Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 21


__ADS_3

Suara ketukan pintu masih terus terdengar. Karena takut akan mengganggu tetangga kontrakannya, Bia memberanikan diri untuk mengintip melalui jendela. 


Kedua bola mata Bia langsung membulat saat memastikan jika orang yang berada di depan pintu kontrakannya adalah atasannya. Ya, orang itu adalah Sky. Bia buru-buru membuka pintu agar sang atasan tidak semakin marah karena terlalu lama menunggu.


"Pak Sky? Ada apa ya, Pak?" tanya Bia begitu pintu sudah terbuka. Bia juga tidak mungkin mempersilahkan Sky untuk masuk karena waktu sudah hampir tengah malam.


"Nih, ponsel kamu ketinggalan di mobil," ucap Sky sambil mengulurkan ponsel Bia.


Perasaan lega langsung Bia rasakan begitu melihat ponselnya. Bia langsung menerima ponsel tersebut dan mengucapkan terima kasih.


"Wahhh, ternyata memang benar terjatuh di mobil Bapak. Terima kasih banyak, Pak. Dan maaf jika merepotkan Bapak sampai harus putar balik lagi kesini," ucap Bia dengan tulus.


"Benar, merepotkan sekali. Lain kali, jangan sampai teledor dan merepotkan orang lain seperti ini," jawab Sky dengan ekspresi juteknya seperti biasa.

__ADS_1


Bia hanya bisa mencebikkan bibir. Beruntung dia sudah cukup kebal dengan sikap ketus bin jutek Sky.


Setelahnya, Sky langsung berbalik. Bia masih sempat mengucapkan terima kasih kepada Sky sebelum laki-laki itu masuk ke dalam mobil dan berlalu. Malam ini, sepertinya Bia bisa tidur dengan nyenyak karena tidak perlu khawatir dengan ponselnya.


Keesokan pagi, Bia sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya. Berhubung mobil Bia kemarin ditinggal di kantor, pagi ini Bia harus naik ojek online ke kantor. Meskipun begitu, Bia cukup senang karena bisa sampai ke kantor dengan lebih cepat.


Bia langsung menyiapkan sarapan lengkap dengan sari kedelai hangat sesuai dengan pesanan Sky kemarin. Bia baru tahu jika Sky lumayan suka minum sari kedelai saat sarapan. 


Setelah menyiapkan sarapan untuk Sky, Bia menyempatkan untuk sarapan juga. Dia membawa bekal dari rumah yang terdiri dari lauk nasi padang semalam yang sudah dihangatkan. Tak butuh waktu lama bagi Bia untuk menyelesaikan sarapannya. Dan, saat itu juga bertepatan dengan kedatangan Sky bersama dengan Zidan.


"Pagi, Bia. Sudah sarapan?" tanya Zidan sambil melirik bekas sarapan Bia.


"Sudah, Mas. Maaf, tadi bawa sedikit. Hehehe." Bia merasa tidak enak dengan Zidan.

__ADS_1


"Santai saja. Aku sudah sarapan kok tadi." Zidan mengulas senyuman ke arah Bia.


Sky yang langsung menuju meja tempat sarapannya berada, tidak terlalu ambil pusing dengan Bia dan Zidan yang tengah asyik mengobrol. Zidan menjelaskan beberapa hal yang harus dipelajari Bia agar bisa membantu pekerjaan Sky.


Dengan khusyuk Bia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Zidan. Bahkan, sesekali dia akan bertanya jika ada hal yang masih belum dimengertinya. Hingga beberapa saat kemudian, Zidan segera pamit undur diri. Dia harus mempersiapkan meeting yang akan dilakukan pada pukul sepuluh nanti.


Tak berapa lama kemudian Sky sudah selesai sarapan. Bia segera membereskan sisa-sisa sarapan Sky dan langsung mulai bekerja. Tidak ada obrolan yang berarti kecuali tentang pekerjaan diantara keduanya.


Hingga sekitar pukul sembilan, ketenangan di ruangan Sky langsung terusik. Baik Sky dan Bia sama-sama terkejut saat tiba-tiba pintu ruangan tersebut dibuka dengan kasar.


Braakkkk!


Jangan lupa tinggalkan jejak disini, ya.

__ADS_1


🌹


Tbc


__ADS_2