Nabia Sky

Nabia Sky
Nabsa 26


__ADS_3

Sepanjang makan malam, Bia dan Sky tampak kikuk. Mereka sesekali menanggapi ucapan mommy dan Bastian yang masih aktif berbicara. Hingga makan malam selesai, mommy dan Bastian masih sibuk bercerita.


"Sky, ini sudah terlalu malam. Kamu antar Bia pulang," ucap mommy saat Bia berpamitan hendak pulang.


"Eh, eh, nggak usah, Tante. Saya bisa pulang dengan taksi, kok." Bia langsung menolak pulang diantarkan oleh Sky. Dia tidak ingin mommy Sky ini semakin berpikir yang tidak-tidak.


"Nggak apa-apa, Sayang. Mana mungkin Tante mengizinkan kamu pulang sendiri. Biar Sky yang mengantarmu pulang. Lagipula, dia juga pasti nggak akan ngapa-ngapain di rumah." Mommy melirik ke arah Sky dengan tatapan mendelik.


Tentu saja Sky sangat paham maksud tindakan mommy nya itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sky langsung beranjak berdiri.


"Ayo, aku antar pulang," ucap Sky sambil berjalan mendahului Bia.


Bia yang melihat hal itu, hanya bisa mendesahkan napas berat. Entah apa yang akan dilakukannya nanti jika pulang dengan diantar oleh Sky. Setelah itu, Bia langsung berpamitan kepada mommy Sky dan Bastian. Bastian memang masih akan tinggal disana sebentar karena ingin mengobrol dengan mommy Sky. Sudah lama sekali Bastian tidak mengobrol dengannya.


"Jadi, sebelumnya Bia bekerja di tempatmu, Bas? Kok bisa dia jadi pindah?" tanya mommy Sky setelah tidak melihat Sky dan Bia.


"Iya, tante. Dan, itu adalah salah satu cara untuk menjauhkan si Jane."


"Maksudnya?" Mommy Sky langsung mengerutkan kening bingung. Setelahnya, Bastian langsung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada mommy Sky.

__ADS_1


Sementara itu, mau tidak mau Bia terpaksa pulang dengan diantar oleh Sky. Sebenarnya, dia juga tidak mau berada di situasi ini. Tapi, mau bagaimana lagi. Bia juga tidak bisa menolak permintaan mommy Sky.


"Jadi, bisa kamu ceritakan bagaimana kamu bisa mengenal mommy?" tanya Sky memecah keheningan di dalam mobil.


Bia menoleh sekilas ke arah Sky dan hanya bisa menghela napas berat.


"Aku juga nggak menyangka akan terjadi hal seperti ini, Pak. Tadi sepulang kerja, aku sedang belanja. Tiba-tiba, ada beberapa orang yang menghampiriku. Awalnya, aku tidak berpikir macam-macam. Namun setelahnya, mereka mulai menjelaskan siapa mereka beserta maksud dan tujuannya menemuiku."


"Mereka juga sempat menghubungi mommy pak Sky dengan panggilan video untuk memastikan kebenaran ucapan mereka karena aku masih terlihat tidak percaya. Mau tidak mau, aku terpaksa ikut."


"Pak Sky juga pasti tahu bagaimana postur para laki-laki itu, kan? Tidak mungkin aku berani melawan atau menolak ucapan mereka. Jadi, meskipun ketakutan, aku tetap mengikuti mereka."


Entah mengapa Sky menjadi semakin was-was. Ditambah lagi, ada campur tangan Bastian yang sudah bisa dipastikan mommynya akan lebih percaya dengan ucapan Bastian timbang dirinya. 


"Lalu, apa yang mommy katakan tadi sebelum aku datang?" tanya Sky.


"Ehm, ya nggak ngomong apa-apa sih, Pak. Hanya ngobrol biasa, tentang keluarga, pekerjaan, dan lainnya."


"Mommy nggak ngomong aneh-aneh, kan?" tanya Sky sambil menoleh sekilas ke arah Bia.

__ADS_1


Bia mengingat-ingat sebentar tentang obrolannya dengan mommy Sky tadi.


"Ehm, ngga ada sih, Pak. Tapi, tadi mommy pak Sky sempat bilang tentang ngunduh mantu dan pernikahan. Aku sih nggak terlalu paham maksudnya apa. Memangnya pak Sky berapa bersaudara? Adik atau kakak nya pak Sky yang mau menikah?" kali ini Bia menoleh dan menatap ke arah Sky.


Mendengar hal itu, Sky bisa langsung menyimpulkan sesuatu. Sambil menghentikan mobil karena lampu merah, Sky menoleh ke arah Bia.


"Aku anak tunggal. Tidak punya adik atau kakak."


"Hah?! La-lalu tadi, kata mommy pak Sky mau ngunduh mantu itu, pernikahan bapak?"


"Hhhmmmm."


"Aku nggak mau, Pak!" Bia langsung berteriak.


Tentu saja tingkah Bia tersebut langsung membuat Sky kaget.


"Cckkk. Memang siapa yang mau ngajak kamu menikah?"


"Eh,"

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya. 🤗


__ADS_2