Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 37


__ADS_3

Setelah kenyang, Sky langsung berjalan menuju kamarnya. Dia melewati kamar Bia yang sudah tertutup rapat. Sky sempat berhenti di depan pintu kamar Bia dan seketika dia mengingat apa yang tadi sempat terjadi di sana.


"Astaga! Kenapa bayangan boba itu masih nempel di kepala, sih." Sky menggeleng-gelengkan kepala sebelum berjalan menuju kamarnya.


Sementara itu di dalam kamarnya, Bia masih saja belum bisa tidur. Dia bolak balik dan berguling-guling ke sana kemari. Bia masih merasa malu dengan apa yang baru saja terjadi.


"Aduuhhh, bodo banget sih gue bisa kelupaan." Bia masih menggerutu kesal karena kebodohannya itu. Hingga menjelang pukul satu dini hari, Bia akhirnya bisa terlelap. 


Keesokan pagi, Bia bangun seperti biasa. Setelah mandi dan berganti baju, Bia segera keluar dari kamar. Bia berharap hari itu dia tidak akan bertemu dengan Sky. Namun sepertinya, keinginan Bia tersebut tidak akan terwujud. Sky sudah bangun dan sedang bersiap untuk olahraga pagi dengan daddynya.


Bia yang langsung berjalan menuju dapur, tidak sempat bertemu dengan Sky dan daddynya yang sedang bersiap-siap di teras samping. Bia langsung menghampiri mommy Sky yang sudah berada di dapur dan sedang memberikan instruksi kepada asisten rumah tangga.


"Pagi, Mom." Bia menyapa setelah tiba di depan mini bar.

__ADS_1


"Eh, pagi Sayang. Mommy kira kamu belum bangun tadi. Ternyata kamu bahkan sudah mandi. Mau ikut olahraga bareng Sky? Mommy bisa panggilkan Sky." Mommy menawarkan.


Seketika Bia langsung menggelengkan kepala. Tentu saja dia menolak tawaran tersebut. Bia masih merasa malu untuk bertemu dengan Sky.


"Tidak usah, Mom. Aku di rumah saja mau bantuin masak," jawab Bia sambil tersenyum.


"Yakin, nih? Emang nggak apa-apa kamu ikut bantu di dapur?"


Bia menggelengkan kepala. "Yakin, Mom. Aku memang suka masak, kok. Tapi ya, nggak yakin sama rasanya, sih." Bia menjawab sambil tersenyum.


Sekitar satu jam kemudian, terdengar suara orang mengobrol dari arah depan. Bia bisa menebak jika itu adalah Sky dan daddynya. Dan, ternyata memang benar. Namun, saat keduanya berjalan memasuki rumah, Bia melihat ada seseorang lagi yang datang bersama dengan mereka. Bia bahkan menghentikan gerakan tangannya yang sedang menata sarapan pagi itu.


Mommy yang mendengar kedatangan suami dan anaknya pun langsung keluar dari dapur.

__ADS_1


"Eh, sudah datang?" ucap mommy sambil berjalan mendekat. "Lho, ada Valen juga ternyata. Apa kabar, Len?" tanya mommy sambil masih mengulas senyumannya.


"Baik, Aunty. Aunty apa kabar?" tanya seorang gadis yang baru saja datang bersama dengan Sky dan juga daddynya tadi.


"Aunty baik. Ayo, ikut sarapan bareng kami." Mommy menawarkan. Namun, mommy seketika teringat ada Bia yang berada di sana. Mommy memperkenalkan Bia kepada tamunya itu.


"Bia, kenalkan ini Valencia. Dia adalah teman Sky sejak kuliah dulu. Rumahnya tak jauh dari ini, mungkin mereka bertemu di jalan tadi," ucap mommy sambil tersenyum ramah.


Seketika Bia mengulurkan tangannya ke arah Valen dan langsung dibalas oleh gadis itu.


"Hai, aku Bia," ucap Bia memperkenalkan diri.


"Hai juga. Aku Valen. Senang berkenalan denganmu." Valen menjawab dengan disertai senyuman ramah.

__ADS_1


Mommy yang melihat perkenalan keduanya, cukup merasa senang. Mommy berharap mereka juga bisa berteman dengan baik.


__ADS_2