
Setelah kembali dari ruang dosen. Mira, Sandra dan Doni memilih bersantai di lapangan yang tidak jauh dari kampus. Tempat itu terlihat indah karena ditanam beberapa bunga mawar dan melati di sekelilingnya. Di sana juga terdapat air mancur yang letaknya tepat di tengah-tengah lapangan.
Di pinggir lapangan, banyak sekali pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam jajanan kesukaan anak-anak. Seperti cilok, siomay, kembang gula, dan berbagai jajanan lainnya. Tidak hanya anak-anak, remaja bahkan orang dewasa juga menyukai jajanan tersebut.
Dari kejauhan, terlihat Mira kembali dengan beberapa kantong di tangannya. Dia bermaksud untuk membeli beberapa makanan untuk Sandra, juga Doni yang sudah baik hati membayar makanan mereka tadi siang.
"nihh"
Ujar Mira sambil menyerahkan sekantong makanan untuk Doni yang sedari tadi asik merepet sendiri.
"nahh gitu dong"
Ucap Doni mengambil makanannya cepat.
"alahhh kamu. Ehh San nih es krim, kamu mau kan?"
Sandra menoleh sebentar dan mengambil es krim coklat di tangan Mira sambil tersenyum.
"terima kasih"
Tanpa menunggu lama Sandra langsung menikmati es krimnya agar tidak keburu mencair. Dia tidak banyak bicara dan terus menikmati makanannya sambil sesekali menatap beberapa anak kecil yang sedang berlarian.
Mira dan Doni hanya menatapnya dalam diam, mereka saling melirik seakan ingin mengatakan sesuatu. Namun akhirnya memilih diam dan melupakan ketika melihat Sandra mulai bangkit dari duduknya sambil membereskan tasnya.
"sudah sore, aku duluan ya Mir, Doni"
Ujar Sandra menatap Mira dan Doni bergantian.
"ehh tapi..."
"iya Mir, sampai ketemu besok"
Potong Mira kemudian melambaikan tangannya.
"ada apa dengan dia"
Bisik Doni ketika Sandra sudah jauh dari tempat mereka.
"entah"
__ADS_1
******
Hai
Merindukan aku?
"Dree?"
Sandra merasa bahagia ketika melihat Dreanda berdiri di balik jendelanya. Dia langsung bergegas menuju jendela untuk membukanya. Namun begitu jendela terbuka tidak ada Dreanda di sana, semuanya terlihat kosong.
Sandra termenung, kemudian menutup kembali jendelanya rapat-rapat. Hari ini pikirannya sangat kacau, dia terus saja mengingat kejadian yang dialaminya tadi siang. Sesuatu yang sangat kuat berusaha membawanya dalam waktu yang lain. Dia tidak tau itu apa, tapi yang jelas dia akan mencari tahu tentang hal itu.
"Dreee, kamu kemana sih?"
Bisik Sandra lemah, sambil menggenggam setangkai bunga melati yang mulai layu.
Dibawanya tangkai kering itu ke ruang tamu dan diletakkan di dalam vas yang berisi air.
"semoga kembali segar"
Ucap gadis itu sambil tersenyum. Kemudian berlalu masuk ke dalam kamar. Tanpa dia ketahui, sepucuk bunga melati terlihat tumbuh dan mekar dengan cepat, hanya dia satu-satunya bunga yang begitu sempurna diantara bunga-bunga lain yang telah layu.
Aku di sini
Sekilas Sandra mendengar suara bisikan dekat dengan jendelanya. Namun dia tidak peduli karena mengingat bisa saja dia kembali berhalusinasi. Namun suara itu semakin terdengar seiring dengan suara ketukan di kaca jendela.
Sandraa
Aku di sini
Dipandanginya Dreanda dengan tatapan senang sekaligus sedih. Senang Karena Dreanda kembali menemuinya seperti hari-hari lalu. Namun hal lain yang membuatnya sedih adalah karena perasaan yang dibuatnya sendiri, seharusnya dia tahu jika keinginan ini tidak bisa terus dibiarkan ada. Dia sadar bahwa mereka berbeda.
Tidak seharusnya dia terus mengharapkan pemuda itu untuk selalu berada di sampingnya, walaupun sebagai seorang teman. Dia takut hal lain yang lebih mengerikan menjeratnya dalam ikatan dengan makhluk di depannya ini.
Sandraa, ayo main. Aku ingin menjakmu ke suatu tempat, pasti kamu suka.
Dreanda terus berkata sambil menatap sandra dengan tatapan sendunya. Mendengar hal itu, ingin Sandra menolak dengan tegas jika dia tidak akan pergi ke manapun dengan pemuda itu lagi, namun semua itu seakan begitu berat untuk diucapkannya.
Sandra terdiam, lalu mengangguk memberi isyarat jika dia ingin pergi dengan Dreanda. Sekilas pemuda itu tersenyum menatap gadis di depannya. Dia tau jika gadis kesukaannya itu sedang tidak baik-baik saja. Dia ingin memberi sedikit hiburan malam ini.
__ADS_1
"kemana"
Tanya Sandra mengambil sweater nya.
Kemanapun yang kamu mau
Sandra menutup matanya. Rasanya begitu aneh ketika Dreanda dengan mudah mengatakan untuk membawanya kemanapun dia mau. Tapi apa yang dia inginkan sekarang? yang di inginkan hanya tetap bersama dengan pemuda itu dalam waktu yang lama.
"aku tidak tau"
Bisik Sandra sambil menundukkan wajahnya. Semenit kemudian dia terlihat senang dan tersenyum sambil menatap Dreanda yang terlihat bingung.
"Danauu, yaa aku ingin ke sana"
Pekik Sandra kegirangan.
Pemuda itu bahagia melihat gadisnya kembali ceria dan menginginkan sesuatu. Sungguh apapun akan dilakukannya demi mewujudkan keinginan Sandra. Apapun itu walaupun itu dapat membahayakan dirinya sendiri.
Baiklah tuan putri... Ayo kita pergi
Dreanda berdiri di belakang Sandra sambil memeluknya. Mereka terlihat begitu bahagia dan sempurna sebagai seorang teman yang beda dunia. Namun mereka tidak sadar jika sebuah ikatan yang lebih berbahaya sedang mengintai dan akan menjerat mereka kapan saja.
-
-
-
-
-
-
-
Dukung terus karya ini ya.
Bantu like, vote dan rate 5 nya ya...
__ADS_1