Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 31


__ADS_3

Bia langsung melongo saat mendengar suara asli Rose. Ternyata, meskipun dia sudah berpakaian dan bertingkah laku seperti seorang perempuan, namun suara laki-lakinya masih tidak bisa berubah.


Rose masih menggerutu kesal saat Sky memanggilnya dengan nama asli Rosandi. Ya, Rose sebenarnya adalah seorang laki-laki. Dia adalah teman Sky saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Rose berubah haluan saat mendapati pengkhianatan oleh orang-orang terdekatnya. Mulai dari ibunya yang selingkuh, kakaknya yang dikhianati istrinya, bahkan beberapa kali berpacaran pun ternyata Rose mengalami nasib serupa, yaitu diselingkuhi.


Sejak terakhir kali mendapatkan nasib yang selalu diselingkuhi, Rose menjadi sosok berbeda. Ya, dia sudah tidak lagi menjadi Rosandi, tapi kini sudah berganti menjadi Rose. Beruntung saat itu Rose bertemu kembali dengan Sky dan sang mommy. Dari bantuan mereka berdua lah Rose bisa memiliki usaha seperti sekarang ini.


"Ada apa yey kemari?" tanya Rose dengan ekspresi yang masih kesal. Dia bahkan lupa jika ada Bia yang ikut dengan Sky.


"Cckkk. Nggak usah ngambek. Nggak mempan ambekan lo di gue," ucap Sky sambil masih menjaga jarak dengan Rose. 


Meskipun Sky mengenal baik Rose, tapi setelah perubahan yang sangat besar dialami oleh temannya itu, membuat Sky sering merinding sendiri. Alhasil, dia selalu menjaga jarak dari jangkauan Rose. Dan, tentu saja tingkah Sky itu membuat Rose gemas dan selalu ingin menggodanya.


Rose mencebikkan bibir kesal ke arah Sky. Kini, sikapnya sudah kembali seperti semula sebagai Rose.


"Cckkk. Eike kan nggak tau yey mau apa kesindang." 

__ADS_1


Rose kembali berjalan menuju singgasananya. Namun, seketika dia tersadar jika ada Bia yang masih berdiri tak jauh dari Sky.


"Tunggu, siapa yang yey bawa ini? Eike belum pernah melihat," ucap Rose sambil menelisik Bia. 


Sky berjalan melangkah menuju sofa yang ada di dekat jendela. Dia tidak mau dekat-dekat dengan Rose yang bisa membuatnya merinding disko.


"Gue yakin lo sudah dihubungi Bastian." Sky menjawab sambil mendaratkan book ong nya pada sofa empuk tersebut.


"Eh, ini orangnya?" Rose tampak terkejut sekaligus berbinar bahagia. "Yey benar-benar nggak salah pilih orang. Masih alami nih," lanjut Rose masih dengan ekspresi yang berbinar senang.


"Ehm, maksudnya apa ya, Mas?" tanya Bia refleks.


Wajah Rose yang tadi sudah sumringah, kini sudah berganti dengan ekspresi kesal setelah mendengar panggilan Bia kepadanya.


"Mas? Yey nggak lihat dha dha eike sudah montoks begini masih yey panggil mas? Panggil eike Rose, tanpa embel-embel apapun. Paham?" 

__ADS_1


Seketika Bia mengangguk-anggukkan kepala mengerti sambil menggumamkan permintaan maaf kepada Rose. Dia juga menoleh takut-takut ke arah Sky untuk meminta bantuan. Namun, hal itu tentu saja tidak akan terjadi. Alih-alih membantu Bia, Sky justru mengambil ponsel dan mulai memainkannya.


Melihat tingkah atasannya itu, ingin sekali Bia mengetuk kepala Sky. Kalau boleh, jambak dan cakar juga bisa. Namun, tentu saja semua itu hanya bisa menjadi khayalan Bia. Hingga beberapa saat kemudian, suara Rose kembali terdengar.


"Sini. Yey ikut eike. Kita lihat gaun yang cocok buat yey. Eike nggak mau malam besar nanti akan membuat malu eike. Lagipula, eike juga nggak mau jelek di hadapan mommy nya Sky." Rose masih mengoceh saat berjalan di depan Bia.


Kening Bia berkerut saat mendengar ucapan Rose. Sepertinya, kali ini dia bisa mendapatkan informasi dari Rose.


"Memangnya akan ada acara apa nanti malam?" tanya Bia takut-takut.


Mendengar pertanyaan itu, Rose langsung menghentikan langkah dan berbalik menghadap Bia.


"Yey belum tahu tentang acara nanti malam?" tanya Rose yang dijawab dengan gelengan oleh Bia.


"Cckkk. Padahal, nanti malam acara besar yey, tapi malah yey sendiri tidak tahu. Dengar ya, nanti malam akan ada jamuan dari perusahaan keluarga Sky. Dan, malam nanti juga rencananya akan diumumkan siapa menantu keluarga Sky."

__ADS_1


"Eh, menantu? Maksudnya bagaimana ini?"


__ADS_2