Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 43


__ADS_3

Bia mengerutkan kening saat melihat seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa ke arahnya. Dia mencoba mengingat-ingat siapa laki-laki yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum hangat tersebut. Hingga sebuah ingatan menyadarkan siapa laki-laki itu.


"Kak Rendi, ya?" tanya Bia begitu laki-laki tersebut sudah berdiri di depannya.


"Iya. Lama tidak bertemu. Kamu apa kabar?" tanya Rendi sambil mengulurkan tangan.


Bia menyambut uluran tangan tersebut sambil membalas pertanyaan Rendi.


"Baik, Kak. Kakak sendiri apa kabar? Nggak pernah ketemu di Jakarta, ternyata ada di Surabaya," ucap Bia sambil terkekeh.


"Hehehe, iya. Aku bekerja di sini setelah lulus dulu. Ngomong-ngomong, ada keperluan apa kamu di sini?"


Setelahnya, Bia langsung menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke sana.

__ADS_1


Kedua bola mata Rendi langsung membulat begitu menyadari siapa Bia dan laki-laki yang ada di dekatnya.


"Jadi, ini pak Sky? Maafkan saya, Pak. Saya tidak mengenali Anda." Rendi tampak merasa bersalah.


Setelahnya, Rendi segera mengajak Bia dan juga Sky berjalan menuju ruang meeting. Rendi tidak tahu jika laki-laki yang bersama dengan Bia tersebut adalah tamu penting yang sedang ditunggunya.


Bia dan Sky berjalan mengekori Rendi yang menunjukkan tempat meeting berada. Bia dan Sky tidak berbicara sampai keduanya tiba di ruang meeting. Sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan mereka di sana.


Setelah Bia dan Sky masuk dan basa basi sebentar, pembicaraan inti pun mulai dilakukan. Bia dengan cekatan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Sky. Meskipun masih baru bekerja dengan Sky, namun Bia sudah terlihat sangat terampil. Hingga sekitar dua jam kemudian, kesepakatan pun diambil antara kedua belah pihak.


Setelah semua urusan selesai, Sky langsung melajukan mobilnya kembali menuju hotel tempatnya menginap. Bia sesekali mengajak ngobrol namun tidak terlalu mendapatkan balasan dari Sky. Bia hanya bisa mengira-ngira jika saat itu mood Sky sedang tidak baik.


Dan, ternyata benar. Setelah keduanya tiba di hotel, Bia yang hendak melangkahkan kaki menuju restoran langsung ditarik oleh Sky. Dia tidak mau makan siang di luar. Sky ingin makan siangnya langsung diantar ke kamar. Meskipun kesal, Bia hanya bisa menuruti keinginan atasannya tersebut.

__ADS_1


Saat keduanya keluar dari lift, ternyata ada dua orang perempuan muda yang hendak sedang menunggu lift terbuka. Kedua perempuan tersebut langsung membulatkan kedua bola matanya saat melihat Sky keluar dari lift. 


"Astaga! Sky? Kok lo bisa ada di sini?" pekik salah seorang perempuan tersebut.


Sky yang baru keluar dari lift menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah perempuan tersebut. Mau tidak mau Bia menunggu Sky di dekatnya. Tidak mungkin juga dia meninggalkan Sky terlebih dahulu.


"Apa kita saling kenal?" tanya Sky sambil mengerutkan kening.


"Hah? Lo nggak inget siapa kita?" Perempuan yang satunya sedikit kaget.


Samar-samar Sky menggelengkan kepala pertanda dia tidak mengingat siapa mereka. Melihat gelengan kepala Sky, kedua perempuan tersebut hanya bisa mendesahkan napas berat.


"Kami berdua ikut saat party di Clisstone Hotel beberapa bulan yang lalu, Sky. Dan, kami juga ikut ke kamar hotel kamu waktu itu," jawab salah satu perempuan.

__ADS_1


Bia yang mendengar ucapan perempuan tersebut langsung kaget sambil menutup mulutnya.


"Hah? Kamar hotel? Ngapain pak Sky di kamar hotel bareng mereka? Emang mereka main begituan? Pak Sky kan nggak tau cara pasang 'kondominium'."


__ADS_2