Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 8


__ADS_3

Libur yang tidak libur. Itulah yang dirasakan oleh Bia. Setelah kemarin ada kegiatan menghadiri acara kantor yang membuat berita menghebohkan, kini Bia juga harus berkutat dengan beberapa laporan yang mendadak harus segera diselesaikan. Entah kenapa Bia merasa semakin hari semakin bertambah saja, seolah tidak ada habisnya.


Hari senin pagi, Bia sudah bersiap berangkat ke kantor. Kontrakannya yang berada di deretan paling ujung, membuatnya harus berjalan melewati beberapa kontrakan yang lain untuk menuju tempat parkir mobil yang berada di sebelah barat.


"Mbak, Bia! Tunggu sebentar." 


Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Bia. Ya, meskipun Bia dan orang-orang yang ada di kontrakan jarang sekali bersosialisasi karena semuanya sibuk bekerja, tapi bukan berarti mereka tidak saling mengenal.


Bia menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah sumber suara yang tadi telah memanggilnya.


"Eh, mbak Nita. Ada apa, Mbak?"


Bia menunggu mbak Nita, perempuan yang telah memanggilnya tadi hingga tiba di dekatnya. Sepertinya, mbak Nita ini juga hendak berangkat ke kantor.


"Boleh tanya sesuatu sebentar, Bi?" tanya mbak Nita begitu sudah berada di dekat Bia.


"Eh, mau tanya apa, Mbak?" Bia tampak penasaran.


"Ehm, ada gosip yang beredar jika pimpinan di kantor pusat tempat kerjaku ada hubungan sama kamu. Apa benar, Bi?" tanya mbak Nita dengan ekspresi penasaran.


Kedua bola mata Bia langsung membulat. Dia baru menyadari jika mbak Nita bekerja di anak perusahaan keluarga Vinson. Seketika Bia langsung berusaha mengatur ekspresi wajahnya.


"Ehm, gosip itu, mbak. Seperti tidak tahu media yang suka membesar-besarkan berita saja," jawab Bia sambil mengulas senyum terpaksa.


"Benarkah?" Mbak Nita tampak masih tidak percaya. "Tapi, kok kebetulan sekali berita itu ada kaitannya sama kamu, Bi? Kalau kalian tidak saling kenal, mana mungkin bisa ada berita seperti ini, kan?" Lanjutnya.


Bia pun menyetujui ucapan mbak Nita. Entahlah. Bia sendiri sampai sekarang juga masih bingung mengapa dirinya ikut terseret ke dalam berita ini.


"Namanya juga wartawan, Mbak. Pasti selalu saja ada berita yang ingin dibuat meledak, kan?" Lagi-lagi Bia berusaha santai menanggapi ucapan mbak Nita.

__ADS_1


Setelah itu, Bia buru-buru berpamitan dengan alasan ada meeting di kantor. Padahal, meeting baru akan dilakukan setelah makan siang nanti. Bia hanya ingin cepat pergi dari sana untuk menghindari pertanyaan yang membuatnya kesulitan menjawab.


Bia langsung menuju tempat mobilnya terparkir. Dan setelahnya, Bia melajukan kendaraannya tersebut menuju kantor.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, Bia masih memikirkan asal mula berita mengenai dirinya tersebut berasal. Entah bagaimana bisa dia dikaitkan dengan seorang Kailash Sky. Apalagi, selama ini dia sama sekali tidak memiliki hubungan atau bahkan tidak kenal dengan Sky.


Bia hanya tahu siapa Sky dan sepak terjangnya beserta keluarga. Trah keluarga Vinson memang tidak perlu diragukan lagi. Apalagi, dengan segala prestasi yang dibukukan oleh ayah Sky, Damian Vinson, membuat nama besar Vinson benar-benar melejit.


Sebenarnya, perusahaan tempat Bia bekerja, adalah salah satu perusahaan dimana keluarga Sky juga memiliki beberapa saham di sana. Namun, Bia sendiri tidak mengetahui hal itu.


DVP, adalah perusahaan yang didirikan oleh Kevin Hadiwinata. Namun kini, kepemimpinan perusahaan tersebut dipindahkan kepada putranya, Bastian Hadiwinata, atau lebih sering dikenal dengan Bastian Hadi. 


Tidak banyak yang tahu jika Bastian Hadi bersahabat dengan Kailash Sky dan seorang lagi bernama Jeromine Alexander. Ketiga laki-laki tersebut memang seusia dan juga bersekolah di tempat yang sama. Hanya saja setelah lulus S2 mereka mengembangkan perusahaan masing-masing.


