
Bia yang melihat wajah penuh harap mommy Sky, tidak kuasa menolak. Mau tidak mau, akhirnya Bia menganggukkan kepala. Mommy Sky yang melihat hal itu langsung berteriak histeris sambil memeluk Bia dengan erat. Helaan napas lega juga dilakukan oleh daddy Sky.
"Terima kasih, Sayang. Terima kasih banyak. Mulai sekarang, jangan panggil tante dan om lagi. Panggil kami mommy dan daddy seperti Sky." Mommy Sky langsung bersemangat.
Lagi-lagi, Bia hanya bisa tersenyum sambil mengangguk setuju. Dia sama sekali tidak bisa menolak permintaan orang tua Sky tersebut. Entah mengapa Bia merasa tidak tega mengecewakan wanita yang sedang mengharapkan bantuan untuk menjauhkan gangguan terhadap putranya tersebut.
"Ba-baik, Mom." Bia masih sedikit ragu menggunakan panggilan tersebut. Namun, Bia yang melihat ekspresi bahagia mommy Sky saat dirinya memanggil dengan sebutan mom, membuat Bia sedikit lebih lega.
"Baiklah, karena nanti malam kita akan ada acara, sebaiknya kita mulai bersiap," ucap mommy Sky.
Saat itu, Bia baru mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi nanti malam. Dia mulai mengerti alasan dia harus datang ke tempat Rose dan memilih gaun yang cocok untuknya. Belum sempat Bia bertanya-tanya maksud mommy Sky, tiba-tiba datang tiga orang perempuan.
__ADS_1
Mereka datang dengan membawa perlengkapan make up. Bia bisa menebak apa yang akan mereka bertiga lakukan nanti. Dan, benar saja. Mommy Sky meminta Bia segera membersihkan diri karena setelahnya dia akan segera di make up. Mau tidak mau, Bia menuruti permintaan mommy Sky tersebut.
Sambil menunggu para wanita bersiap, Sky dan daddynya berjalan ke sebuah ruangan yang ada di sebelah kiri. Mereka mulai membicarakan hal-hal serius yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Hingga tak berapa lama kemudian, suara mommy pun menginterupsi obrolan keduanya. Mommy segera meminta keduanya untuk bersiap-siap juga.
Kini, setelah semua siap dengan dandanan masing-masing, mereka berempat langsung bergegas menuju tempat acara yang akan diadakan di hall utama hotel tersebut.
Sky sempat mencuri-curi pandang ke arah Bia yang tampak pangling dengan gaun berwarna navy yang senada dengan dasi yang dikenakannya. Bia tampak seperti orang yang berbeda saat mendapatkan sentuhan make up tersebut. Bahkan, jika Sky tidak mengetahui proses make up tersebut, dia pasti tidak akan mengenali Bia dengan polesan make up seperti itu.
"Bisa tidak ekspresi wajah kamu dibuat santai, Sky. Sudah bagus kamu sedang menggandeng gadis cantik ini, tapi wajah kamu masih tegang begitu," omel mommy.
"Aku nggak pernah melakukan ini sebelumnya, Mom. Jadi jangan salahkan aku jika masih canggung." Sky masih berusaha membela diri.
__ADS_1
"Cckkk. Hal seperti ini tuh naluri, Sky. Masa iya kamu nggak ngeh. Awas saja jika sampai nanti orang curiga. Dan ingat kata mommy tadi, kalian harus ubah panggilan masing-masing." Mommy Sky memperingatkan sebelum berbalik dan menarik lengan sang suami. Entah mengapa mommy menjadi semakin kesal karena tingkah sang putra yang tidak peka an itu.
Bia dan Sky hanya bisa mendesahkan napas berat sebelum kembali melangkahkan kaki mereka mengikuti sepasang orang tua tersebut. Mereka harus bersiap untuk berakting di depan umum jika tidak ingin ketahuan.
Begitu memasuki hall utama, sudah banyak para awak media mengarahkan kamera mereka pada keluarga Sky. Bahkan, para tamu undangan pun langsung berdiri dari duduknya begitu Damian dan Azzura, orang tua Sky lebih dulu memasuki tempat acara dan disusul oleh Sky beserta Bia.
Bia yang baru pertama kali menghadiri acara besar seperti ini, mendadak merasa gugup. Tanpa sengaja dia mencengkram lengan Sky dengan lebih kuat. Tentu saja hal itu bisa dirasakan oleh Sky. Seketika Sky menggenggam tangan Bia sambil menunduk ke arah Sky. Entah hanya karena modus atau refleks Sky mengecup kening Bia saat melewati beberapa awak media.
"Jangan gugup, Sayang."
Aaaarrgghhhh!
__ADS_1
Siapa yang berteriak?