Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 11


__ADS_3

Jero masih memburu Sky untuk menjelaskan apa maksud ucapannya tersebut.


"Bia? Bia siapa, Sky?" tanya Jero.


Sky yang saat itu sudah berada di basement dan hendak berjalan menuju mobilnya terparkir, langsung bersuara.


"Gue telepon lagi nanti." 


Tut.


Alih-alih menjawab pertanyaan Jero, Sky justru langsung mematikan panggilan telepon sang sahabat. Tentu saja hal itu membuat Jero langsung misuh-misuh di seberang sana.


Sky langsung menjalankan kendaraannya menuju rumah. Sepanjang perjalanan, otaknya mulai memikirkan ucapan Jero. Memang benar jika selama ini Sky lebih sering direcoki Jane jika sedang berada di Indonesia.


Sebenarnya, siapa sih Jane itu? Janneth Bharata dalah putri pertama rekan kerja daddy Sky, Doni Bharata. Dulu, saat daddy Sky sedang mendapat kesulitan karena perusahaan yang baru saja dirintisnya mengalami masalah, Doni Bharata yang membantu daddy Sky. 


Doni membantu mengenalkan daddy Sky kepada teman-temannya yang memang nama Doni sudah lebih banyak dikenal oleh para pengusaha saat itu. Sejak saat itu, nama daddy Sky semakin terkenal. Dan rupanya, hal itu yang menyebabkan Doni berambisi untuk membuat putrinya menikah dengan Sky.


Sesampainya di rumah, kedua orang tua Sky juga masih belum ada. Mereka menghadiri acara amal untuk sebuah yayasan kanker.


Sky segera beranjak menuju kamar dan segera membersihkan diri. Setelahnya, dia segera menghubungi Jordan, sang asisten pribadi, yang saat ini sedang berada di Jakarta untuk mengurus segala keperluan Sky bekerja di Jakarta. Ya, Sky memang tengah mengelola proyek baru di Jakarta. Mau tidak mau, dia akan stay lama di sana. Semua aktivitas pekerjaan Sky di luar negeri, akan di handle dari Jakarta. Sky hanya akan ke luar negeri jika ada urusan pekerjaan yang memang mengharuskannya pergi.


"Selamat sore, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" ucap Jordan begitu panggilan teleponnya terhubung.


"Jo, aku akan mengirimkan foto seseorang. Aku butuh semua data dari orang tersebut. Kirimkan data orang ini secepatnya," ucap Sky.


"Baik, Tuan."


Jordan memang menjadi tangan kanan Sky. Setelah Jimmy, ayah Jordan, yang menjadi tangan kanan daddy Sky, kini giliran Jordan yang menjadi tangan kanan putranya. Sejauh ini, kinerja Jordan sangat baik. Dia sudah bekerja dengan daddy Sky selama dua tahun, dan bekerja dengan Sky hampir lima tahun lamanya.


Sedikit banyak Jordan sudah mengetahui karakter Sky dan keluarganya, terutama sang daddy.


Malam itu, Sky menunggu kedua orang tuanya untuk makan malam bersama. Kesempatan berkumpul lagi, mungkin akan terjadi sekitar satu atau dua minggu ke depan. Esok hari Sky akan bertolak ke Jakarta, sedangkan orang tua Sky akan ke China.


Sementara itu di Jakarta, Bia sedang memasak tumis kangkung saus tiram lengkap dengan tambahan udang. Jangan lupakan tempe goreng dan kerupuk rambak kesukaan Bia. Hhmmm, meskipun sederhana, namun masakan seperti itu lah disukai oleh Bia.


Setelah selesai menyantap makan malamnya, Bia bergegas menyelesaikan pekerjaannya dan mengevaluasi apa yang harus dibenahi sebelum esok hari dirapatkan. Hingga menjelang pukul sebelas malam, Bia sudah menyelesaikan pekerjaannya. 

__ADS_1


Sebelum tidur, Bia membuka grup yang berisikan teman-teman satu divisinya yang perempuan. Mereka banyak membicarakan adanya pergeseran beberapa posisi yang sedang dilakukan oleh kantor.


Pukul sepuluh malam, Sky mendapatkan email dari Jordan yang berisikan biodata Bia. Ya, Sky memang meminta Jordan untuk mencari tahu identitas Bia. Dia juga mencoba untuk menganalisis mengapa Bia bisa digosipkan dengannya. Namun, sejauh ini Sky masih belum menemukan alasan tersebut.


Sky sedikit terkejut saat mengetahui jika Bia bekerja di perusahaan keluarga Bastian. Sebenarnya, Sky juga mempunyai beberapa saham di sana meskipun tidak besar. 


Sky mulai memikirkan sebuah rencana untuk mencegah si Jane mengusiknya lagi. Dia sudah benar-benar lelah saat Jane selalu memepetnya selama bertahun-tahun. 


Meskipun jam sudah menunjukkan hampir tengah malam, namun hal itu tidak mengurungkan niat Sky untuk menghubungi Bastian, sang sahabat.


Tut tut tuuttt.


