
Sebelum pulang ke rumah orang tuanya, Sky menyempatkan diri mampir sebentar ke salah satu resto miliknya. Dia sudah berjanji untuk menemui orang kepercayaannya yang mengurus resto tersebut.
"Segera persiapkan proposalnya, Wid. Jika sudah fix semua, kita adakan meeting," ucap Sky sambil berjalan menuju bagian samping resto yang menghadap ke kolam renang.
"Baik, Pak. Saya akan segera menyiapkan proposal beserta anggaran dan rencana lokasi cabangnya."
Widi, orang kepercayaan Sky masih berdiri tak jauh di samping atasannya tersebut.
"Usahakan cabang keenam ini tidak berada di Jakarta atau Bandung lagi, Wid. Cari lokasi baru yang cukup strategis. Buat gebrakan baru dengan konsep yang berbeda dari resto yang sudah ada."
"Baik, Pak."
__ADS_1
"Oh iya, satu lagi. Minggu depan kumpulkan tim kamu untuk membahas konsep baru. Sebentar lagi musim liburan. Kita harus punya sesuatu yang bisa ditawarkan saat musim liburan nanti."
"Baik, Pak. Akan saya siapkan segera."
"Hhmmm. Aku cukup puas dengan laporan perkembangan ini. Laporan detailnya, kirim langsung ke emailku."
"Baik, Pak. Akan segera saya laksanakan."
Setelahnya, obrolan berlanjut masih tentang perkembangan resto Sky. Hingga tak sampai tiga puluh menit kemudian, Sky sudah berada di dalam mobil menuju rumah keluarganya. Mau tidak mau, Sky harus pulang ke rumah orang tuanya.
Seperti biasa, beberapa orang langsung menyapa dan memberikan salam kepada Sky. Beberapa wajah cukup dikenal Sky, namun ada beberapa wajah baru yang sama sekali belum pernah dilihat olehnya.
__ADS_1
Sky hanya membalas sapaan para asisten rumah tangga tersebut dengan gumaman. Jangan ditanya bagaimana ekspresi wajah Sky. Tentu saja ekspresi wajahnya tetap lempeng dan tanpa ada senyuman di bibirnya.
Meskipun begitu, beberapa asisten rumah tangga yang baru pertama kali bertemu dengan Sky, langsung berbisik-bisik heboh karena bisa melihat Sky dari dekat. Tingkah mereka baru berhenti saat bi Ratih, kepala asisten rumah tangga, menegur mereka.
Sky langsung berjalan menuju kamarnya tanpa berbelok ke arah dapur atau ruang tengah. Sky memilih berjalan melewati taman sebelah selatan untuk menuju tangga selatan yang mengantarkannya menuju kamar di lantai dua.
Sky langsung bergegas membersihkan diri begitu sampai di kamarnya yang sudah cukup lama tidak ditempatinya. Meskipun begitu, keadaan kamar tetap bersih, rapi dan wangi. Bahkan, seprei dan selimut selalu diganti secara rutin meski Sky tidak ada di rumah.
Hingga sekitar dua puluh menit kemudian, Sky sudah selesai membersihkan diri. Dia segera berjalan menuju walk in closet dan memilih untuk memakai celana pendek berwarna hitam dan kaos putih polos. Tak lupa juga sandal jepit smell ouw berwarna hitam yang selalu digunakannya jika sedang di rumah.
Sky berjalan menuruni tangga dan langsung menuju ruang tengah. Dia mendengar sayup-sayup suara orang yang mengobrol dari sana. Sebenarnya, tadi Sky sudah mendengar jika ada orang yang mengobrol. Tapi, Sky memilih untuk tidak nimbrung dan memutuskan untuk membersihkan diri lebih dulu.
__ADS_1
Begitu sampai di ruang tengah, Sky langsung menghentikan langkah kakinya dan diam terpaku saat kedua netranya bersirobok dengan sepasang mata yang juga tengah menatapnya dengan tajam.
"Bia? Ngapain kamu ada disini?"