My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 19


__ADS_3

Mereka kembali melanjutkan makan malam diiringi gelak tawa dari masing-masing. Doni terus saja membuat lelucon tentang kejadian masa kecilnya, membuat Mira dan Sandra tertawa lepas. Sandra terlihat sedikit lebih ceria dari sebelumnya, dan itu membuat Mira maupun Doni merasa lega.


Setelah selesai makan, mereka Semua tampak berkumpul di teras rumah. Banyak hal yang kembali mereka bicarakan. Perihal acara kampus yang akan diadakan beberapa hari lagi, tentang Doni yang kesal karena pak Tono selalu menyuruhnya banyak hal, bahkan juga menyangkut Pesta perkawinan pak Hendra yang gagal terlaksana.


"hahahhaha... Uhukk hukk"


Mira tiba-tiba tersedak sendiri karena asyik menertawakan nasib pak Hendra.


"ehh awas lo Mir, kalau di dengar sama pak tua itu, bisa dipecat kamu"


Doni mulai menakut-nakuti Mira yang duduk di sebelahnya.


"hayo Mir, ehh sayang juga ya si Mahesa gak jadi punya ibu baru"


Sandra menoleh untuk melihat bagaimana ekspresi Mira ketika nama Mahesa disebutnya.


"syukur ya, jangan sampai dia punya ibu macam itu. Bisa-bisa dia jadi suka sama istri ayahnya sendiri..hihh"


Mira bergidik ngeri ketika membayangkan hal itu.


"hahaha"


Sandra dan Doni kompak menertawakan Mira yang gelisah sendiri.


"ehh emang kamu gak kasih kode-kode gitu, biar dia tau"


Tanya Doni, kali ini dia sedikit penasaran dengan kisah cinta Mira.


"laki mana paham, gak peka kayak kamu"


Jawab Mira sewot sambil menunjuk tepat di depan Doni.


"enak aja, aku peka ya!"


Doni tidak setuju dengan ucapan Mira.

__ADS_1


"buktinya?"


Sandra tampak nimbrung memojokkan Doni


"yaaa gimana mau bukti... kalau kamu tutup hati, weekk"


Doni menjulurkan lidahnya mengejek Sandra dan Mira.


"eumm awas saja ya Doni. Kita apain dia Mir"


Tanya Sandra dengan ekspresi marah yang dibuat-buat. Mereka berdua terlihat kompak untuk mengerjain teman lakinya itu.


"kita gantung saja di pohon kampus"


Usul Mira dengan wajah garang.


"ahh ide bagus, banyak tuh yang demen"


"ehh jangan dong, ahh jahat banget ini cewek"


'' hahaha"


Sandra dan Mira tertawa keras. Mereka tidak sanggup lagi sampai-sampai perut mereka terasa sakit karena terlalu banyak tertawa. Doni yang sedari tadi dijadikan bahan olokan hanya terdiam sambil terus menatap kedua sahabatnya itu. Terutama Sandra, dia terlihat semakin ceria sejak makan malam tadi. Hal itulah yang menjadikan Doni setuju dijadikan bahan tawaan hanya untuk bisa membuat Sandra merasa senang.


Pandangan Doni mulai tertuju ke sebuah benda di kantong baju Sandra. Sepertinya itu minyak wangi yang tadi. Dia tidak tau sejak kapan Sandra sudah menyukai aroma melati. Jika diingat, dulunya Sandra sangat membenci bau-bau yang kuat dan menyengat, terlebih untuk aroma parfum. Tapi sekarang sepertinya dia mulai menyukai aroma itu.


Doni berfikir jika Sandra begitu menyukai aroma melati. Jika itu benar, maka dia akan selalu menghadiahi parfum-parfum wanita dengan wangi yang sama. Dia ingin memberikan hal terbaik untuk sahabatnya itu. Hanya untuk membuat Sandra merasa senang dan bahagia.


"ehh Mir, aku pamit ya, sudah jam sembilan ini"


Pamit Doni kemudian berdiri di depan Mira.


Mira melihat jam di tangannya, ternyata benar waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam. Pantas saja udara semakin sejuk karena malam mulai memasuki waktu awalnya.


"kalau begitu aku juga pamit ya Mir"

__ADS_1


Sandra langsung masuk dan kembali lagi dengan tas di pundaknya.


"ehh San gak nginap aja"


Tawar Mira, dia ingin agar Sandra bermalam di kosannya untuk saat ini.


"eh jangan, aku takut ngerepotin. Lagian kan bisa pulang bareng Doni.. Iyakan Don?"


Tanya Sandra kemudian menatap Doni


"ehh iya lah, kan ada aku"


Kata Doni meyakinkan Mira yang ragu-ragu.


"ya sudah kalau gitu, hati-hati ya San. Eh Don, di jaga ya! Awaas!"


Kata Mira seakan mengancam Doni.


"iya iya, ahh"


Doni mulai melangkah pergi bersama Sandra, meninggalkan Mira yang masih berdiri di teras rumah. Bahkan ketika Sandra dan Doni sudah tidak terlihat lagi di persimpangan, Mira masih terus terdiam di tempatnya. Dia menatap kepulangan sahabatnya itu dengan perasaan yang resah.


Sekalipun kalian saling suka, tetap juga tidak bisa untuk bersama....


Ucap Mira dalam hati.


-


-


-


-


-

__ADS_1


Tinggalkan kesan manisnya ya say 😍😍😍


__ADS_2