
Bia langsung menelan salivanya dengan susah payah setelah mendengar ketiga laki-laki yang ada di depannya itu misuh-misuh tidak karuan. Mendengar ucapan Bia, tentu saja Sky, Bastian dan Jero merasa tersinggung.
Seorang Bastian Hadi yang sudah terkenal dengan sifat playboynya, merasa tersinggung saat Bia menuduhnya belok. Dia langsung misuh-misuh tidak terima.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Jero. Dia yang juga sama-sama suka bergonta ganti pasangan seperti Bastian, langsung merasa direndahkan oleh Bia. Apalagi, Bia mengatakan tuduhannya tersebut sambil menunjukkan sesuatu di bagian bawah tubuh mereka.
Bia nggak tahu saja bagaimana si JJ alias Jero junior jika sudah mengamuk dan mengobrak abrik 'lahan bergambut' nan sempit dan menggoda.
Berbeda dengan Sky, meski dia tidak mengikuti jejak kedua sahabatnya itu, namun Sky bukanlah orang yang suka dengan 'tunas' seperti yang dituduhkan oleh Bia. Sky juga ikut tersinggung saat Bia menuduh mereka jeruk makan jeruk.
"Lo jangan asal jeplak ya kalau ngomong. Lo mau bukti jika ucet gue bisa gahar jika sudah berubah jadi naga, hah?" Jero lagi-lagi emosi jiwa saat menatap wajah Bia. Jero bahkan sudah hendak beringsut menerjang Bia jika Bastian tidak mencegahnya.
"Ccckkk. Sabar, Jer. Namanya juga anak kecil suka nyablak kalau ngomong." Bastian berusaha menenangkan Jero sambil menarik-narik lengannya agar segera duduk.
Mau tidak mau, Jero menuruti keinginan Bastian. Dia kembali mendudukkan book ong nya di tempat semula.
Bia yang melihat kemarahan ketiga orang tersebut langsung mengucapkan permintaan maaf berkali-kali. Dia mendadak khawatir saat mengingat siapa ketiga laki-laki tersebut.
Setelah suasana sedikit reda, Bastian kembali bersuara.
"Nanti pulang kerja, langsung datang ke tempat ini," ucap Bastian sambil menunjukkan sebuah kartu nama ke arah Bia.
Bia sedikit terkejut. Dia menyipitkan kedua matanya saat membaca kartu nama tersebut.
"I-ini kan salon dan butik terkenal itu, Pak? Untuk apa saya harus kesana?" tanya Bia bingung.
__ADS_1
Bastian, Sky, dan Jero langsung saling pandang. Mereka terlihat seperti bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Bia. Namun, setelah beberapa saat kemudian, Bastian kembali bersuara.
"Kamu dan Sky akan menghadiri acara penting nanti malam. Akan ada dress code juga. Jadi, persiapkan diri saja dan langsung pergi ke tempat yang aku tunjukkan tadi."
Bibir Bia berkerut. Dia tampak tidak suka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Bastian. Dalam pikiran Bia, dress code yang dimaksud adalah baju seksi yang terbuka dimana-mana. Bia sama sekali tidak suka dan pasti juga tidak akan nyaman menggunakannya nanti.
Namun, Bia tidak bisa lagi membantah ucapan Bastian. Dia tidak mau menjadi sasaran amukan dari mereka bertiga lagi setelah sempat menyinggung tadi. Mau tidak mau, Bia hanya bisa mengangguk menyetujui permintaan Bastian yang sepertinya juga sudah di dukung oleh Sky dan juga Jero.
Selanjutnya, mereka mengobrol tentang beberapa hal sementara Bia kembali berkutat pada pekerjaannya. Bia juga sudah menyiapkan hal-hal apa yang dibutuhkan oleh Sky setelah mendapatkan pesan dari Zidan.
Menjelang pukul dua siang, Bastian dan Jero akhirnya berpamitan. Sky juga sudah harus memimpin pertemuan dengan beberapa orang yang memang sudah disiapkan sejak kemarin.
Bia mengikuti langkah kaki Sky berjalan menuju ruang meeting. Di sisi kanan Sky, sudah ada Zidan yang memberikan penjelasan singkat tentang apa yang harus dilakukan nanti.
