
"Nggaakkkk!"
Bukan Sky yang menjawab pertanyaan Bia, tetapi Jero dan Bastian yang langsung menjawab secara bersamaan. Bia yang mendengar jawaban kompak tersebut langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Dia merutuki kelancangan mulutnya dalam hati.
"Sky, gue tau lo selama ini belum pernah berpacaran atau dekat dengan perempuan manapun. Tapi please, malam ini jangan sampai tingkah laku lo terbaca oleh media. Jika sikap lo ketahuan settingan, akan sangat sulit mengusir si Jane untuk mau mundur. Lo tau sendiri bagaimana Jane, kan?" Bastian kembali bersuara.
Sky mendengus kesal mendengar ucapan Bastian. Meskipun begitu, dia tidak bisa marah-marah dengan sahabatnya itu.
"Cckkk, iya. Gue tau. Sekarang kasih tau gue apa yang harus gue lakuin agar terlihat sebagai pasangan Bia beneran."
"Bagus, setelah ini denger penjelasan gue. Lakuin apa yang gue bilang sebaik mungkin. Usahakan ekspresi wajah lo juga ikut ambil bagian. Jangan terus-terusan ditekuk wajah lo."
"Iya, iya. Bawel amat, sih. Udah, jelaskan saja apa mau lo."
Setelahnya, Bastian dan Jero saling memberikan masukan apa yang harus dilakukan oleh Sky. Bia yang berada di sebelah Sky, cukup bisa mendengar apa yang dibicarakan ketiga orang tersebut. Sesekali Bastian dan Jero juga memberitahukan apa yang sebaiknya dilakukan oleh Bia.
Beruntung jarak lokasi acara cukup memakan waktu hingga sekitar empat puluh lima menit. Sky bisa mendapatkan kursus singkat dari dua orang sahabatnya yang sudah banyak pengalaman dengan para wanita.
Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan Sky sudah memasuki area parkir tempat acara. Terlihat dengan jelas betapa megahnya acara tersebut. Bia sampai speechless melihat betapa mewahnya acara yang sedang dihadirinya itu. Maklum, acara penghargaan untuk para pengusaha yang berhasil mengembangkan usahanya di tahun ini, benar-benar menarik perhatian banyak pihak.
__ADS_1
Seperti instruksi dari Bastian dan Jero, akhirnya Sky melakukan tindakan yang sama sekali tidak pernah terpikirkan akan dilakukannya untuk orang lain. Apalagi jika bukan membukakan pintu mobil untuk Bia.
Tak lupa juga Sky langsung mengulurkan tangannya untuk membantu Bia keluar dari mobil. Sky memberikan kunci mobilnya pada petugas untuk memarkirkan kendaraannya. Setelahnya, Bia dan Sky mulai berjalan memasuki tempat acara.
Benar kata Bastian dan Jero. Banyak sekali pada pencari berita di acara tersebut. Bahkan, Sky diminta untuk berpose di red carpet yang sudah disediakan.
Biasanya, Sky tidak akan pernah mau meladeni permintaan para pencari berita tersebut. Namun kali ini, Sky terpaksa meladeni permintaan itu untuk menunjukkan jika dia datang bersama dengan Bia.
"Senyum, Pak." Bia masih sempat berbisik saat mempersiapkan diri berpose.
Sky pun menuruti ucapan Bia dengan menarik sedikit ujung bibirnya. Tak lupa juga tangan kiri Sky meraih pinggang Bia dan menarik tubuh gadis itu agar semakin merapat pada tubuhnya. Rupanya, Sky benar-benar menuruti petunjuk Bastian untuk melakukan hal itu.
Refleks Bia meletakkan tangan kirinya pada dada bidang Sky. Entah mengapa dia melakukan hal itu. Yang ada di pikiran Bia saat itu adalah bagaimana caranya bersikap seperti seorang kekasih di depan media.
Tak sampai satu menit, keduanya langsung beranjak. Sky memang terlihat tidak begitu suka berlama-lama dengan media. Dia langsung meraih tangan Bia dan menggandengnya menuju tempat utama acara di gelar.
"Jangan pergi jauh-jauh." Sky berbisik kepada Bia.
"Iya, Pak. Saya juga pasti tidak akan mau pergi jauh-jauh dari anda. Saya nggak kenal siapa-siapa di sini," jawab Bia dengan sambil berbisik pula.
__ADS_1
Keduanya berjalan menuju ke meja yang sudah disiapkan untuk mereka. Sky dan Bia melewati beberapa meja yang memang sudah ditempati.
Seperti biasa, Sky tidak biasa berbasa basi menyapa para tamu yang hadir malam itu. Meskipun beberapa diantara mereka Sky sudah cukup kenal, tapi dia tidak mau repot-repot. Ya, memang seperti itulah Sky.
Sky menarik kursi untuk Bia sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Bastian dan Jero. Mereka rupanya sudah memberikan banyak wejangan kepada Sky untuk hal-hal apa yang harus dan tidak boleh dilakukan untuk menyempurnakan akting mereka.
Tak lupa juga senyuman Sky sesekali tersungging saat mengobrol dengan Bia. Ya, meskipun senyuman palsu, setidaknya beberapa orang yang melihat bisa mengetahui perubahan Sky.
Bastian dan Jero bisa melihat Sky dari kejauhan. Posisi meja mereka yang berjarak, membuat keduanya tidak bisa bergabung. Bastian dan Jero juga enggan beranjak mengingat acara sudah hampir dimulai.
Sementara itu, di sebelah kanan Sky, tepatnya berjarak lima meja, seorang perempuan tengah menatap Sky dan Bia dengan tatapan tajamnya. Dia benar-benar tidak terima saat melihat Sky datang dengan seorang perempuan.
"Jane, siapa perempuan yang datang bersama dengan Sky? Apa itu perempuan yang digosipkan ada hubungan dengannya itu?" tanya Navita, mama Jane.
"Iya, Ma." Jane menjawab sambil masih menatap ke arah Sky. Sangat jelas terlihat jika Jane benar-benar kesal dan marah.
"Kok bisa sih kamu kecolongan begini? Bisa tidak kamu deketin Sky, hah?" Mama Jane langsung menggeram kesal.
🌹
__ADS_1
Tbc