My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 7


__ADS_3

" kamu itu hanya bayangan, bagaimana bisa kamu menggapaiku"


- Sandra


_____________________________________________


Sandra tidak habis pikir dengan kelakuan Dreanda semenjak mereka bertemu. Terkait penjelasannya jika dia ingin melindungi Sandra, hubungan keterikatan dan rasa nyaman yang selalu mereka rasakan. Apa mereka pernah bertemu sebelumnya? Apa mereka punya hubungan saudara atau keluarga?


Pikiran itu membuat Sandra tertarik untuk bertanya kepada ayahnya. Tapi sayang, ayah sedang tidak ada di rumah sekarang. Pekerjaan ayah sebagai pengantar barang membuatnya sering tidak ada di rumah seharian, bahkan bisa saja sampai beberapa hari dalam perjalanan.


Sandra menghela nafas panjang, sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Dia merasa sangat lelah setelah pulang dari kampus dan harus pergi lagi untuk mengantar pesanan kue.


Hembusan angin dingin disertai wangi bunga melati kembali hadir mengusik penciumannya. Dia tau jika Dreanda ada di sekitarnya, namun rasa ngantuk yang menyerang membuat dia ingin tidur untuk saat ini juga.


****


"dia tertidur, padahal aku ingin mengajaknya bermain"


Ujar Dreanda yang sedang duduk di pohon tempatnya tinggal.


" huhuhu, kamu beruntung Dre, lahh kami?"


Sahut genderowo sambil mengayunkan ranting tempat Dreanda duduk.


"kamu saja, aku tidak"


Bantah bocah kecil dengan suara mirip orang dewasa. Sesekali suaranya berubah seperti suara kakek-kakek.


"ya kan aku tampan"


Bela Dreanda sambil tersenyum simpul, masih dengan wajah pucatnya.


"ehh songong nih setan, ehh woo maklum ya kita jelek"

__ADS_1


" huhuhu"


Genderowo kembali mengeluarkan tangisannya yang memekakkan telinga.


"yee candaaaa"


Ujar Dreanda kemudian berdiri dan melompat ke tempat genderowo.


"ngomong-ngomong, kamu kenapa bisa di sini sih Dre"


Tanya bocah hantu itu sambil memegang perutnya yang mengeluarkan cairan kental, busuk.


"yaelah, diakan mati, makanya jadi begini"


Sahut makhluk berbulu lebat itu dengan cepat.


"yahhhh setan"


"kamu juga"


"aku tidak tau, aku merasa kalau aku belum mati. Tapi dalam wujud seperti ini, bagaimana bisa aku dikatakan hidup"


Genderowo dan bocah hantu itu langsung berhenti bertengkar ketika mendengar perkataan Dreanda, ternyata apa yang mereka lihat selama ini ada benarnya juga. Dreanda sedikit berbeda dengan makhluk-makhluk lain yang mempunyai rupa tidak utuh, tapi Dre terlihat begitu berbeda. Dia sempurna. Hal itulah yang sedikit meyakinkan jika Dre ini bukan bagian dari mereka.


"yaa, mungkin kamu mati baik. Tidak seperti si bocah"


Ujar genderowo sambil melihat ke arah Dreanda.


"aku ini dulunya pria tua yang terjebak dalam tubuh anak-anak. Mati terbunuh hanya karena salah meminjamkan uang"


Jelas bocah itu sambil menusuk beberapa belatung yang jatuh dari tubuhnya.


"aku tidak ingat kapan terakhir kali aku bisa berpijak"

__ADS_1


Mereka semua saling diam, tidak ada lagi pembahasan mengenai sebab-sebab kematian di antara mereka. Begitupun dengan Dreanda, dia memilih meninggalkan pohon tempat kawan-kawannya dan melesat pergi dengan cepat. Menimbulkan keanehan diantar genderowo dan bocah hantu itu.


"kenapa dia"


Tanya genderowo


"entah, mungkin mencari pembenaran atas dirinya"


Sahut bocah itu kemudian bergelantungan di antara batang pohon.


"sejak kapan golongan kita mencari pembenaran?"


****


Dreanda pergi ke suatu tempat dimana Dia bisa lebih leluasa melatih kemampuannya. Tempat itu dipenuhi dengan berbagai macam tanaman, tanaman yang paling banyak ditemui adalah bunga melati.


Dipandangi taman ini dengan tatapan yang tak menentu, dia ingin mendatangi tempat ini dengan Sandra di malam hari. Pasti begitu indah. Tiba-tiba sebuah sulur emas keluar dari tangan Dreanda dan langsung melingkar di sebatang pohon yang begitu besar. Sulur itu melingkar selayaknya ular yang sedang membeli dirinya di batang pohon.


Dari dalam sulur, sesuatu yang bercahaya keluar dan membalut pohon itu dengan kuat. tampak pohon jadi bercahaya dengan warna keemasan. Ini adalah salah satu cara untuk menambah kekuatan pada sulur emas yang dimiliki Dreanda.


Sembari menunggu kembalinya benda pusaka itu. Dreanda memiliki untuk melihat-lihat bunga melati yang menjadi ciri khas aroma tubuhnya. Dia begitu menyukai bunga kecil yang begitu menawan. Dipetiknya setangkai bunga kemudian diciumnya perlahan. Tanpa sadar, seutas senyum tersungging dari wajahnya yang tampan itu.


Sandraa


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


Bantu vote karya ini ya sayy


__ADS_2