
Mendengar pertanyaan Valencia, Bia hanya mengulas senyum saat menoleh ke arahnya.
"Doakan saja," jawab Bia. Dia tidak mau mengiyakan atau menolak secara langsung.
Setelahnya, Valencia juga tidak terlalu bertanya ini itu tentang hubungannya dengan Sky. Sesekali mereka mengobrol tentang hal-hal yang bersifat umum. Hingga tak berapa lama kemudian, keduanya tiba di sebuah mall.
Sepanjang menikmati jalan-jalan, Bia harus menahan rasa tidak nyamannya. Bagaimana tidak, Bia harus mengikuti kemana langkah kaki Valencia yang memiliki style dan latar belakang keluarga berbeda dengan Bia. Dengan dalih ingin menunjukkan tempat-tempat dan barang-barang yang bagus dengan kualitas terbaik, Bia hanya bisa pasrah saat Valencia mengajaknya kesana kemari.
Apa yang ditunjukkan oleh Valencia tersebut, tentu saja sangat berlawanan dengan selera Bia. Selain dari segi harga, semua barang yang ditunjukkan oleh Valencia tersebut benar-benar tidak sesuai dengan gaya Bia yang terbiasa dengan style sederhana. Bahkan, Bia yang terbiasa dengan pakaian casual, tidak cukup tertarik dengan gaya glamour yang ditunjukkan oleh Valencia.
"Dari semua barang yang aku tunjukkan tadi, serius tidak ada yang membuat kamu tertarik, Bi?" tanya Valencia.
Bia mengulas senyum sambil menggelengkan kepala.
"Ehm, maaf. Jenis-jenis pakaian tadi sangat tidak cocok dengan style ku," jawab Bia dengan senyum pepsodent nya. Meskipun sebenarnya kurang nyaman, tapi dia sebisa mungkin dia bersikap ramah.
Valencia hanya mengangguk-anggukkan kepala. Sepanjang jalan-jalan, Valencia juga tidak pernah memaksa Bia untuk membeli ini itu yang disukainya. Valencia cukup sadar jika Bia sepertinya tidak tertarik dengan apa yang sukainya.
Hingga beberapa saat kemudian, ponsel Bia bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk. Ternyata dari Sky yang menanyakan lokasinya saat ini. Bia segera mengirimkan lokasinya berada. Dan, diluar dugaan ternyata Sky menjawab akan menyusulnya.
__ADS_1
Mau tidak mau, Bia akhirnya memberitahukan pesan Sky kepada Valencia. Seperti dugaan Bia, Valencia cukup senang saat mengetahui jika Sky akan menyusul mereka. Valencia juga mengajak Bia ke sebuah restoran untuk makan siang sekaligus menunggu Sky.
Tak berapa lama kemudian, Valencia melihat kedatangan Sky saat memasuki restoran tersebut. Seketika dia melambaikan tangan ke arah Sky sambil meneriakkan namanya. Mengetahui keberadaan Valencia dan Bia, Sky segera berjalan menghampiri mereka.
"Sorry lama," ucap Sky saat sudah mendudukkan diri di samping Bia. Entah mengapa Sky memilih duduk di dekat asisten sekaligus 'calon istrinya' itu.
"Nggak, kok. Kita juga baru sampai sini. Benar kan, Bi?" Valencia menoleh ke arah Bia.
"Ehm, iya."
Setelahnya, mereka memesan makan siang sambil diselingi obrolan ringan. Ya, meskipun sebenarnya hanya Valencia dan Sky yang terlibat obrolan dengan aktif. Bia hanya sesekali nimbrung obrolan tersebut.
"Terima kasih, Pak. Akhirnya aku bisa bernapas lega," ucap Bia setelah berada di dalam mobil Sky.
"Emang tadi napas kamu sesak?" Seperti biasa Sky menanggapi dengan ekspresi datarnya.
"Cckkk. Anda sangat tahu apa maksud ucapan saya, Pak." Bia mendelik kesal ke arah Sky
Sky hanya bisa mencebikkan bibir sambil tetap fokus mengamati jalanan di depannya.
__ADS_1
"Memangnya kamu nggak senang jalan-jalan tadi?" tanya Sky.
"Ehm, bagaimana ya. Kalau dibilang senang, ya senang sih. Tapi kalau dibilang tidak, masuk akal juga."
"Maksudnya?" Sky bahkan sampai menoleh ke arah Bia untuk memastikan maksud ucapannya itu.
"Jadi begini, Pak. Aku dan Valen itu beda banget style nya. Dilihat dari segi apapun kami jelas berbeda dan nggak ada mirip-miripnya sama sekali. Kesukaan kami beda, gaya penampilan kami beda, bahkan latar belakang kami pun sangat jauh berbeda. Disaat Valen suka dengan produk glamour, aku bahkan merinding membayangkan memakai produk-produk seperti itu. Kejauhan, Pak. Nggak sampai aku nya."
"Selain itu, pembahasan kami juga jomplang sekali. Aku suka bahas apa, dia suka bahas apa. Nggak nyambung, Pak. Apalagi, basic pekerjaan kita beda. Mana ngerti aku dengan istilah fashion yang rumit-rumit begitu. Bagiku, fashion cukup sederhana. Apa yang bagus kamu pakai di situasi dan kondisi yang pas, itu lah fashion bagiku. Nggak muluk-muluk harus ini itu."
Sky hanya mengangguk-anggukkan kepala menanggapi ucapan Bia.
"Lalu, apa yang kamu beli hari ini?" tanya Sky sambil melirik ke arah paper bag yang berada di kursi belakang. "Apa itu sudah sesuai dengan kriteria fashion kamu? Coba aku ingin lihat."
Seketika kedua bola mata Bia membulat dengan lebar.
"Eh, tidak usah! Jangan lihat!" Bia sedikit berteriak. Sky cukup kaget mendengar suara Bia.
__ADS_1
Walah, kenapa dilarang lihat itu?