
"Sandra, bangun san"
Sayup-sayup Sandra bisa mendengar suara seseorang yang memanggil dirinya. Dibuka matanya perlahan demi melihat siapa yang ada bersamanya saat itu. Awalnya dia merasa buram dengan penglihatannya, tidak lama kemudian semuanya bisa kembali normal.
Sandra melihat di sekeliling. Ada Mira, Lisa, Doni dan bahkan pak Tono juga ada di dalam ruangan ini. Ruangan yang di dominasi warna putih itu terasa sangat dingin karena temperatur AC yang telah di naikkan beberapa kali. Lantas saja Sandra merasa kedinginan dan berusaha menarik selimutnya.
Melihat gerakan Sandra yang tidak nyaman. Doni langsung saja mengambil remote AC dan mematikannya saat itu juga. Dia tau jika temannya itu sedang kedinginan dengan udara di ruangan ini.
"Sandra, kamu gak papa?". Tanya Mira sambil mengelus lengan Sandra pelan. Terlihat wajah Mira sangat khawatir, begitu juga dengan teman-temannya yang lain.
"nggak". Jawab Sandra pelan, tiba-tiba saja dia merasakan perih paaa kepala Bagian belakangnya. "sssttt aduh" pekiknya sambil memegang kepalanya.
Melihat Sandra yang kesakitan, langsung saja Lisa membantu untuk membenarkan posisi kepalanya agar terasa nyaman. Karena luka pada bagian belakang kepala, membuat Sandra susah untuk membenarkan posisi tidurnya. Sepertinya butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan cedera yang dia alami.
__ADS_1
Mira, Lisa dan Doni terus berdiri, menatap Sandra dalam keadaan diam. Begitu juga dengan pak Tono yang berdiri sedikit jauh dengan para muridnya. Mereka semua larut dalam pikirannya masing-masing. Mira dan Doni yang masih syok ketika pertama kali menenukan Sandra yang terbaring kaku di depan tangga, Lisa yang tidak menyangka akan kejadian itu, juga pak Tono yang sepertinya mulai mencurigai siapa dibalik kejadian ini.
"sepertinya Sandra butuh istirahat, ayo kita keluar dulu". Ucap Mira sambil berbalik menatap orang-orang yang ada di belakangnya. Mendengar hal itu, lantas Doni menatap Mira tidak suka, dia tidak ingin pergi sebelum Sandra berbicara dan menjelaskan semuanya.
Mira tahu akan arti dari tatapan Doni, tapi saat ini dia tidak ingin memperdebatkan semua yang sedang terjadi. Dia sudah cukup pusing karena tugas di kampusnya yang ditinggalkan begitu saja, juga bagaimana tatapan meminta penjelasan yang dilemparkan kepadanya oleh orang lain saat dia meminta izin untuk pergi ke rumah sakit.
Dan lagi-lagi saat ini, Doni terlihat kesal dengannya karena menyuruh untuk segera keluar. Lagian tidak ada yang salah dengan perkataannya tadi, dia hanya ingin memberi waktu kepada Sandra untuk beristirahat total.
"Sandra butuh istirahat, ayo". Ujar Mira menekan perkataannya. Alhasil mereka semua mulai keluar dari dalam ruangan pasien dengan pikiran yang kacau.
Di ruang tunggu. Doni terlihat mondar-mandir sambil memegang tengkuknya. Sudah sejak tadi dia terus saja melakukan hal yang sama berulang kali. Sedangkan Lisa terdiam sambil merenung akan apa yang baru saja mereka alami. Dia memang belum mendapat penjelasan tentang kejadian itu, bahkan Lisa sendiri mendapat informasi akan Sandra setelah Mira mengantarkannya ke rumah sakit. Mereka telah berjanji tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun, hanya boleh diketahui oleh mereka saja dan juga pak Tono.
Mengingat akan pria itu. Lisa sebenarnya mulai sedikit waspada, pikirannya tentang hal buruk itu membuat dia dengan mudah mencurigai siapapun. Hatinya berkata, bisa jadi ini ulah seseorang dengan motif menyuruh Sandra untuk naik ke lantai dua, dimana saat itu sedang senggang karena semua orang hanya berkumpul di luar gedung.
__ADS_1
"cukup! Aku muak, pusik, marah! Cukup berputar-putar di depanku!". Ujar Mira kepada Doni. Tak lama kemudian, Mira tiba-tiba saja muntah dan langsung memalingkan diri sambil menggenggam sebuah kantong plastik di tangannya. Dia sudah sangat mual, apalagi ketika mencium aroma obat rumah sakit dan sukses membuatnya muntah-muntah.
" astagaa.." ujar lisa.
-
-
-
-
Ikuti terus alur ceritanya ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, vote and rate 5....