
Sandra terbangun dari tidurnya setelah beberapa kali mengalami mimpi buruk. Kepalanya pusing, dan nafasnya terasa sesak. Dia berusaha mengatur nafasnya sambil bersandar di penyangga kasur. Sampai akhirnya keadaan benar-benar normal dia baru bisa membuka mata dan melihat ke sekeliling ruangan yang tampak gelap.
Sandra bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah saklar untuk menghidupkan lampu. Namun beberapa kali di tekan, lampu tidak juga menyala. Akhirnya Sandra memilih duduk kembali di tempat tidur sambil meraba-raba dalam kegelapan. Semakin lama udara di kamar semakin terasa panas, keringat mulai bercucuran keluar dan membasahi bajunya.
Sandra bermaksud ngambil handphone untuk menyalakan cahaya. Dia berusaha mengingat dimana dia meletakkannya tadi sepulang dari rumah Mira. Tapi benda pipih itu tidak bisa di carinya dalam keadaan yang begitu gelap. Akhirnya dia memilih untuk kembali tidur sambil menahan rasa panas yang terus terasa.
Ketika matanya hampir tertutup, Sandra seperti melihat bayangan seseorang yang berdiri tepat di depan cermin. Terlihat Seperti wujud seorang laki-laki yang berdiri membelakangi. Sandra merasa takut dengan apa yang dilihatnya, bisa saja itu adalah makhluk halus yang suka mengejutkan siapa saja.
Sandra terus berusaha mengusir makhluk itu dengan beberapa mantra. Dia yakin jika itu bukanlah manusia karena jika benar dia manusia, seharus dia sudah ada sejak tadi ketika Sandra berjalan ke tempat itu untuk menyalakan lampunya.
Sosok misterius dalam kegelapan itu masih berdiri di tempatnya tanpa pernah membalikkan arah. Hal itu sedikit membuat Sandra merasa lega, karena dia takut jika sosok itu berbalik arah, maka dia akan menampakkan wajahnya yang mungkin saja terlihat buruk.
Tiba-tiba saja, udara di sekitar Sandra mulai sejuk. Sandra sangat merasa lega dengan suasana di kamarnya. Dia tidak harus menahan panas seperti tadi ditambah dengan kehadiran sosok pengganggu. Tanpa sengaja Sandra mencium aroma melati yang begitu halus. Sangat halus seakan-akan bau itu datang dari jauh dan membawanya ke kamar ini.
__ADS_1
Sandra terus mengendus-endus aroma wangi yang begitu dirindukannya selama ini. Dia berusaha mencari sumber bau yang begitu menggoda. Seketika kemudian dia akhirnya sadar jika aroma itu berasal dari seseorang yang masih terus membelakanginya sejak tadi.
Gadis itu merasakan getaran yang aneh ketika mulai berjalan ke arah lelaki itu. Aroma melati semakin kuat terasa ketika jarak dia dengan sosok itu semakin dekat. Tanpa sadar dalam kegelapan malam itu, Sandra mencoba meraba bahu dari orang di depannya. Begitu jari-jemarinya tersentuh dengan pundak lelaki itu, seketika saja dia langsung berbalik dan menampakkan wajahnya.
"ka-kau? Dree?"
Ujar Sandra ketika dia bisa melihat wajah itu walaupun dalam keadaan remang-remang. Dia yakin jika yang dilihatnya adalah nyata. Dreanda ada di depannya.
Gadis itu merasa sangat terkejut ketika melihat seseorang yang beberapa waktu lalu tidak pernah ditemuinya. Air mata itu kembali jatuh, namun bukan lagi air mata kesedihan. Tapi ini semua menggambarkan sebuah kebahagiaan. Sandra akhirnya jujur pada hatinya jika dia begitu sangat menginginkan Dreanda.
Namun tiba-tiba, Dreanda melepaskan pelukan Sandra dengan paksa dan mendorongnya hingga terjatuh ke atas kasur. Sandra merasa sakit ketika sikunya menyenggol penyangga kayu tempat tidur. Tapi itu bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan sakit hati karena Dreanda memperlakukannya sedemikian rupa.
"kenapa Dree?"
__ADS_1
Tanya Sandra ketika melihat Dreanda memegang kepalanya. Pemuda itu terlihat kesakitan dan terus berteriak keras sambil menunduk. Sandra merasa takut sekaligus khawatir dengan keadaan Dreanda.
Pemuda itu masih berteriak dan mengadu kesakitan. Sandra berlari ke arah Dre untuk menenangkannya. Namun seketika saja Dreanda semakin menjauh dan terasa begitu lama untuk mencapainnya. Sandra terus saja berlari dalam kegelapan untuk menggapai pemuda itu.
Dreanda terlihat begitu jauh seakan-akan waktu membuatnya mundur dan berusaha menariknya dalam lubang kegelapan. Sandra masih terus mengejar Dre sambil meneriakkan namanya. Berharap pemuda itu tersadar dan lepas dari jeratan yang menariknya pergi. Namun segala usahanya sia-sia. Dreanda menghilang ditelan malam, meninggalkan dentuman keras yang begitu besar.
"Dreeeee"
-
-
-
__ADS_1
-
Tinggalkan kesan manisnya ya say