Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 19


__ADS_3

Seperti sudah diprediksi sebelumnya, Sky mendapatkan dua penghargaan malam itu. Bia yang memang tidak mengetahui hal itu, benar-benar terkejut. Dia yang selama ini hanya bisa menonton acara penghargaan dari televisi, kini bisa ikut hadir di tempat acara. Benar-benar tidak bisa diprediksi kejadian yang dialaminya itu.


Sky langsung turun dari podium setelah menerima penghargaan yang kedua. Tak lupa pada sambutannya tersebut, dia juga menyelipkan nama Bia untuk meyakinkan publik jika memang mereka memiliki hubungan.


Selama acara berlangsung, Sky berusaha bersikap hangat terhadap Bia. Ponsel Sky juga tak berhenti berdering karena banyaknya pesan yang masuk. Siapa lagi jika bukan Bastian dan Jero pelakunya. Mereka memberikan banyak sekali instruksi kepada Sky.


Sementara itu, di meja Jane tengah terjadi ketegangan. Apalagi jika bukan perdebatan Jane dan sang mama. Orang tua Jane benar-benar terobsesi menjadikan Sky sebagai menantunya. Eh karena itu, mereka sangat gencar sekali menyuruh Jane untuk terus memepet Sky.


"Pokoknya, lakukan hal itu dengan segera. Mama dan papa nggak mau tau, kamu harus berhasil. Jika perlu, minta bantuan Harun untuk melancarkan aksimu," bisik mama Jane.


"Ma, ini terlalu beresiko. Jika ketahuan, bisa-bisa bukan hanya aku yang menanggung malu. Papa dan mama juga pasti akan menanggung malu." Jane tak kalah berbisik.


Beruntung meja yang ditempati hanya ada mereka berdua. Papa Jane berhalangan hadir malam itu karena masih ada pekerjaan di Kalimantan.


"Susun rencana sematang mungkin. Jangan sampai ada celah sedikit pun. Mama bantu kamu deketin mommy nya Sky."


Jane masih menatap ke arah Bia dan Sky. Ekspresi marah dan kesalnya benar-benar tidak berkurang sedikit pun. Bahkan, semakin bertambah saat melihat sikap Sky terhadap Bia.


Menjelang pukul sepuluh malam, acara sudah selesai. Sky memutuskan untuk segera beranjak dari tempat tersebut. Dia tidak mau terlalu lama di sana dan harus bertegur sapa dengan yang lainnya. Sebenarnya, Sky bukan termasuk orang yang tertutup dengan para pengusaha. Hanya saja, Sky benar-benar muak jika harus berhadapan dengan para penjilatt.


Sky langsung menarik Bia menuju mobilnya yang sudah disiapkan oleh petugas. Dia bahkan menghindari banyak wartawan yang hendak meminta beberapa patah kata dari Sky. Seperti biasa, Sky benar-benar tidak menanggapi pertanyaan para pencari berita tersebut.


Sky sengaja mencari keberadaan Bastian dan juga Jero sebelum beranjak. Namun, mereka berdua ternyata sudah lebih dulu meninggalkan lokasi. Mau tidak mau, Sky terpaksa mengantarkan Bia pulang. Tadi Sky sempat berpikir untuk meminta bantuan Jero ataupun Bastian untuk mengantar Bia.

__ADS_1


"Dimana rumahmu?" tanya Sky beberapa saat setelah mobil yang dikemudikannya keluar dari lokasi.


"Ehm, di daerah dekat stasiun, Pak."


Sky menoleh sekilas ke arah Bia sebelum kembali bersuara.


"Kamu ngekos?"


Bia menggelengkan kepala sekilas. "Bukan, Pak. Saya ngontrak disana."


Sky tidak memberikan tanggapan apapun selain sebuah cebikan kecil pada bibirnya. Sementara itu, Bia sudah benar-benar merasa sangat lapar. Beberapa kali Bia memegangi perutnya yang terasa melilit karena cacing-cacing di sana minta di isi.


Bia terakhir makan adalah saat makan siang tadi bersama dengan Zidan. Mereka juga tidak makan malam di tempat acara karena memang tidak ada acara makan malam di sana. Mau meminta berhenti untuk mencari makan pun Bia tidak berani. Hingga beberapa saat kemudian, hal memalukan terjadi.


"Ma-maaf, Pak." Bia hanya bisa meminta maaf sambil meringis malu.


Sky menoleh sekilas ke arah Bia sambil mengerutkan kening.


"Kamu belum makan malam?" tanya Sky.


"Belum, Pak. Hehehe." Bia menjawab sambil nyengir.


"Cckkk. Kenapa nggak makan malam tadi. Merepotkan," gerutu Sky.

__ADS_1


Bia ingin mengumpat dengan keras. Namun, apa daya dia tidak akan berani. Hal yang bisa dilakukan oleh Bia adalah mengumpati Sky dalam hati. 


Emang dikiranya aku belum makan malam karena apa? Ini juga karena pak Sky yang minta aku harus bersiap-siap. Sudah meminta bantuan orang seenaknya, eh malah lupa nggak dikasih makan, gerutu Bia.


"Maaf, Pak." 


Akhirnya, hanya kata maaf yang bisa keluar dari bibir Bia. Bia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berdebat.


Sky yang merasa kasihan kepada Bia, langsung menepikan mobilnya saat mendapati sebuah rumah makan nasi padang yang masih buka. Bia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan mereka benar-benar berhenti di rumah makan.


Tanpa banyak bicara, Bia segera melepaskan seat belt dan bersiap untuk turun dari mobil. Dalam angan Bia, Sky akan mengajaknya makan malam dulu sebelum mengantarkannya pulang. Namun, gerakan tangan Bia langsung terhenti saat mendengar ucapan Sky. 


"Mau kemana?"


Bia menoleh ke arah Sky dengan kening berkerut. 


"Eh, kita mau makan malam kan, Pak? Ini berhenti di depan rumah makan padang untuk makan, kan?"


"Tidak."


"Hah?"


🌹

__ADS_1


Tbc


__ADS_2