
Kedua orang yang bertabrakan tersebut sama-sama terkejut. Bia langsung membulatkan kedua bola mata dan mulutnya saat menyadari laki-laki yang kini tengah memeluknya tersebut.
"Eh, aduh, i-ini, ma-maaf," Bia yang tersadar pun segera memundurkan tubuhnya untuk melepaskan diri dari laki-laki tersebut.
Menyadari jika Bia mundur, si laki-laki segera melepaskan pelukannya yang secara tidak sengaja dilakukannya tadi untuk mencegah Bia jatuh terjengkang. Namun, belum dua langkah Bia mundur, tiba-tiba dia berteriak kesakitan.
"Aarrgghhhh!"
Rupanya rambut Bia yang terurai, tersangkut dengan kancing lengan baju laki-laki tersebut
"Aduh, Pak Sky, rambutku," ucap Bia sambil memegangi rambutnya yang masih tersangkut kancing lengan baju.
Sky? Ya, laki-laki yang baru saja bertabrakan dengan Bia adalah Sky. Bia yang menyadari jika laki-laki yang bertabrakan dengannya adalah laki-laki yang kini sedang hangat-hangatnya digosipkan dengannya, langsung buru-buru beranjak menghindar untuk menghindari gosip dan pemberitaan miring.
Namun, niat Bia untuk menghindar tersebut ternyata tidak sejalan dengan kenyataan. Belum sempat Bia melepaskan rambutnya yang tersangkut kancing lengan baju Sky, tiba-tiba terdengar suara berisik di belakang Sky.
"Eh, ini Pak Sky dan kekasihnya? Ternyata benar berita itu, ya?" ucap sebuah suara.
"Eh, iya benar."
Sky dan Bia langsung menoleh. Mereka melihat ada tiga orang perempuan muda tengah berdiri tak jauh dari mereka. Tatapan mata ketiganya benar-benar penasaran dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"I-ini tidak seperti yang kalian lihat," ucap Bia buru-buru meluruskan pemikiran ketiga orang tersebut.
Belum sempat Sky bereaksi, tiba-tiba saja muncul seorang perempuan yang sangat cantik dengan baju merah dari arah belakang ketiga perempuan yang baru saja memergoki Sky dan Bia tersebut. Tatapan mata terkejut langsung tampak pada wajah perempuan cantik tersebut.
"Sky? Apa yang kamu lakukan?" tanya perempuan cantik tersebut. Terlihat sekali wajah kesal dan marah pada ekspresi perempuan tersebut.
"Siapa perempuan ini?" Tatapan menyelidik langsung dilayangkan perempuan tersebut kepada Bia.
Bia yang saat itu masih berusaha melepaskan rambutnya yang tersangkut, hendak menjelaskan siapa dia sebenarnya. Namun, hal tidak terduga terjadi. Tiba-tiba saja Sky menarik Bia ke dalam pelukannya. Dia juga memutar tubuh mereka agar menghadap ke arah perempuan-perempuan tersebut.
__ADS_1
"Seperti yang kalian lihat di berita, dia adalah gadis yang selama ini aku sembunyikan. Bukan sebagai simpanan, atau tidak ingin dipublikasikan. Hanya itu memang sengaja kulakukan untuk menghindari pemberitaan yang akan membuat dia tidak nyaman beraktivitas. Benar begitu kan, Sayang?" ucap Sky sambil menoleh ke arah Bia yang kini sudah membolakan kedua matanya. Jangan lupakan senyuman tipis Sky yang juga membuat Bia semakin megap-megap.
Bia yang masih terkejut dengan kejadian tiba-tiba tersebut, langsung tersadar saat merasakan sebuah reemas an pada bahunya. Rupanya, Sky yang melakukan hal itu. Sky mendekatkan wajahnya ke arah pipi Bia. Jika dilihat dari depan, hal itu pasti terlihat jika Sky hendak mencium pipi Bia. Namun, kenyataannya adalah Sky tengah berbisik.
"Cepat jawab!" Bisik sky sambil menggertakkan giginya.
Menyadari hal itu, Bia buru-buru menjawab tanpa berpikir panjang.
"Ah, iya. Benar. Kami memang merahasiakan hal ini," ucap Bia sambil mengangguk-anggukkan kepala. Jangan lupakan senyuman paksaan yang terlihat sangat jelas sekali di wajah Bia.
