

__ADS_1


Sulur emas itu kemudian berubah menjadi api yang melingkar di sekeliling Sandra. Benda itu ternyata tidak membakar, api yang mengelilingi di sana hanya memberi rasa hangat kepada Sandra yang sedari tadi kedinginan akhibat ulah si angin malam.


"terima kasih, Dreanda"


Terima kasih kembali..


Sandra


Pemuda itu kembali melayang di antara kunang-kunang yang beterbangan, menciptakan pemandangan indah ketika cahaya-cahaya itu mulai menerobos tubuhnya. Sandra sangat suka dengan apa yang dilihatnya.


Seketika itu Wangi melati kembali tercium, sedikit menyengat dari biasanya. Aroma itu menciptakan rasa lain di alam bawah sadar yang sedari tadi memaksa untuk mengambil alih dirinya. Pandangan Sandra begitu berat, namun tubuhnya terasa sangat ringan. Hal itu semakin terasa, sampai tiba-tiba sesuatu bendanya menjerat tubuhnya dengan erat lalu semuanya menggelap.


*****


Gadis itu terjaga ketika matanya terasa silau karena cahaya matahari. Dibukakan matanya perlahan dan mulai melihat ke sekelilingnya. Dia menyadari jika ini adalah kamarnya, namun dia merasa tidak yakin kenapa dia bisa berada di sini.


namun apa semua itu hanyalah mimpi? Apa semua itu tidak pernah terjadi? Jelas dia tidak akan pernah menerima hal itu Jika semuanya hanyalah hayalan yang di buatnya sendiri.


Sandra bangun dengan badan yang terasa begitu segar, tidurnya terlalu nyenyak dari biasanya. Apa mungkin karena mimpi itu yang membuatnya jadi begini? Tanpa dia sadari, setangkai bunga melati jatuh dari rambutnya. Bunga itu terlihat begitu segar, seakan baru dipetik dari batangnya.


Sandra mengambil bunga itu, lalu menciumnya perlahan. Aromanya persis aroma Dreanda, pemuda unik yang belakangan ini menyita perhatiannya.


"ternyata itu bukan mimpi". Bisik Sandra sambil tersenyum kecil.


"sandraa"

__ADS_1


Teriak ibu dari arah dapur dengan sedikit keras. Mendengar suara ibunya memanggil, Sandra langsung bergegas keluar kamar tanpa menyimpan dulu bunga melati itu.


"anak perawan kok bangunnya kesiangan? Emang gak ada kuliah ya hari ini?"


Tanya ibu sambil menyiapkan makanan.


Sandra terlihat berpikir sebentar. Tapi sesaat kemudian dia langsung berlari kembali ke arah kamar dan meninggalkan ibunya yang terheran-heran. Dia baru ingat jika hari ini ada jadwal kuliah, namun yang paling parah adalah tugasnya belum juga siap.


"ahhhhh sialll"


Dia ingat jika tugas itu belum habis dikerjakan karena semalam dia bepergian dengan Dreanda yang ingin mengajaknya main.


"Aduhhh, awas kamu Dree"


-


-


-


-


-


Mari kita saling dukung.

__ADS_1


Bantu vote juga ya, agar author lebih semangat lagi up nya.


__ADS_2