MY SWEETIE BOYFRIEND

MY SWEETIE BOYFRIEND
HONEYMOON


__ADS_3

Dion menarik Diki agar menjauh dari Dila serta anak menantunya. Pria itu perlu bicara masalah yang menyangkut ke ranah pribadi.


"Dik ... cara supaya istri puas bagaimana?" bisik Dion tanpa malu.


Diki terkekeh geli. "Apa?"


"Jangan tertawa," bisik Dion sembari melirik istrinya yang tengah berbincang bersama Anna, Maya serta Reyhan.


Saat ini Dion dan Dila tengah menunggu keberangkatan mereka menuju Inggris, sesuai keinginan Dion yang ingin berbulan madu ke sana.


"Bukannya kamu sudah kuberi minum jamu?" Diki berucap dengan menahan rasa tawa.


"Dila sangat agresif. Aku kewalahan." Dion geleng-geleng kepala. "Hebat pokoknya."


Diki tercengang dengan bibir sedikit terbuka mendengar apa yang diutarakan oleh sahabatnya.


"Tutup bibirmu itu, enggak takut lalat masuk apa?" kesal Dion.


"Kamu tahu sendiri, mama Dila sangat berpengalaman. Kamu tidak boleh kalah, Dion," ucap Diki memberi semangat. "Terus minum jamu, seafood dan jangan lupa olahraga. Kamu baru pertama, nanti juga terbiasa dan pasti mama Dila bakal tunduk padamu," jelas Diki. "Kalau kamu mau jelasnya lagi, tanya saja pada Reyhan. Secara dia mantan casanova," kata Diki menambahkan.


"Masa tanya pada Reyhan. Bapak bertanya pada anaknya, yang benar saja. Yang ada anak bertanya pada bapaknya," ujar Dion.


"Sok tua kamu," sahut Diki bernada kesal.


Keberangkatan Indonesia-Inggris sudah tiba. Dila serta Dion berpamitan pada anak, serta menantu mereka.


"Semoga selamat sampai di tujuan, Ma, Pa," ucap Anna.


"Terima kasih, Sayang," balas Dila.


"Kita berangkat, nanti akan kami kabari jika sudah sampai Inggris," sela Dion.


"Kami tunggu," jawab Reyhan.


Dion memeluk Reyhan, bergantian dengan Diki, lalu kedua menantunya Anna dan Maya yang sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga Reyhan.


Keduanya melambaikan tangan perpisahan, lalu berjalan menuju gate keberangkatan. Reyhan serta lainnya kembali pulang setelah mengantar kedua orangtua mereka.


"Semoga mama dan papa segera diberi kebahagian," celetuk Anna.


Dahi Reyhan berkerut. "Maksudnya?"


"Semoga mama bisa mengandung lagi," jawab Anna.


"Memang bisa?" sahut Diki.


"Bisa selagi masih subur," sela Maya.


"Semoga," sahut Reyhan.

__ADS_1


...****************...


Dion langsung terbaring di tempat tidur, ia begitu lelah karena perjalanan selama kurang lebih tujuh belas jam. Dila juga ikut merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


"Tempat tidurnya sempit," kata Dila.


"Yang sempit itu enak, Sayang. Kita bisa berpelukan terus," sahut Dion.


"Itu maunya kamu." Dila menepis tangan Dion yang hendak memeluknya.


"Kamu juga mau, kan?" Tangan jahil Dion merambat ke arah-arah sensitif sang istri. "Sayang ... kita karaokean, yuk."


"Ish ... enggak tahu tempat. Nanti kedengaran bagaimana?" tanya Dila dengan kesalnya.


"Biarkan saja. Namanya juga pengantin baru. Lagian ini di luar negeri, Sayang."


"Tapi tetap saja harus berperilaku sopan," protes Dila.


Dion menghela napas. "Jadi bagaimana?"


"Pikir saja sendiri. Kan kamu mau tinggal di apartemen ini." Dila mengerutu. "Kayak enggak punya uang saja."


Dila masih tidak mengerti mengapa Dion ingin tinggal di apartemen sederhana ini, bukankah pasangan pengantin baru akan menyewa sebuah hotel berbintang atau berlibur ke pulau pribadi.


Dion mendelik mendengar perkataan istrinya. "Bukan begitu, Sayang. Aku ingin membuat kenangan di tempat ini. Kamu pernah bilang, jika ini adalah tempatmu yang penuh dengan kenangan, dan aku ingin masuk ke dalam kenangan itu."