"Kamu serius, Sky? Ini hanya akal-akalanmu saja, kan?" tanya perempuan yang baru saja datang.
Sementara ketiga perempuan lainnya, mulai sibuk dengan ponsel mereka masing-masing. Entah apa yang mereka lakukan. Mungkin, ketiga perempuan tersebut sibuk menyebarkan berita.
"Jane, aku nggak harus menjelaskan apa-apa tentang kehidupan pribadiku ke kamu. Semua apa yang kulakukan, sama sekali nggak ada hubungannya denganmu. Jadi, tolong jangan mencampuri urusanku. Apalagi, yang berkaitan dengan urusan pribadi," jawab Sky dengan tegas.
Belum sempat Janneth, si perempuan tadi, bersuara, Sky langsung menarik lengan Bia untuk pergi dari hadapan mereka berempat. Beruntung saat itu rambut Bia juga sudah terlepas dari kancing baju Sky.
Bia yang masih bingung pun, mau tidak mau mengikuti Sky saat tangannya ditarik. Bia sempat protes kepada Sky. Namun, laki-laki tersebut hanya diam tak menggubris protes Bia. Hingga mereka sampai di sebuah ruangan.
"Siapa nama kamu?" tanya Sky.
"Eh, a-aku?" Bia tampak bingung.
"Hhmmm."
Sky masih menatap Bia dengan tatapan tajamnya. Tatapan mata Sky terlihat ingin melahap Bia hidup-hidup. Tentu saja hal itu membuat Bia cukup merinding.
"A-aku Bia. Nabia Ayyara." Bia menjawab lirih. Namun, suaranya masih bisa didengar dengan jelas oleh Sky.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Sky setelah keheningan beberapa saat.
__ADS_1
Bia mengerutkan kening sambil mengingat-ingat. "Ehm, entahlah. Aku tidak merasa kita pernah bertemu sebelum ini."
Sky menatap wajah Bia sekilas sebelum mengambil ponselnya dan mengotak-atiknya. Sementara itu, Bia masih diam mematung dan bingung harus berbuat apa. Dia ingin segera kembali ke tempat acara. Bia tidak mau membuat Lukman khawatir.
Ketika Bia hendak beranjak, Sky tiba-tiba bersuara.
"Apakah ini semua foto kamu?" tanya Sky sambil menunjukkan gambar sampul majalah kepada Bia. Terlihat dengan jelas wajah mereka di bagian depan majalah tersebut.
Bia menelan salivanya dengan keras. Entah mengapa dia merasa khawatir saat itu.
"Iya. Tapi, aku nggak tahu kenapa bisa ada fotoku di sana. Dan, aku juga tidak tahu berita itu muncul dari mana," ucap Bia sambil menggelengkan kepala.
"Ada orang yang memberikan informasi jika kita memiliki hubungan. Entah siapa yang membuat berita ini. Setelah ini, aku akan urus semuanya. Lupakan apa yang baru saja terjadi tadi." Sky memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya. Dia hendak beranjak pergi, namun Bia langsung mencegahnya.
"Tunggu!"
Sky menoleh sekilas ke arah Bia sambil menaikkan alis.
"Ada apa?"
"Ehm, tadi kamu sudah bilang ke mbak-mbak berbaju merah jika kita ada hubungan. Aku tidak mau ya nanti ada masalah dikemudian hari," ucap Bia.
Sky menimbang sebentar ucapan Bia. Sepertinya, dia juga berpikiran sama seperti apa yang disampaikan oleh Bia. Namun setelahnya, ekspresi wajah Sky tampak tegas dan yakin.
"Jangan khawatir. Dia tidak akan berani macam-macam," jawab Sky.
Setelah itu, Sky langsung beranjak pergi meninggalkan Bia yang masih kesal. Melihat kepergian Sky, mau tidak mau Bia juga harus beranjak pergi. Dia bergegas kembali ke tempat acara untuk menemui Lukman.
Saat Bia kembali ke tempat acara, acara sudah dimulai. Dia tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan Lukman. Hingga acara berakhir, keduanya tidak sempat bercerita. Apalagi, Lukman harus buru-buru berpamitan karena ada urusan. Alhasil, Bia harus berpuas hati sendirian lagi.
Ketika Bia hendak keluar menuju lobi, ada sepasang mata yang mengamati pergerakannya. Dan, tentu saja hal itu tidak disadari oleh Bia.
__ADS_1
🌹
Tbc