
Sky sempat menoleh ke arah Bia dengan kening berkerut. Dia cukup bingung saat melihat Bia yang panik saat ditanya apa yang dibelinya tadi.
"Kenapa panik begitu? Memangnya apa sih yang kamu beli? Bukan beli hal-hal aneh, kan?" tuduh Sky.
"Eh, tentu saja bukan. Emang hal-hal aneh apa yang bisa aku beli. Ehm, ini hanya keperluan perempuan. Kaum laki-laki nggak perlu tau," jawab Bia buru-buru.
Sky hanya bisa mencebikkan bibir. Dia tidak mau terlalu banyak bertanya dan membuat Bia semakin tidak nyaman. Hingga tak butuh waktu lama, mobil yang dikemudikan Sky sudah memasuki garasi rumah orang tuanya. Rupanya, daddy Sky juga sudah berada di rumah. Bisa dipastikan kedua orang tuanya itu sudah berada di rumah.
Bia langsung membawa paper bag miliknya ke dalam kamar. Dia tidak mau jika ada orang yang melihatnya jika dia meletakkannya sembarangan. Sebenarnya, apa sih isi paper bag tersebut? Dan, jawabannya adalah dua set 'jeroan' wanita alias paakaian dalam lengkap atas dan bawah.
Kenapa Bia malu jika ada yang melihatnya? Hal itu dikarenakan model dari benda yang dibelinya itu sangat nackal. Tadi, saat jalan-jalan bersama dengan Valencia, Bia melipir sebentar ke toko pakaian dalam. Dan, karena sedang ada promo, entah mengapa Bia jadi membeli model seperti itu.
Bia baru menyesali keputusannya setelah keluar dari gerai tersebut. Valencia juga tidak bertanya apa-apa tentang apa yang baru saja dibelinya itu. Jadi, sedikit banyak Bia tidak perlu merasa malu. Namun, hal berbeda justru terjadi saat bersama dengan Sky. Laki-laki itu justru malah bertanya sehingga membuat Bia menjadi semakin malu.
__ADS_1
Sore itu, keluarga Sky dan Bia menghabiskan waktu dengan bercengkrama bersama. Obrolan-obrolan ringan pun mereka lakukan untuk menunggu waktu makan malam tiba.
Malam harinya, acara makan malam pun dilakukan seperti biasa. Sebenarnya, Sky diajak keluar oleh Valencia. Valencia beralasan untuk mengajak Sky mengunjungi salah satu temannya yang baru beberapa waktu lalu membuka kafe baru. Namun, Sky menolaknya karena sang mommy langsung mengintimidasi.
Setelah makan malam, Sky dan daddynya lagi-lagi harus membahas beberapa pekerjaan. Sky yang baru saja mulai bergabung di kantor cabang yang ada di Jakarta, membutuhkan banyak sekali masukan dari daddynya itu. Beberapa hal yang sudah dikerjakan oleh Sky, juga mendapatkan kritik sekaligus saran dari daddynya itu.
Hingga tak terasa obrolan keduanya sudah hampir terjadi selama dua jam. Daddy sudah merasa cukup lelah dan mengantuk.
"Baiklah. Aku juga mau tidur dulu."
Kedua laki-laki tersebut langsung berjalan menuju kamar masing-masing. Namun, saat langkah kaki Sky melewati kamar Bia, rupanya pintu kamar tersebut terbuka. Sky menghentikan langkah kakinya dan melongokkan kepala ke dalam kamar.
"Kok sepi? Kemana perginya anak itu?" gumam Sky sambil masih melongokkan kepala.
__ADS_1
Sky menoleh ke arah pintu kamar mandi. Namun, pintu tersebut juga tampak terbuka. Hal itu menandakan tidak ada orang di dalamnya. Hingga saat Sky hendak berbalik, netranya menangkap sebuah paper bag yang dikenalnya tergeletak di atas sofa yang berada tepat di samping pintu kamar.
Karena cukup penasaran, Sky seketika melangkahkan kakinya memasuki kamar yang ditempati oleh Bia tersebut. Tangan kanannya terulur untuk mengambil paper bag tersebut. Dan, tak lupa juga mengambil benda apa yang ada di dalamnya.
Sky mengangkat benda yang ada di dalam paper bag tersebut tinggi-tinggi. Dan, keningnya berkerut saat mendapati sepasang penutup onderdil atas dan bawah perempuan tersebut.
"I-ini kan berraaa? Tapi kok transparan begini? Dan ini, bukannya sidi, ya? Tapi kenapa bentuknya cuma seperti tali begini yang bawah? Emang nggak nyelempit di 'itu'? gumam Sky sambil membolak balik benda di tangannya.
Belum sempat Sky mengambil benda yang lainnya dari paper bag, terdengar suara teriakan dari arah pintu.
"Kyyaaaaaaa!"
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, kasih vote, like dan komen banyak-banyak. Terim kasih. 🤗
__ADS_1