Tak terasa jam sudah menunjukkan waktu pulang kantor. Bia segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat yang sudah ditentukan oleh Bastian tadi.
"Iya, Pak."
"Tinggalkan saja mobil kamu di kantor. Kamu naik taksi saja. Nanti aku jemput."
Bia hanya bisa menganggukkan kepala. Dia sudah tidak berani lagi terlalu membantah ucapan Sky. Sejak meeting tadi, Bia bisa melihat jika Sky akan berubah menjadi sangat mengerikan jika sedang marah.
Bia segera memesan taksi online yang akan membawanya ke d' Sands, tempat yang ditunjuk oleh Bastian. d'Sands adalah sebuah butik dan juga salon yang cukup terkenal. Dan, kenapa Bastian mempunyai akses bebas kesana? Jawabannya adalah karena d'Sands adalah milik tantenya Bastian.
Sekitar dua puluh menit perjalanan, taksi yang ditumpangi Bia sudah tiba di tempat yang dituju. Setelah membayar ongkos taksi, Bia segera beranjak menuju ke resepsionis. d'Sands memiliki resepsionis yang tergabung menjadi satu.
__ADS_1
"Selamat sore, Mbak. Ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang resepsionis dengan name tag Dea.
"Selamat sore. Ehm, saya…," Bia bingung harus menjawab apa. Dia sendiri juga masih belum tahu dress code apa yang harus dipakainya nanti.
Dea masih mengulas senyumnya sambil menunggu Bia kembali bersuara. Sementara itu, Bia teringat jika dia diberikan sebuah kartu dari Bastian. Bia segera membuka tasnya dan mencari kartu tersebut. Beruntung dia tidak meninggalkan kartu itu di kantor tadi.
"Ini, Mbak. Saya mendapatkan kartu ini dari pak Bastian," ucap Bia sambil menyodorkan sebuah kartu kepada Dea.
Dea membulatkan kedua bola matanya saat menyadari kartu yang baru saja ditunjukkan oleh Bia. Itu adalah sebuah kartu VVIP yang hanya dimiliki oleh enam orang, diantaranya adalah Bastian.
"Apakah anda mbak Bia?" tanya Dea setelah memastikan kartu VVIP tersebut memang milik Bastian.
"Iya, Mbak." Bia menganggukkan kepala.
Dea tersenyum dan mengesture tangannya untuk mempersilahkan Bia mengikutinya menuju ke arah kanan resepsionis. Bia diantar langsung oleh Bia menuju lift khusus butik yang memang dipergunakan untuk pelanggan VVIP.
Bia tidak berani memprotes dan hanya bisa mengikuti langkah kaki Dea hingga mereka menemui seorang perempuan dengan name tag Angel. Dea menjelaskan siapa Bia dan maksud kedatangannya atas perintah Bastian. Rupanya, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan terhadap Bia.
Setelah memberikan penjelasan singkat, Dea pamit undur diri untuk kembali ke tempatnya bekerja. Sementara Bia, kini sedang berjalan mengikuti Angel untuk memilih dress yang sesuai dengan tubuh Bia dan tentu saja juga harus sesuai dengan tema undangan nanti malam.
Ternyata, tak butuh waktu lama bagi Bia untuk menemukan dress yang cocok untuknya. Sebuah dress berwarna soft sage dengan bagian bahu agak terbuka, dan ditambah dengan aksen lengan berlapis-lapis, benar-benar cocok dengan warna kulit Bia yang memang sudah putih bersih.
Bia sudah mencoba dress tersebut dengan ditambah sebuah sepatu high heels setinggi dua belas sentimeter. Beruntung Bia sudah terbiasa dengan high heels. Bisa dipastikan dia akan jatuh tersungkur jika menggunakan high heels dengan dress seperti itu.
Setelah mendapatkan dress, sepatu dan tas yang sesuai, Bia segera diantar ke salon yang berada di sebelah kiri resepsionis tadi. Mau tidak mau, Bia hanya bisa mengikuti Angel dan menuruti apa yang diucapkannya.
__ADS_1
🌹
Tbc