My Sweet Ghost Dreanda

My Sweet Ghost Dreanda
Dreanda Bab 31


__ADS_3

"cieeeee"


Baik Sandra maupun Boy langsung menoleh ke arah sumber suara dan mendapati beberapa temannya ada di sana. Mereka semua terlihat tersenyum dan tertawa girang.


"apaan tadi hensom-hensom"


"cieeeee ada yang kasmaran nih"


"hahah, cocok banget"


Beberapa dari mereka mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan aneh untuk Sandra. Bahkan terlihat ada yang mulai bertingkah tidak jelas seakan baru saja menyaksikan adegan romantis. Terlihat Mira, Lisa dan beberapa yang lainnya juga mulai ikut nimbrung dalam obrolan itu.


"ehh apaan sih, nggak lah"


Sandra memilih berjalan menuju tempat penglengkapan panggung yang telah disusun. Dia tidak kuat jika harus meladeni orang-orang yang mulai mengerumuni tadi. Lebih baik dia meninggalkan mereka dan mulai melakukan pekerjaannya.


"ehh Boy, kok lu di tinggal sih"


"hahahah, malu kali"


Beberapa panitia wanita kembali menjahili lelaki bule itu. Lain halnya dengan Sandra, lelaki itu justru lebih menanggapi ocehan-ocehan mengenai dirinya tadi. Sesekali dia tersenyum lalu tertawa bersama dengan yang lain.


Sandra hanya melihatnya sekilas, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang harus segera siap dua menit lagi


******


Acara yang di tunggu-tunggu akhirnya dimulai. Semua mahasiswa baik dari fakultas seni maupun teknologi terlihat berkumpul di halaman kampus yang cukup luas. Para dosen dan pembina lainnya mulai duduk di barisan paling depan, sedangkan untuk seluruh panitia harus segera mengambil tempatnya masing-masing di sekeliling halaman tempat pementasan berlangsung.

__ADS_1


Dari arah kejauhan terlihat seseorang mulai menaiki panggung acara. Dialah Rektor kampus yang akan memberi penghormatan serta membuka acara. Selanjutnya disusul dengan penyambutan oleh pak Tono, selaku ketua pelaksana acara.


" hehehe, mau apa dia"


Ujar Doni sambil berbisik ke arah Lisa.


"hehehe, mana tau"


"dia kayak mau membahas pelajaran saja"


Lanjut Lisa kembali, kemudian menutup mulutnya karena terdengar oleh beberapa mahasiswa lain.


"hahah, sudah kuduga"


Setelah acara penyambutan selesai.


"kalau begini, kenapa gak dari dulu aku masuk jurusan seni ya?"


"ada-ada aja kamu"


Terdengar bisik-bisik beberapa mahasiswa yang terpukau dengan penampilan anggota seni tadi.


Di sisi lain, Sandra terlihat sedang berbincang dengan pak Tono.Tampak Raut wajah pak Tono menggambarkan kebingungan, begitupun dengan Sandra, dia seakan juga ikut merasakan kebingungan dari dosennya itu.


"memangnya bapak taruh kertas itu di mana?"


Tanya Sandra yang berusaha membantu pak Tono.

__ADS_1


"rasanya saya sudah membawanya tadi"


"mungkin saja tertinggal di ruangan bapak, bagaimana kalau saya yang mencarinya"


Tawar Sandra yang sudah tidak sanggup lagi melihat wajah gelisah pria itu.


"ahh terimakasih, tolong bantu saya"


Sandra hanya menangguk dan lekas pergi ke ruangan pak Tono di lantai dua.


Sandra mulai memasuki ruang utama kampus dan langsung menuju lift untuk ke lantai dua, namun sepertinya dia harus membatalkan niatnya ketika melihat Helmi, mantan kekasihnya dulu sedang berdiri menunggu antrian lift. Dari pada menimbulkan rasa ketidak sukaanya, lebih baik dia memilih jalan lain menuju lantai dua, yaitu dengan menaiki tangga.


Tangga yang terlihat senggang itu mempermudah Sandra untuk menaikinya. Tidak butuh waktu lama juga akhirnya dia bisa sampai di lantai dua. Terlihat suasana di sana yang tampak sepi karena sebagian mahasiswa sedang berada di lantai dasar dan halaman kampus.


Sandra mulai melangkah menuju ruang pak Tono yang terletak paling ujung. Baru beberapa langkah, dia dikejutkan dengan suara benda jatuh yang entah berasal dari mana. Alhasil Sandra menghentikan langkahnya dan mulai menyadari jika di tempat ini ada orang lain selain dirinya.


Setelah menunggu beberapa menit suara itu tidak terdengar lagi, dia kemudian mulai menyimpulkan bisa saja itu hanyalah suara tanpa sengaja dari benda yang tidak diletakkan dengan baik, lalu akhirnya jatuh.


Namun, tampaknya Sandra harus menarik kesimpulannya tadi ketika tiba-tiba saja melihat pintu ruang pak Tono mulai terbuka pelan-pelan.


_


_


_


_

__ADS_1


Maaf lama gak update 😫😫😫😫


__ADS_2