Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 36


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Sky, sontak saja Bia langsung menunduk. Seketika Bia berteriak sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Aarrgghhh!"


Braakkk.


Bia juga langsung menutup pintu kamarnya dengan cepat di depan wajah Sky. Dia benar-benar merasa malu. Bagaimana tidak, saat itu Bia hanya memakai baju tidur tipis dengan lengan dan celana super pendek berwarna putih gading. 


Bia memang tidak pernah memakai 'dalaman kacamata' sehingga bisa dipastikan Sky tadi melihat tonjolan imut nan menggemaskan di dadanya. Apalagi, warna baju tidurnya cerah seperti itu dan sialnya juga Bia lupa memakai outer baju tidurnya. Bisa dipastikan Sky sudah melihat siluet bukit kembar yang cukup gemoy tersebut.


"Si alaaaannn! Bisa-bisanya gue lupa pakai jubah tidur," gerutu Bia sambil masih bersandar di balik pintu kamar. "Dia pasti sudah melihat aset gue. Duh, gimana nih? Aset gue sudah nggak suci lagi." Bia masih merutuki kecerobohannya.


Sementara di depan pintu kamar, Sky masih diam mematung. Otaknya masih mencerna apa yang baru saja dilihatnya. Dan, setelah menyadari apa yang baru saja terjadi, otak Sky justru langsung berimajinasi ke adegan antah berantah.


"Gila, gila, gila! Apa itu tadi? Jelas banget terlihat gundukannya. Mana besar lagi semuanya. Dan, yang hitam-hitam itu tadi…," gumam Sky sambil menggelengkan kepala untuk mengusir bayangan aneh-aneh yang sudah mulai muncul di kepalanya.


Beruntung imajinasi aneh-aneh di kepala Sky belum terlalu jauh saat mendengar sebuah suara dari arah depan.

__ADS_1


"Sky, ngapain kamu berdiri di sana?" tanya mommy yang baru saja pulang dengan daddy.


Sky langsung berbalik dan mendapati kedua orang tuanya sudah berdiri tak jauh dari posisinya saat itu.


"Eh, i-ini tadi mau nawarin Bia makan, Mom." Sky menjawab asal. Padahal sebenarnya, alasan Sky mengetuk pintu kamar Bia untuk meminta bantuan membuatkan makanan. Entah mengapa Sky masih merasa lapar. 


Sky tidak bisa meminta bantuan asisten rumah tangga karena semua sudah pulang jika malam hari. Kedua orang tua Sky yang memang jarang berada di rumah, memilih untuk mempekerjakan asisten rumah tangga hanya saat siang hari saja.


"Makan? Bukannya tadi Bia sudah makan di hotel?" Mommy tampak tidak percaya.


Sky mengangguk mengiyakan.


Mommy mendesahkan napas berat sebelum melangkah menuju dapur.


"Jangan membangunkan Bia. Kasihan dia pasti capek. Biar mommy buatkan makanan untuk kamu."


Tentu saja Sky langsung mengangguk dan mengekori langkah kaki mommy nya menuju dapur. Sementara daddy Sky yang masih berdiri di tempat semula, langsung menggerutu kesal.

__ADS_1


"Sayang, ini bagaimana kelanjutan rencana kita? Bukannya kamu tadi mengajak pulang cepat karena mau temu kangen?" protes daddy Sky.


"Iya, sebentar aku buatkan makanan untuk anak kamu, Dad. Daripada dia gangguin kita nanti, lebih baik buat dia kenyang dulu. Kamu bersih-bersih saja dulu, nanti aku susulin." Mommy menjawab sambil mulai membuka pintu kulkas.


"Awas ingkar janji. Beneran sussuin lho, ya," ucap daddy Sky sambil melangkahkan kaki menuju kamar utama.


Sky yang mendengar ucapan daddynya langsung melotot.


"Apa, Dad? Sussuin? Daddy masih suka asi emang?" Entah mengapa Sky selalu lama loadingnya jika menyangkut hal seperti itu. Masih ingat perkara kon dome kemarin?


"Heh! Ngomong apa tadi kamu, Sky?" Mommy langsung mendelik ke arah Sky.


"I-itu tadi daddy bilang…,"


"Nggak usah didengerin ucapan daddy kamu. Sudah tau daddy kamu itu otaknya gesrek malah kamu tanggepin." Mommy mengomel kesal.


Sky yang mendengar omelan mommy hanya bisa menggaruk kepalanya bingung.

__ADS_1


Sepertinya, Sky ini harus kursus sama Bastian dan Jero, deh. Biar pinteran sedikit.


__ADS_2