Sky lebih banyak berada di luar negeri, baik di Singapura maupun di Australia. Sedangkan Jero lebih banyak membantu perusahaan orang tuanya yang bergerak di bidang pertambangan. Untuk Bastian sendiri, dia menjadi CEO di perusahaan tempat dimana Bia bekerja.


Sementara itu di sebuah kamar, tampak seorang laki-laki masih asyik bergelung di dalam selimut. Dia baru sekitar dua jam yang lalu datang dari Indonesia. Karena masih benar-benar capek, akhirnya laki-laki tersebut melanjutkan tidurnya meskipun jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Sky, bangun! Sudah hampir jam sembilan ini. Jangan ngikutin daddy kamu, ih." Mommy menggoyang-goyangkan lengan sang putra yang masih bergelung di dalam selimut tersebut.


Sky? Ya, laki-laki tersebut adalah Sky. Dia baru saja tiba di Singapura tadi pagi dan langsung bergegas menuju rumah keluarganya yang ada di sana. Beruntung hari itu kedua orang tua Sky juga sedang berada di Singapura.


"Hhmmm." 


Bukannya beranjak bangun, Sky justru membalik posisi tidurnya hingga membelakangi sang mommy sambil bergumam. Tentu saja hal itu membuat mommy geram.


"Sky, bangun dulu. Sarapan. Mommy nggak mau ya, penyakit maag kamu kambuh lagi." Mommy masih menarik-narik lengan Sky agar terbangun.


"Nanti, Mom." Sky bergumam sambil belum membuka kedua bola matanya.

__ADS_1


"Nggak ada nanti-nanti. Bangun dulu sebentar setelah itu sarapan. Baru kamu tidur lagi."


Belum menyerah, mommy masih berusaha mengusik Sky agar benar-benar bangun dari tidurnya pagi itu. Mendapati gangguan dari mommynya, mau tidak mau Sky terpaksa membuka kedua matanya. Dia merenggangkan tubuhnya meski terasa sangat capek.


Bagaimana tidak, semalam dia harus bekerja ekstra untuk menyelesaikan kerjasama baru. Belum lagi, dini hari dia harus bersiap-siap kembali ke Singapura untuk menghadiri pertemuan siang nanti. Jadi, Sky memutuskan untuk tidur hingga siang.


Namun, niatnya terganggu dengan kedatangan mommy nya ke dalam kamarnya. Seperti biasa, sang mommy selalu memaksa Sky untuk tidak melewatkan setiap jam makan. Baik itu sarapan, makan siang ataupun makan malam.


Sky memang mempunyai sakit maag. Jika dia melewatkan makannya terlalu sering, bisa dipastikan penyakitnya tersebut akan langsung kambuh. Dan, jika sudah seperti itu, mommy dan daddynya akan kalang kabut. Sky akan menjadi sangat manja dan resek kepada sang mommy, sedangkan daddy Sky pasti akan uring-uringan jika mommy mengurusi Sky terlalu lama. 


Daddy Sky pasti merasa cemburu dan diabaikan oleh istrinya. Entahlah, meskipun sudah tua, daddy Sky masih tampak seperti anak kecil jika sudah mode cemburu dan kesal. 


"Sarapan sekalian makan siang saja, Mom. Aku ada meeting nanti siang. Ini capek dan ngantuk banget. Mau tidur sebentar lagi," ucap Sky.


Mommy langsung menggelengkan kepala.


"No. Kamu harus sarapan dulu. Setelah itu, baru tidur lagi. Mommy nggak mau kamu melewatkan sarapan. Dan, apa itu tadi makan siang? Mommy yakin kamu pasti akan melewatkannya juga nanti." Mommy mendengus kesal sambil menatap tajam ke arah sang putra.


"Astaga! Kenapa mommy bisa kepikiran hal itu, sih?" Sky mengusap wajahnya dengan kasar.


"Tentu saja. Mommy sudah tahu apa yang kamu pikirkan. Mommy yang brojolin kamu, jadi mommy sudah hafal sama tabiat kamu, Sky."


"Lalu, apa mommy juga tahu apa yang aku inginkan sekarang?" tanya Sky menantang mommynya.


"Tau, dong! Kamu mau kawin, kan?"


"Hah?"


🌹

__ADS_1


Tbc


__ADS_2