
Sandra terbangun di pagi hari. Tubuhnya terasa lebih segar dan pikirannya juga lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dia bersyukur karena pagi ini terasa sangat jauh berbeda dari pagi-pagi sebelumnya, dimana dia harus banyak kehilangan air mata ketika terbangun dari tidur, dan menjalani aktivitas dengan kurang semangat. Namun ternyata semua itu tidaklah berlaku untuk hari ini.
Gadis itu beranjak dari kasurnya dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian terdengar guyuran air dari dalam sana diiringi senandung kecil yang sedikit berirama. Seperti pemilik di dalam sedang merasa bahagia saat ini.
Tidak butuh waktu lama, Sandra keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan baju handuk. Tangannya berusaha mengeringkan rambut pendeknya yang terurai basah, sesekali tercium aroma wangi sabun yang begitu segar dari arah Sandra.
"uhhh dingin"
Desahnya sambil menggigil.
Diambilnya beberapa jenis pakaian dari dalam lemari beserta jas almamater kampusnya untuk dipakai. Hari ini Sandra akan menjalankan tugasnya sebagai ketua keamanan dalam acara kesenian universitas.
****
Sandra keluar dari kamar berpas-pasan dengan Adel, anak itu terlihat sudah siap dengan setelan baju pramukanya beserta topi dan tongkat yang setinggi Sandra. Sekilas anak lelaki itu mirip tokoh dalam film kartun yang pernah diputar di bioskop.
"hai cantik, wangi banget deh"
Sapa Adel dengan mimik wajah menggoda, hampir muntah Sandra melihat kelakuan anak pamannya itu. Dari mana dia belajar cara menggoda wanita?
"heh bocah, pergi sana"
Usir Sandra gemas.
"galak banget jadi cewek"
Adel mulai mengejeknya dengan mimik wajah yang dibuat-buat.
"apaan sih, biarin!"
"nah kan galak lagi. Pantas jomblo, gak ada yang mau!"
"APAA?"
Sandra berlari mengejar Adel yang telah mendahului. Mereka berlari-larian di antara ruang tamu, dapur, bahkan halaman belakang. Adel yang terus berusaha menghindar dan Sandra yang selalu gagal menangkap anak kecil yang telah membuatnya marah. Bisa-bisanya dia di katakan jomblo karena tidak ada yang mau. Yaa walaupun sebenarnya itu benar, tapi Sandra tidak akan mau mengakuinya.
"hei sini kamu, kemari lahh bocah"
__ADS_1
"huhuhu, aku tidak mau, weeek"
Adel berlari ke arah dapur, tanpa sengaja dia menabrak pak Hamid yang kebetulan akan keluar melihat mereka.
"Aduhhh"
Ucap keduanya ketika saling bertabrakan. Melihat hal itu, Sandra tertawa singkat sebelum Adel kembali melihat ke arahnya dengan memasang senyum miring.
"pamaaan, lihat dia mau pukul Adel"
Adu anak itu sambil berlindung di belakang ayah Sandra yang di panggilnya paman.
"Sandra, sudah cukup main-main. Sekarang masuk dan sarapan"
Ujar ayah kemudian masuk beserta Adel yang mengikutinya dari belakang.
"sial, anak itu"
Sandra menghentak-hentakkan kakinya tanda kesal karena kalah dari siasat Adel.
_Di kampus_
"lah baru muncul?"
Ujar salah satu anggota keamanan.
"heheh, maaf boy. Anak-anak mana?"
Sandra melirik ke arah sekitar lapangan, dia tidak menemukan anggota timnya yang lain.
"mereka di ruang lab, beberapa peralatan panggung sepertinya kurang, jadi mereka mengambilnya di sana"
Jelas laki-laki yang mirip bule itu.
"ohh oke, thanks ya"
Sandra berlari menuju ruang lab yang dimaksud lelaki tadi, namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika baru menyadari sesuatu. Dia langsung berbalik dan mendapati pria bule itu masih berdiri di sana.
__ADS_1
"kamu? Gak ikut?"
Lelaki itu langsung menoleh ketika mendengar pertanyaan Sandra, dia terlihat menimbang ajakan itu. Namun beberapa saat kemudian akhirnya dia memilih menerimanya dan berjalan beriringan dengan Sandra.
Mereka berjalan santai memasuki karidor kampus yang cukup ramai, beberapa mahasiswa terlihat melirik ke arah mereka. Beberapa di antaranya juga bebisik, lalu tersenyum girang seakan baru saja membicarakan hal yang begitu mendebarkan.
"ada apa dengan mereka"
Tanya Sandra sambil tetap meluruskan pandangannya ke depan.
"entahlah, mungkin membicarakan tentang kita"
Ujar Boy, lelaki itu terlihat tidak senang dengan pandangan mata-mata mahasiswi yang seakan menelannya bulat-bulat.
"hahah, kamu kali"
Sandra menoleh lalu tertawa.
"why me?"
Ujar lelaki bule itu bingung.
"heeemm, because you are handsome"
Jawab Sandra kemudian tersenyum lebar. Tanpa sadar mereka sudah berada di depan ruangan lab dengan pintu yang terbuka, memperlihatkan beberapa orang di dalam sana menatap mereka dengan senyum-senyum.
"ekheeemmm"
-
-
-
-
Tinggalkan kesan manisnya ya say 😍😍😍😍
__ADS_1