"Iya ... beberapa hari ini kita di sini dulu. Setelah itu baru kita melakukan liburan yang sesungguhnya," jelas Dion.


Dila jatuh di atas tubuh suaminya. "Aku kira kamu memang pelit."


Dion tertawa. "Mana mungkin. Untuk istriku ... akan aku lakukan apa pun. Ke negeri mana pun yang ingin kamu kunjungi, kita akan pergi."


Dila mengeratkan pelukannya. "Makin sayang."


"Cinta tidak?" tanya Dion.


"Cinta banget," jawab Dila.


"Karaokean yuk," ajak Dion.


Sebuah cubitan Dila berikan di perut Dion. Suaminya menjadi nakal karena sekali merasakan nikmat bibir Dila, membuat pria itu menjadi ketagihan.


"Di kamar mandi saja," kata Dila.


"Boleh juga ... sekalian kita mandi." Dion membawa Dila dalam gendongannya menuju kamar mandi. Di dalam sana mereka asik berkaraoke, dan saling bermain adegan makan es krim.


...****************...


Setelah melewati beberapa hari di apartemen Dila, dan berhasil membuat penghuni di sana terganggu dengan suara-suara yang tidak dapat dijelaskan, Dion dan Dila melakukan perjalanan keliling eropa.

__ADS_1


Kamar mewah khas hotel berbintang menjadi tempat tinggal mereka selama berada di Venesia Italia.


"Sayang ... ayo bangun. Kita jalan-jalan." Dila menguncang tubuh Dion agar pria itu bangun.


"Masih ngantuk, Sayang." Dion mengeratkan guling ke dalam pelukannya.


"Selama liburan kita di kamar terus, kapan jalan-jalannya?" Dila seakan kesal karena Dion mengurungnya di dalam kamar terus menerus.


Dion membuka mata dan menatap wajah istrinya. "Pengantin baru memang tinggalnya di dalam kamar terus, Sayang. Namanya juga bulan madu."


"Kita beli oleh-oleh buat anak-anak. Ayo ... kita pergi keluar."


"Anak-anak sudah besar. Apalagi Reyhan ... tinggal telepon, barang dari italia langsung datang," sahut Dion seraya kembali memejamkan matanya.


Dila mengembuskan napas pasrah. Ia sudah bersabar menuruti kemauan Dion, tetapi suaminya tidak mengerti akan kehendak yang ia inginkan.


Suaminya terlihat kembali memejamkan mata. Dila bangkit dari sisi tempat tidur, lalu melangkah menuju balkon kamar. Ia hanya bisa menatap keindahan Venesia dari tingginya kamar hotel.


Satu pelukan hangat membuat Dila kaget. Suaminya memeluk tubuhnya sembari mendaratkan beberapa kecupan kecil di ceruk jenjang.


"Aku mandi dulu. Kamu bersiaplah," kata Dion.


Dila memutar tubuh menghadap Dion. "Beneran mau jalan?"


"Iya," jawab Dion.


Dila melepas pelukan suaminya dan bergegas membuka lemari dan berganti pakaian. Ia juga menyiapkan pakaian ganti untuk Dion, selagi pria itu berada di dalam kamar mandi.


...****************...


"Ini apa?" tanya Dila.


"Ini namanya gondola, Sayang. Perahu dayung khas Venesia," jawab Dion.


"Itu aku tahu. Tetapi kenapa berbeda dari yang lain. Ada banyak bunga dan juga tulisan-tulisan romantis." Dila menutup wajah dengan kedua tangan. "Aku sangat malu kalau kamu memperlakukanku secara romantis."


"Jangan malu. Ini ... pakai topi ini." Dion memakaikan Dila topi bundar, lalu mengajak istrinya naik ke atas gondola yang sudah dihias aneka bunga.


"Jadi kamu sengaja mengulur waktu karena ingin menyiapkan ini semua?" tanya Dila.


Dion mengangguk. "Iya ... ini semua untukmu."


Pandangan mereka bertemu. Topi yang Dila kenakan diturunkan hingga menutupi wajah keduanya. Di dalam sana bibir Dila dan Dion saling bertaut satu sama lain.


Sang Gondolier mengeluarkan suara indahnya, dan membuat suasana semakin romantis. Tidak lupa moment kebersamaan mereka, Dion abadikan dalam sebuah foto.


Bersambung.


Dukung Author dengan vote, like dan koment.

__ADS_1


__ADS_2