Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 38


__ADS_3

Pagi itu, Valencia dipaksa mommy ikut sarapan bersama. Mumpung Valencia sedang ada di rumah. Dia memang sedang mengurus salah satu bisnisnya di bidang fashion di Italia. Jadi, bisa dipastikan tidak setiap saat Valencia ada di rumah. Dan, kebetulan hari ini dia sedang ada di rumah, mommy sekalian saja mengajak dia ikut sarapan.


Setelah menunggu Sky dan daddynya membersihkan diri, kini semua orang tengah mengelilingi meja makan untuk sarapan. Seperti biasa, daddy duduk di bagian ujung dengan mommy di sebelah kanan dan Sky di sebelah kirinya. Sedangkan Bia berada di sebelah Sky berhadap-hadapan dengan Valencia yang berada di sebelah mommy.


Ketika mereka semua hendak duduk, tiba-tiba ponsel Sky berbunyi. Terlihat nama seorang klien besar mereka dari China hingga membuat Sky mengurungkan niat untuk duduk. Dia harus permisi ke teras dulu untuk menjawab panggilan.


Mommy meminta Bia untuk mengambilkan makanan Sky. Mau tidak mau, Bia pun melakukan apa yang diminta oleh mommy Sky tersebut. Namun, apa yang Bia lakukan ternyata mendapat komentar dari Valencia.


"Ehm, maaf Bia, Sky sepertinya tidak terlalu suka dengan brokoli. Jadi, sebaiknya kamu sisihkan brokolinya dan ganti dengan asparagus ini," ucap Valencia yang langsung mengambilkan asparagus untuk Sky.


Mommy dan daddy Sky yang melihat hal itu, langsung mengerutkan kening. Mereka terlihat tidak nyaman dengan apa yang baru saja Valencia lakukan. Namun, kedua orang tua Sky tersebut tidak bisa melakukan apa-apa.


"Oh, iya. Maaf," ucap Bia kikuk. Dia merasa risih saat menjadi pusat perhatian orang yang ada di sana.

__ADS_1


Saat Bia sudah selesai mengambilkan makanan untuk Sky, bertepatan dengan kedatangan Sky yang sudah kembali dari menerima panggilan. Bia langsung meletakkan makanan yang baru saja diambilnya di depan Sky.


"Terima kasih," ucap Sky.


Bia hanya menjawab sambil mengulas senyuman. Setelah itu, dia kembali duduk dan mulai mengambil makanan untuknya sendiri. Pagi itu, sarapan diwarnai dengan obrolan ringan tentang pekerjaan Valencia dan Sky. Sesekali Bia ikut nimbrung jika ditanya.


"Kamu masih lama di sini, Len?" tanya mommy saat mengantarkan Valencia berjalan menuju pintu depan.


"Ehm, dua tiga hari lagi mungkin, Aunty. Sekalian juga lagi liburan." Bia menjawab sambil mengulas senyuman ke arah mommy.


"Waahhh, boleh itu, Aunty. Aku sih mau-mau saja ajak Bia keliling. Tapi, apa Bia mau?" Valencia menoleh ke arah Bia dengan kening berkerut.


Bia yang ditatap seperti itu oleh Valencia, menjadi salah tingkah. Sebenarnya kalau boleh jujur, Bia tidak terlalu berminat untuk jalan-jalan dengan Valencia. Bukannya apa-apa, entah mengapa Bia tidak terlalu merasa nyaman dengan Valencia.

__ADS_1


"Kamu mau, Sayang?" tanya mommy Sky yang menatapnya dengan tatapan lembut.


"Eh, ehm, boleh Mom jika tidak merepotkan Valen," jawab Bia pada akhirnya.


"Ah, tidak merepotkan, kok. Aku malah senang bisa ada teman baru." Valencia menjawab dengan senyuman senang.


Setelah itu, Valencia segera berpamitan dan berjanji akan menjemput Bia siang nanti. Lagi-lagi, Bia tidak bisa menolak permintaan mommy Sky untuk menghabiskan waktu dengan Valencia.


Menjelang siang, Sky dan daddynya ada janji temu dengan beberapa klien di lapangan golf. Ya, mereka berencana untuk sekalian bermain golf bersama mumpung berada di Singapura.


Sementara itu, Bia juga sudah dijemput oleh Valencia. Mereka langsung berangkat menuju ke sebuah mall dimana ada salah satu gerai butik Valencia juga di sana.


"Sudah berapa lama kamu kenal Sky, Bi? Apa benar berita semalam yang mengatakan jika kamu calon istri, Sky?" Valencia langsung menodong Bia dengan pertanyaan begitu mobil yang dikemudikannya perlahan meninggalkan rumah orang tua Sky.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


__ADS_2