Panggilan telepon Sky masih belum mendapatkan respon. Hingga sampai pada panggilan ketiga, Bastian baru mengangkatnya.


"Ada apa Sky?" tanya Bastian di seberang sana. Terdengar suara dentuman musik yang sangat keras. Bisa dipastikan, saat ini Bastian tengah berada di sebuah klub malam.


"Gue ada perlu, Bas."


"Apa?" Saking kerasnya suara musik, Bastian sampai tidak mendengar ucapan Sky. "Lo ngomong apa, Sky?"


Sky berdecak kesal. Dia berpikir akan sangat percuma jika dia tetap menghubungi Bastian saat itu. Oleh karenanya, Sky memutuskan panggilan telepon dan mengirimkan sebuah pesan kepada Bastian.


Begitu membaca pesan Sky, Bastian segera bergegas menuju ruang pribadinya di klub tersebut. Jangan heran jika Bastian sampai punya ruangan pribadi di sana. Hal itu terjadi karena Bastian memang menjadi pelanggan VVIP di sana dan berhak mendapatkan fasilitas mewah yang ditawarkan.


Bastian segera menghubungi Sky begitu sudah berada di ruangan pribadinya.


"Hallo, Sky. Ada apa?" tanya Bastian setelah panggilan teleponnya tersambung dengan Sky.


"Gue butuh bantuan lo."


Kening Bastian berkerut saat mendengar ucapan Sky. Dia masih diam ketika Sky kembali bersuara dan mulai menjelaskan keinginannya. Setelah cukup mengerti, Bastian pun menyetujui permintaan Sky karena memang dia sanggup melakukannya.


Keesokan hari, Bia sudah bersiap-siap untuk ke kantor. Dia memang sengaja berangkat agak lebih pagi agar bisa sarapan bubur ayam yang dijual di belokan sebelum kantornya berada. Jika Bia berangkat seperti biasa, bisa dipastikan bubur ayam tersebut akan ludes habis terjual.


"Mang, bubur ayamnya satu, ya." Bia segera memesan ketika masih ada dua orang pembeli disana.


"Baik, Neng. Tunggu sebentar."

__ADS_1


Tak sampai lima menit kemudian, pesanan Bia sudah selesai. Dia langsung membayarnya dan bergegas melanjutkan perjalanan menuju kantor. 


Sebelum jam kantor mulai, Bia menyempatkan untuk sarapan bubur. Dia memang sudah biasa membawa bekal buatannya sendiri ke kantor ataupun membeli sarapan di perjalanan menuju kantor.


Hari itu, pekerjaan Bia dan tim berjalan dengan lancar. Semua target sudah hampir rampung diselesaikan mereka. Hingga setelah jam makan siang, tiba-tiba Bia mendapatkan panggilan dari atasannya langsung, bu Sonia. Bia dipanggil untuk menghadap bu Sonia di ruangannya.


Tok tok tok.


Bia mengetuk pintu ruangan atasannya tersebut. Dan, setelah mendapat ijin, Bia segera beranjak masuk.


"Selamat siang, Bu," sapa Bia begitu sudah ada di depan meja bu Sonia.


"Siang, Bi. Duduk dulu. Ada yang harus aku sampaikan ini kepadamu."


Bia mengangguk dan segera menarik kursi yang berada di depan meja bu Sonia. Dia memposisikan diri senyaman mungkin untuk mendengar apa yang akan disampaikan oleh atasannya tersebut.


"Begini Bi, seperti yang kamu ketahui, perusahaan sedang mengadakan beberapa pergeseran untuk beberapa posisi. Dan, sepertinya kali ini kamu akan ikut terjaring."


Kedua bola mata Bia langsung membulat saat mendengar ucapan bu Sonia. Terkejut pastinya. Pasalnya, biasanya pergeseran posisi akan terjadi untuk jabatan-jabatan strategis. Namun, entah mengapa kali ini pergeseran justru menimpanya yang hanya merupakan staf karyawan biasa?


"Saya, Bu? Kok bisa?" tanya Bia yang tidak bisa menyembunyikan kebingungannya.


Sebenarnya, bu Sonia sendiri juga bingung mengapa Bia bisa ikut terjaring. Namun sebagai bawahan, bu Sonia sendiri juga tidak bisa melakukan apa-apa.


"Untuk hal itu, jujur aku sendiri juga tidak tahu, Bi. Hanya saja, surat perintah pemindahan kamu sudah ditandatangani langsung oleh pak Bastian."


Lagi-lagi Bia ternganga mendengar penuturan bu Sonia. Entah mengapa pak Bastian harus turun tangan sendiri untuk pemindahannya kali ini. Padahal, biasanya untuk urusan staf karyawan biasa sepertinya itu, hanya di sampai pada tingkat atasan Bia langsung, yaitu bu Sonia.


"Hah? Pak Bastian langsung, Bu? Kok bisa?" Akhirnya Bia bertanya karena penasaran.


Bu Sonia menghela napas beratnya sebelum menjawab pertanyaan Bia.


"Tentu saja bisa, Bi. Kamu akan pindah ke perusahaan Vinson Group."


"Apa?!"


🌹

__ADS_1


Tbc


__ADS_2