
" maaf Sandra , aku mengagumimu"
- Dreanda
______________________________________________
Sesampainya Sandra di kelas, dia melihat teman-temannya sedang mengomel dan meracau tidak jelas. Mira yang biasanya bertingkat ceria namun hari ini terlihat begitu murung. Begitu juga dengan teman-teman yang lain, semuanya terlihat berbeda.
"hai guys, ehh kenapa ini"
Sandra berdiri tepat di samping Lisa.
"tau ah, maleh banget"
Ujar Lisa sambil membanting buku tulis.
"lho kok...?"
Sandra bingung sendiri mendengar jawaban dari mereka.
"itu tuh, si Dosen killer gak masuk hari ini, mana katanya kemarin kita dikasih tugas kedua, lahh nyatanya?"
Mira terlihat begitu kesal, sesaat kemudian dia mengeluarkan kotak makan dari tasnya dan memberikannya kepada Doni.
"iya nih, tugas pertama aja butuh banyak perbaikan. Aduhhh Mir, coba lihat tugas kamu"
Lisa terlihat resah sendiri dengan tugas kuliahnya itu.
" gak ada, sama si Doni"
Jawab Mira malas.
"lah kok sama aku, bukannya si Anggi yang pinjam"
Bantah Doni yang sedang mengunyah beberapa potong kue bolu buatan Mira.
"lah, serius sama Anggi? Kok aku gak tau ya?"
Ujar Mira kemudian mengambil beberapa kue bolu untuk Sandra.
__ADS_1
"alahh kamu aja kemarin yang gak dengar pas si Anggi pinjam buku"
Doni terkejut ketika melihat Sandra memakan kue bolu dengan rakus.
"ehh kamu kalau makan jangan gitu, aneh dehh"
Kata Doni cepat, dia adalah lelaki gemulai yang menjadi teman Sandra sejak kelas satu SMA. Sedangkan dengan Mira dan Lisa, mereka baru saling mengenal sejak masuk universitas.
" heheh, enak"
Ujar Sandra sambil cenges ngesan
"alahhh"
*****
Sandra hanya mengobrol sebentar dengan teman-temannya itu, kemudian dia pamit untuk ke perpustakaan. Berhubung kelas ditunda hari ini, jadi dia punya banyak waktu untuk membaca buku-buku favoritnya. Membaca adalah kegiatan yang begitu disukainya sejak dulu.selain menghilangkan penat dan bersantai-santai, membaca juga dapat membuka wawasan kita tentang berbagai hal yang belum kita ketahui.
Sampainya di depan pintu perpustakaan, sekilas Sandra melihat Helmi, mantan kekasihnya sedang berbicara dengan seorang gadis. Terlihat Dia sedang menjelaskan sesuatu kepada gadis itu sambil mencoba meraih tangannya. Namun sang gadis yang tidak diketahui siapa itu berusaha menepis tangan Helmi dengan cepat.
Melihat pemandangan di depannya itu, Sandra merasa muak. Dia sudah tau bagaimana tingkah Helmi selama ini, apapun yang dia bicarakan semuanya hanyalah kebohongan belaka.
"awas kamu Helmiii"
Ujar gadis itu sambil menggenggam telapak tangannya.
****
Di dalam perpustakaan, terlihat beberapa mahasiswa sedang menyusun buku-buku baru ke dalam lemari kaca. Ada juga beberapa di antara mereka begitu sibuk dengan tugas perkuliahan. Mahasiswa yang sibuk itu adalah mereka tingkat akhir yang sedang mencari materi untuk dijadikan bahan skripsi mereka.
"ehh San.. Tumben kemari"
Sapa Helmi sambil memasang senyum manisnya, tapi bagi Sandra itu terlihat menggelikan.
Tanpa memedulikan pria itu yang terus menyapa, Sandra langsung duduk di bangku panjang yang telah disediakan pihak perpustakaan. Kemudian membuka bukunya dan mulai fokus membaca. Melihat hal itu, Helmi merasa kesal. Terlintas pikiran jahat untuk menyakiti Sandra.
Tangan kekar itu mulai terulur meraih rambut Sandra dan ingin menariknya. Namun Semua itu sia-sia karena tiba-tiba saja tangannya terasa sakit dan bergetar.
"aduduhh..."
__ADS_1
Helmi terlihat kesakitan dan memegang tangannya. Sandra yang mendengar kegaduhan di belakangnya langsung berbalik dan melihat beberapa orang sedang mengerumuni pria itu.
"lhoh ada apa ini"
Tanya Sandra kemudian berdiri di antara mereka.
"Aduhhh, tanganku"
Ujar Helmi kemudian berlari pergi meninggalkan perpustakaan. Orang-orang yang melihat hanya terheran-heran dengan kejadian barusan. Kemudian mereka semua kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.
"kenapa dia?"
Bisik Sandra yang masih tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.
Haii manusia bumi
Sandra yang akan membaca buku terkejut ketika mendengar sapaan seseorang kepadanya.
"hah, kamu disini''
Bisik Sandra agar tidak di dengan orang.
Iyanih
Pria itu kurang ajar
Dia hampir menyakitimu Sandra
Jelas Dreanda dengan mimik wajah datarnya. Sandra terdiam sebentar sembari mencermati perkataan sosok di depannya, apakah laki-laki yang dimaksud Dre adalah Helmi? Jika benar, maka yang membuat Helmi kesakitan tadi adalah ulah Dreanda?
Iya Sandra
Aku yang melakukannya
"kenapa Dre? Dan kenapa kamu bisa ada di sini juga?"
Tanya Sandra seakan-akan sedang membaca buku. Dia tidak habis pikir dengan makhluk di depannya yang selalu saja mengikuti kemanapun dia pergi.
Ingin menjagamu
__ADS_1
Maaf Sandra, aku mengagumimu.