Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 20


__ADS_3

Bia menggerutu kesal sekaligus malu. Dia masih menatap punggung Sky yang berjalan memasuki rumah makan tanpa dirinya. Ya, Sky memang akan membelikan Bia makan malam. Tapi, tidak makan di tempat. Alhasil, Sky memilih memesan makanan tersebut untuk dibawa pulang.


Tak berapa lama kemudian, Sky terlihat berjalan kembali menuju mobil dengan diikuti oleh seorang laki-laki muda di belakangnya yang membawakan bungkusan makan malam.


"Terima kasih, Yit. Ingat, kerja yang bener," ucap Sky sambil menepuk-nepuk bahu laki-laki yang baru saja meletakkan makanan di jok belakang.


"Iya, Pak. Saya pasti akan rajin bekerja. Terima kasih atas bantuan pak Sky selama ini." Laki-laki itu mengucapkan terima kasih kepada Sky sampai menundukkan kepala.


"Sama-sama. Aku senang bisa membantumu untuk terus berkarya. Ingat, jaga kesehatan juga yang utama. Ibu kamu masih membutuhkan kamu di rumah."


"Baik, Pak. Pesan pak Sky pasti akan selalu saya ingat."


Setelahnya, Sky segera beranjak memasuki mobil. Laki-laki tadi masih berdiri di tempat semula menunggu mobil Sky hingga tak terlihat. Bia yang masih bingung dengan kejadian tadi, harus puas menelan rasa penasarannya.


Bia berpikir keras bagaimana bisa seorang Kailash Sky mengenal karyawan biasa seperti laki-laki tadi. Dan, kelihatannya mereka berdua juga cukup akrab meskipun laki-laki tadi masih terlibat sungkan dan canggung terhadap Sky.


Tidak ada obrolan di antara Bia dan Sky setelahnya. Sky hanya sesekali bersuara untuk menanyakan arah kontrakan Bia. Hal yang sama juga dilakukan oleh Bia. Dia benar-benar tidak berani bersuara jika tidak diminta.

__ADS_1


Tak sampai dua puluh menit kemudian, mobil yang dikemudikan Sky sudah memasuki area kontrakan Bia. Berhubung kontrakan Bia berada di bagian paling barat, tak butuh waktu lama untuk sampai di depannya.


Jam yang sudah menunjukkan hampir tengah malam, membuat kontrakan terlihat sangat sepi. Bahkan, ruang tamu para tetangga kontrakan Bia pun sudah mematikan lampu rumah mereka.


"Yang mana kontrakan kamu?" tanya Sky sambil menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Itu yang paling ujung, Pak." Bia menjawab sambil menunjukkan kontrakannya.


Sky menoleh sekilas kemudian menganggukan kepala.


"Waahh, sebanyak ini untuk saya semua, Pak?" Bia tampak terkejut. Pasalnya, tadi dia mengira jika makanan itu akan dibagi dua untuknya dan Sky. Namun, ternyata semua makanan itu untuknya.


"Hhhmmm.


"Waahh, terima kasih banyak, Pak. Ini bisa diangetin buat sarapan besok pagi. Hehehe." 


Bia segera mengambil bungkusan makanan tersebut dan langsung berpamitan. Setelah Bia keluar, Sky langsung beranjak meninggalkan lokasi kontrakan Bia.

__ADS_1


Setelah memastikan Sky sudah benar-benar pergi, Bia segera beranjak menuju kontrakannya. Dia sudah sangat lapar dan lelah malam itu. Bia segera membersihkan diri sebelum menyantap makan malam yang sudah sangat terlambat tersebut.


Tak butuh waktu lama, Bia akhirnya bisa menghabiskan satu porsi nasi padang. Beruntung ada lauk yang memang sengaja dipisah, dan bisa digunakan untuk untuk sarapannya esok hari.


Setelah membersihkan semua sisa makan malamnya, Bia langsung menggosok gigi dan hendak beranjak istirahat. Namun, sebelum tidur Bia ingin menghubungi Jihan, sang sahabat.


Bia mencari-cari ponselnya kesana kemari namun tidak ditemukannya. Bia bahkan sudah membongkar dalamnya tas yang tadi dibawanya ke acara penghargaan. Namun, dia sama sekali tidak menemukan ponselnya disana.


"Aduuhhh. Ponselku jatuh dimana, ini? Masa iya jatuh di mobil pak Sky." Bia mengusap rambutnya frustasi.


Belum cukup kekhawatiran Bia, tiba-tiba ada suara pintu di ketuk. Bia mendadak panik saat ada tamu di tengah malam begini.


"I-itu siapa yang ngetuk pintu hampir tengah malam begini?"


🌹


Tbc

__ADS_1


__ADS_2