My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 17


__ADS_3

"menurut kamu Don?"


Tanya Mira ketika mereka sudah duduk di luar rumah. Membiarkan Sandra yang masih terlelap.


"ini masalah hati sih Mir, mendengar apa yang diceritakan Sandra. Siapapun juga bisa suka sama pemuda itu"


Ujar Doni sambil terus menatap ke depan.


"yaa tapikan dia bukan manusia"


Bisik Mira pelan.


"nah itu masalahnya"


Mereka sama-sama terdiam, memikirkan setiap masalah yang sedang Sandra hadapi. Sesekali Mira melirik ke arah Doni yang terus menatap jalan di depan kosnya. Lelaki ini terlihat berbeda dari sebelumnya, apa dia juga merasa cemas dengan Sandra. Tentu saja iya, karena mereka adalah sahabat yang sudah cukup lama.


"dulu Sandra gak gitu, dia paling anti soal hati"


Mira menatap Doni setelah mendengar perkataan pria itu.


"dia sudah bisa melihat dan merasakan keberadaan makhluk itu sejak kecil, dia bahkan bisa dengan mudah mengusir mereka"


Lanjut Doni kembali tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


"ya aku tau"


"tapi sekarang dia terjebak karena Dreanda, sosok yang menghuni rumahnya? Hahah"


Doni tertawa, tapi bukan tawa lucu. Semuanya terasa hambar. Dia masih terkejut dengan apa yang diceritakan Sandra.


Doni mulai berdiri dan berpamitan pulang kepada Mira, sekali matanya melirik ke dalam rumah untuk melihat apakah Sandra sudah terjaga atau belum. Tapi melihat tidak ada tanda-tanda kehadiran Sandra, akhirnya Doni melangkah pulang.


Mira hanya bisa menatap kepergian temannya itu. Dia tau bagaimana perasaan Doni melihat sahabat yang sudah lama bersama itu sedang dalam masalah. Jika masalah biasa mungkin dia tidak terlalu resah, namun ini menyangkut perihal hati yang berbeda.


Mira tau bagaimana rasanya jatuh cinta, karena dia pernah mengalami hal itu. Memang sangatlah menyenangkan. Seakan-akan semuanya terasa indah sekalipun di mata orang lain tidak ada yang begitu menarik. Namun untuk cinta yang dirasakan Sandra ini sungguh tidak mungkin. Bahkan ini semua harus dibiarkan sirna sebelum waktunya. Tidak ada yang dapat di persatukan dari keduanya. Mereka berbeda, dan itu jelas terasa.


Doni telah menghilang di ujung jalan, dia kembali ke kampus untuk mengambil beberapa proposal yang harus direvisinya kembali. Mira yang masih duduk di teras merasa bingung sendiri, apa yang harus dilakukannya setelah tahu banyak tentang semua ini.


"aku tau Don... Kamu juga menginginkan Sandra"


******

__ADS_1


"San? Sudah bangun"


Tanya Mira ketika melihat sandra menghampirinya di dapur.


"Mir, jam berapa sekarang"


Tanya Sandra yang masih pusing karena baru bangun.


"jam delapan malam"


Jawab Mira santai.


"hah? Mir aku..."


"ahh sudahlah, aku sudah bilang sama bibi kalau kamu ada di sini"


Bibi adalah panggilan Mira untuk ibunya Sandra.


"nih makan dulu, aku masak banyak untuk malam ini''


Kata Mira sambil menata makanan di atas meja.


Menurut Sandra, Mira adalah gadis mandiri, dia jauh dari orangtuanya yang tinggal di Jawa. Dan demi menutupi ekonominya selama di sini, dia dengan giatnya bekerja di toko kue. Seketika saja Sandra mengingat sesuatu.


"ehh Mir, bukannya hari ini kamu harus siapin kue acara pesta pak Hendra?"


"gak jadi, acaranya di batalkan"


"lhoh kenapa?"


"calon bininya bermasalah"


Ujar Mira sambil tertawa keras.


"hah? Katanya mau sama pak Hendra"


Tanya Sandra sambil minum teh yang disediakan Mira.


"lahh dia cuma mau hartanya, udah dapat ehh lari deh"


Sandra tidak habis pikir dan menggeleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Doni mana?"


Tiba-tiba Sandra ingat jika mereka ke sini ditemani Doni.


Tok Tok Tok....


Suara ketukan di pintu menyadarkan mira yang sedang memanaskan beberapa makanan tadi siang. Sungguh dia terlalu banyak memasak untuk malam ini. Dan sekarang Sandra tau jika Mira akan kedatangan tamu.


"itu si Doni, coba sana buka pintunya"


Sandra heran dan langsung bergegas membuka pintu. Begitu pintu terbuka, terlihatlah Doni yang sudah berdiri di teras dengan meneteng beberapa bungkusan yang terlihat berat. Ternyata Doni juga datang ke sini malam ini.


"oh.. hai San, sudah baik kamu?"


Doni langsung saja masuk tanpa melepaskan dulu sepatunya. Hal itu yang membuat Mira kesal dan memukul kakinya dengan sapu.


"heh, buka gak?"


"lahh liat dulu nih"


Ujar Doni sambil membersihkan sepatunya dengan hati-hati.


"ohhh heheh, sepatu baru rupanya yaa"


Sahut Mira dengan wajah usilnya.


"nahhh"


Mira bermaksud menginjak sepatu Doni dengan kakinya, namun ternyata Doni begitu waspada dan langsung berlari keluar untuk membuka sepatunya. Dia begitu tau bagaimana kelakuan Mira yang tidak bisa melihat barang-barang baru milik Doni.


"uhh dasar"


-


-


-


-


Halo semua, dukung terus authornya ya agar lebih semangat lagi dalam menulis.. Terima kasih 😍😍🔥

__ADS_1


__ADS_2