My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 28


__ADS_3

Di tengah malam yang gelap, seorang pemuda terlihat berdiri di bawah pohon dengan keadaan yang menyedihkan. Wajahnya yang pucat, mata yang memancarkan kekosongan, dan aura yang begitu misterius telah sempurna menghias diri si pemuda.


Udara malam ini terasa sangat dingin. Hujan yang masih terus meninggalkan rintik-rintiknya sekalipun sudah tidak selebat tadi. Sesekali rintik itu terlihat jatuh dan menembus tubuh si pemuda.


Beberapa benda terlihat melayang dan mengelilingi tangannya yang tergenggam, benda-benda kecil berwarna coklat kering terlihat berputar dan sesekali jatuh ditimpa hujan. Beberapa saat kemudian, benda yang telah terjatuh kembali melayang dan langsung menghampiri genggaman, mengelilinginya persis seperti tadi.


Beberapa saat kemudian pemuda itu melayang dan duduk di sebuah batang pohon yang terasa kokoh. Sekalipun jika batang itu telah lapuk, tidak jadi masalah jika dia yang mendudukinya. Pemuda itu duduk bersandar pada batang pokok yang besar. Dia begitu terdiam dengan pandangan yang sulit dijabarkan. Mata coklat yang dulunya menyala sekarang terlihat samar-samar.


Sesekali tatapannya terpaku pada kepalan tangannya sendiri, setumpuk bunga melati kecil telah layu dan mengering. Tidak ada lagi wangi yang semerbak seperti beberapa waktu sebelumnya. Yang tinggal hanya aroma pekat dari bunga yang telah mati.


Wajahnya menunduk, terus menatap tangannya sendiri. Entah apa yang akan dilakukannya sesaat lagi, yang jelas mungkin dia akan mencarikan lagi melati untuk mengharumkan tubuhnya yang semakin melemah.


Sandra


Desiran halus itu cukup terdengar sekalipun suara hujan seakan mampu menenggelamkannya. Pemuda itu memanggil nama seorang gadis yang cukup membuatnya merasa lemah. Seorang anak manusia yang mampu membuatnya lupa akan dunianya sendiri. Terkadang dia sendiri sulit untuk kembali pada kenyataan yang sebenarnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian si pemuda berdiri dengan tegap dari duduknya tadi. Matanya menyala, tangannya terkapal, dan terlihat beberapa benda di sekitarnya masuk ke dalam lingkaran aura yang sangat kuat. Memutar dan mengelilingi tubuh dari si pemuda.


Sekedip mata dia telah berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Dia berdiri di atas batang pohon yang besar. Terlihat di bawah sana sesosok makhluk berbulu lebat sedang berdiri di depan sebuah jendela kamar sebuah rumah. Makhluk hitam itu terlihat mencakar-cakar dinding kamar dengan kukunya yang tajam, seakan dia sedang berusaha menyakiti pemilik di dalamnya.


Pemuda itu nyalang melihat apa yang sedang terjadi di bawah sana, sorot matanya seakan memancarkan api yang kuat. Dia akan menghabisi makhluk itu dengan tangannya sendiri.


Sekejap saja makhluk itu menjerit keras ketika pemuda mulai mencekik lehernya. Sosok yang sedang kesakitan itu berusaha melawan dan membebaskan dirinya sendiri. Namun ketika mata merahnya bersirubuk dengan pemuda, seketika saja dia terkejut dan berhenti melawan.


"Dree?"


Pemuda itu melepaskan tangannya ketika mendengar lawan di depan menyebut namanya. Dia baru sadar jika yang sedang dicekiknya adalah genderowo, temannya selama ini.


Tanya genderowo sambil melompat-lompat tidak percaya. Dia terlihat berputar mengelilingi halaman dengan begitu girangnya.


"kami pikir kamu sudah lupa dengan tempat ini"

__ADS_1


Sahut bocah hantu dari atas pohon, dia sudah ada di sana sejak mendengar jeritan genderowo.


Tidak ada jawaban dari Dreanda, pemuda itu tampak bingung dengan keadaannya saat ini. Sejak tadi emosinya tersulut begitu saja. Dia sendiri tidak tahu kenapa tiba-tiba saja hal itu terjadi, apa mungkin energinya memberi tahu jika gadisnya sedang dalam bahaya? Tapi bahaya yang seperti apa?


-


-


-


-


-


Tinggalkan kesan manisnya ya

__ADS_1


Bantu like, vote dan rate 5 nya juga ya..


Terima kasih


__ADS_2