
Kecanggungan langsung terjadi begitu obrolan absurd tentang pernikahan terjadi diantara Bia dan Sky tadi. Hingga hanya ada keheningan yang terjadi sepanjang sisa perjalanan menuju kontrakan Bia.
"Terima kasih sudah mengantar saya, Pak," ujar Bia setelah mobil yang dikemudikan Sky berhenti di depan pintu gerbang.
"Hhmmm."
Sky hanya menjawab ucapan Bia dengan gumaman. Hingga akhirnya Bia turun dari mobil, Sky tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Bia akhirnya beranjak menuju rumah kontrakannya setelah mobil Sky berlalu. Malam itu, Bia berencana beristirahat dengan tenang. Apalagi, esok hari adalah libur hari besar dan akan menyambung dengan weekend. Praktis Bia pasti akan menghabiskan waktu untuk me time.
Dan, benar saja. Keesokan hari Bia sudah mulai menyusun rencana yang akan dilakukannya selama tiga hari ke depan. Sejak setelah subuh, Bia sudah menuliskan rencana-rencana yang akan dilakukannya selama libur kali ini.
Hal itu dimulai dengan pergi ke salon pagi ini. Bia berencana untuk merapikan potongan rambutnya yang sudah cukup panjang. Selain itu, Bia juga berencana untuk melakukan beberapa perawatan yang akan memanjakan tubuh dan wajahnya.
Rasanya, Bia benar-benar tidak sabar untuk segera berangkat ke salon. Namun, karena masih terlalu pagi, Bia belum bisa berangkat. Bahkan, jarum jam masih menunjukkan pukul 06.10 pagi. Bia memutuskan untuk memasak sarapan sederhana sebelum melakukan aktivitasnya hari itu.
__ADS_1
Brokoli, wortel, dan pentol sudah dikeluarkan Bia dari kulkas. Dia bersiap untuk mengolah bahan makanan tersebut untuk sarapannya pagi itu. Namun, belum sempat Bia menyiapkan bumbu-bumbu yang diperlukan, terdengar suara ketukan pintu dari depan. Mau tidak mau, Bia segera beranjak untuk membukakan pintu.
Bia berpikir jika itu adalah salah satu tetangga kontrakannya. Namun, betapa terkejutnya Bia setelah membuka pintu dan menemukan Sky tengah berdiri di depannya dengan pakaian casualnya.
"Eh, Pak Sky? Kok Bapak sudah ada di sini pagi-pagi begini? Ada apa?" tanya Bia bingung. Bia bahkan sampai lupa mempersilahkan atasannya itu untuk masuk atau sekedar duduk di kursi yang ada di teras mini kontrakannya itu.
Sky tidak langsung menjawab. Dia mengamati penampilan Bia yang terlihat sangat santai pagi itu. Ya, Bia masih memakai baju tidurnya semalam. Bahkan, Bia pun belum sempat mandi pagi itu.
"Kamu belum mandi?" Bukannya menjawab pertanyaan Bia, Sky justru balik bertanya.
"Kamu siap-siap dulu. Aku tunggu kamu disini tidak lebih dari tiga puluh menit. Bawa baju ganti seperlunya. Pagi ini, kita akan berangkat ke Singapura," ucap Sky sambil berjalan menuju sebuah kursi yang ada di ujung teras mini tersebut.
Tentu saja Bia langsung terkejut begitu mendengar ucapan Sky.
__ADS_1
"Se-sekarang, Pak? Memang ada acara apa kita ke sana? Sepertinya tidak ada jadwal pekerjaan yang mengharuskan Bapak pergi kesana. Apalagi, sekarang hari libur nasional, Pak. Besok juga weekend," protes Bia.
Sky tidak langsung menjawab pertanyaan Bia. Dia masih mengotak atik ponselnya beberapa saat kemudian sebelum bersuara.
"Sudah, jangan banyak bertanya. Nanti kamu akan tahu sendiri jawabannya jika sudah tiba di Singapura. Sebaiknya, kamu segera bersiap. Jika sampai waktunya habis, aku pastikan akan menyeret kamu meski dengan pakaian seperti itu," ucap Sky dengan tatapan menusuk.
Bia yang mendengar ucapan Sky, langsung terburu-buru memasuki kontrakannya. Dia segera memasukkan bahan makanan yang akan diolahnya kembali ke dalam kulkas. Setelah itu, dia segera mandi dengan kilat.
Setelah selesai, Bia langsung menyambar tas dan memasukkan beberapa setel baju ke dalamnya. Tak lupa juga beberapa keperluan utama seperti perlengkapan make up juga sudah dimasukkan. Bia segera mengganti bajunya dengan celana jean berwarna biru dan kaos putih polos. Entah mengapa dia memakai outfit seperti itu. Apa mungkin karena melihat Sky juga menggunakan pakaian yang hampir sama dengannya? Entahlah.
Bia hanya mengikat rambutnya dengan kuncir kuda setelah memakai lipstick. Dia tidak sempat memakai make up macam-macam karena tidak mau membuat Sky menunggu terlalu lama.
Sebelum keluar, Bia memastikan kembali paspor dan keperluan data diri lainnya. Beruntung Bia sudah punya paspor sejak satu tahun yang lalu. Dia memang pernah ikut survey perusahaan Bastian ke Jepang tahun lalu selama satu minggu.
__ADS_1
Setelah semua dirasa siap, Bia segera keluar. Namun, Bia dibuat kaget saat ternyata Sky tidak sendiri di teras depan. Ada orang lain yang sedang duduk di sampingnya dan langsung menoleh begitu Bia keluar.
"Eh, Bia sudah selesai siap-siapnya?"