Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 28


__ADS_3

Bia tampak terkejut saat mendapati tetangga kontrakannya sudah duduk di teras rumahnya. Wajah tetangganya itu benar-benar menyiratkan ekspresi rasa penasaran sekaligus menggoda kepada Bia.


Entah mengapa Bia merasa akan ada gosip yang menerpanya setelah ini. Mengingat si tetangga kali ini sangat berbeda sifatnya dengan tetangga sebelah kontrakannya, mbak Nita.


"Bu Meli, apa yang ibu lakukan pagi-pagi di sini? Memang sudah selesai memasak?" tanya Bia yang sengaja tidak menjawab pertanyaan wanita di depannya tersebut.


Ya, tetangga Bia itu adalah bu Meli. Wanita yang hampir berusia paruh baya tersebut, memang senang sekali ikut campur dengan urusan para tetangganya. Dia sangat suka mendapatkan informasi atau berita lebih dulu dari tetangga yang lainnya, dan akan dengan senang hati menyebarkannya sebagai orang pertama.


Hal itu pula yang dilakukannya pagi ini di depan kontrakan Bia. Saat melihat seorang laki-laki bening duduk sendirian di teras kontrakan Bia, bu Meli buru-buru menghampirinya. Padahal, saat itu dia baru saja kembali dari berbelanja sayuran. Bahkan, sayuran belanjaannya pun masih dibawa hingga ke tempat Bia.


"Belum. Ini saya baru pulang dari belanja," jawab bu Meli sambil mengangkat barang belanjaannya.


Bia mendesahkan napas beratnya sebelum kembali bersuara.


"Kalau begitu, kenapa tidak langsung pulang dan memasak, Bu? Kenapa harus berjalan jauh-jauh ke sini? Apa bu Meli nggak takut jika nanti dicari pak Samsudin jika bu Meli nggak pulang-pulang? Awas lho, di depan rumah bu Meli kan ada penghuni baru, mana semlehoy lagi. Nggak takut jika pak Samsudin jadi betah berolahraga di depan rumah nanti?" ucap Bia. Dia memang bermaksud memanas-manasi bu Meli agar segera pulang.

__ADS_1


Dan, benar saja. Begitu mengingat ada penghuni baru tepat di depan rumahnya, bu Meli buru-buru beranjak dan berpamitan ala kadarnya. Dia bahkan lupa jika ada Sky yang sedang duduk di dekatnya tadi saking buru-buru hendak pulang.


Bia yang melihat tingkah tetangganya itu hanya bisa mendesahkan napas berat sambil menggelengkan kepala. Entah mengapa dia merasa selalu menjadi pusat perhatian beberapa orang tetangganya.


Sky yang sejak tadi mengotak atik ponselnya, langsung menoleh ke arah Bia. Sebenarnya, bukan tadi dia tidak mendengar obrolan Bia dan tetangganya, tapi, Sky harus pura-pura tidak peduli jika tidak ingin berlama-lama di sana.


"Sudah siap?" tanya Sky sambil kembali menatap ponsel.


"Sudah. Itu tadi, kenapa pak Sky diam saja nggak ngusir si ibu. Dia itu rese sekali jika sudah mulai bergosip," ucap Bia kesal. Jangan lupakan wajahnya yang langsung cemberut saat menatap ke arah bi Meli yang masih berjalan dengan terburu-buru menuju kontrakannya.


Sky langsung beranjak berdiri. Mau tidak mau, Bia segera mengunci pintu dan berjalan mengekori Sky menuju mobilnya yang terparkir di depan pintu gerbang utama. 


Bia tidak membawa koper besar. Dia hanya membawa sebuah tas punggung yang berisi dua stel baju casual dan satu stel baju tidur. Berhubung ini weekend, jadi Bia berpikir jika dia tidak akan bekerja di Singapura nanti.


"Sebenarnya, kita mau ngapain ke Singapura, Pak?" tanya Bia begitu mobil yang dikemudikan Sky sudah keluar dari komplek kontrakan Bia.

__ADS_1


"Ada urusan."


"Iya, urusan apa? Kerjaan?" Bia tampak tidak sabar dengan jawaban Sky.


"Hhmmm."


Mendengar jawaban Sky yang hanya gumaman, Bia langsung menggeram kesal. Dia hanya bisa mengumpat dalam hati saking kesalnya. Hingga setelah itu, 


Bia mencoba untuk memejamkan mata. Biar saja dia tidur pagi ini.


Hingga sekitar satu jam kemudian, mereka sudah tiba di bandara. Sky segera membangunkan Bia yang ternyata benar-benar terlelap pagi itu. Keduanya langsung berjalan menuju landasan pesawat. Bia benar-benar tidak menyangka jika saat itu dia akan naik pesawat pribadi. Bia berpikir jika dia akan naik pesawat biasa.


Seumur hidup, ini baru pertama kali bagi Bia naik pesawat pribadi. Apalagi, dengan pelayanan yang super mewah seperti ini. Bia bahkan sampai merinding saat pramugari memberikan pelayanan yang diluar ekspektasinya.


"Nona mau istirahat dengan tuan muda Sky? Silahkan langsung ke kamar jika mau," ucap seorang pramugari begitu pesawat sudah mengudara.

__ADS_1


"Hah, ka-kamar? Berdua?"


__ADS_2