Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Tidur Bareng


__ADS_3

Nadin menghentikan pergerakannya saat merasakan cacing di perutnya mulai berontak.


Nadin ingat ia terakhir makan itu tadi sore itupun hanya berberapa suap. Karena sushi dan sashimi tidak mengenyangkan.


"Kamu belum makan?" tanya Alex menatap geli Nadin yang ada dipangkuannya itu.


"Udah tadi sore, cuma makan sushi sama sashimi doang tadi sore. Sempat ketemu Om Tian juga," jawab Nadin yang tanpa sadar malah menjatuhkan kepalanya di dada Alex.


"Kamu lapar hmm?" tanya Alex membiarkan saja apa yang dilakukan Nadin di dadanya.


"Sedikit," jawab Nadin.


Alex yang mendengar itu langsung mengambil ponselnya yang ada di saku jasnya.


"Mau makan apa?" tanya Alex dengan lembut.


Sifatnya itu muncul tiba tiba seperti ini juga cukup membuat Alex sendiri heran. Karena ini bukan sifatnya tapi saat melihat Nadin, rasanya ia ingin melindungi dan menyayangi Nadin.


"Apa aja yang penting nasi," jawabnya dengan pelan.


Alex yang mendengar itu langsung memesan makanan yang tak banyak mengandung karbohidrat walau nasi juga termasuk karbohidrat.


"Ternyata Kakak bisa lembut juga ya. Aku kira kakak orangnya datar, kaku, apalagi sejak bertemu kakak tuh dingin banget," ucap Nadin dengan pelan.


Ia bisa merasakan usapan lembut di tangan Alex, nyamannya sama seperti nyaman usapan lembut Papanya dulu. Ia jadi teringat sang Papa saat ini. Ia ingin bercerita jika hidup di jaman sekarang sangatlah susah. Apalagi ia tak ditinggali harta atau warisan.


Alex hanya diam saat mendengar hal itu, jangankan Nadin. Alex sendiri juga bingung dengan dirinya ini.


"Aku tak tahu."


"Aneh."


"Boleh aku tahu kenapa kamu memilih pekerjaan ini?" tanya Alex dengan pelan.


Belum juga Nadin menjawab, suara ketukan pintu itu membuat Nadin bangun dari sandarannya. Sedangkan Alex langsung bangun dan berjalan ke arah pintu.


Ternyata pesanan mereka yang sampai, Alex membawa nampan yang berisi makanan itu.

__ADS_1


Nadin yang melihat ada makanan itu langsung berbinar yang membuat Alex menggeleng. Ternyata Nadin memang memiliki kepribadian yang tak dimiliki banyak wanita di luar sana.


Nadin memang tak ada jaim jaimnya. Alex melihat Nadin sangat lahap memakan makan malamnya itu.


"Pelan pelan aku gak akan ambil makanan kamu," ujar Alex yang membuat Nadin mengangguk.


Nadin sendiri bingung kenapa ia tak ada anggun anggunnya saat makan seperti ini. Bahkan perempuan di luar sana selalu menjaga etika ketika makan.


Akhirnya setelah berberapa saat mereka selesai memakan makanan mereka. Nadin yang merasa kenyang langsung merapikan bekas bekas piring yang ada disana kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Alex yang sudah selesai makan itu melihat bokong Nadin dari belakang. Sangat indah apalagi bajunya yang menerawang seperti itu.


Alex sebagai lelaki normal tentu saja tergoda dengan penampilan Nadin. Kemudian Alex melepas celananya yang sudah sesak dan kini ia hanya memakai boxer berwarna hitam putih itu.


Alex mengikuti Nadin ke kamar mandi, ia juga perlu gosok gigi dan juga cuci kaki. Ia membuka pintu kamar mandi dan melihat Nadin sedang menggosok giginya.


Ia berjalan dan memeluk Nadin dari belakang dengan satu tangan yang mengambil sikat gigi. Andin yang merasa sebuah tangan kekar memeluk perutnya itu langsung tahu siapa dia. Karena dari cermin itu sudah terlihat.


"Cantik."


Ia masih menyikat giginya hingga selesai, Alex juga menyikat giginya sendiri hingga selesai.


Nadin yang melihat Alex sudah selesai itu langsung membalikkan badannya dan bertatapan langsung dengan Alex.


Tubuh Alex sangat tinggi hingga membuat Nadin harus mendongak sedikit jika seperti ini. Tapi kini yang menjadi pusatnya adalah jakun Alex yang naik turun itu.


Jari telunjuknya mulai menyentuh jakun yang sedari tadi menggodanya itu.


Seketika Alex menahan nafasnya dan menatap Nadin yang hany tersenyum. Kemudian ia mengangkat tubuh Nadin ke atas washtafel itu dan memeluk erat pinggang gadis itu.


Cups.


Alex tak tahan jika melihat pemandangan yang seperti ini terus. Alex tersenyum dengan senang saat mendapat balasan dari Nadin itu walau kaku tapi balasan itu sudah membuat ia bahagia.


"Eughh."


Alex melepaskan ciuman itu, Nadin yang ditatap oleh Alex itu tersenyum balik menutupi rasa malunya. Entah kenapa kalau bermana Alex itu rasanya beda, tak seperti partner partnernya yang lain.

__ADS_1


Setelah puas saling tatap kemudian mengangkat tubuh Nadin menuju kamar mereka.


"Ingat kak gak boleh unbo***g aku," ucap Nadin yang sudah di turunkan di kasur itu.


"Aku tahu, lagipula kamu masih bocil."


"Aku udah gede ya Kak. Usiaku udah 20 tahun bahkan aku sudah bisa mem***kan laki laki lain dengan tangan indahku ini. Dan lihat dada serta bokongku yang sangat besar ini. Apa aku kurang besar?" tanya Nadin menunjukkan dirinya.


Mendengar hal itu entah kenapa ada rasa tak suka dalam diri Alex. Alex tak mau Nadin melakukan hal menjijaykan itu pada tubuh laki laki lain.


"Apa kamu sangat membutuhkan uang hingga kamu menjadi sugar baby seperti ini hmm?" tanya Alex yang sepertinya tadi sudah ia tanyakan.


"Mau gimana lagi, aku sudah tidak punya siapa siapa. Bahkan aku tak mendapat warisan atau harta dari mereka. Dan kakak tahu kalau sekarang yang punya uang yang dihargai," ucap Nadin dengan jujur.


"Aku akan memberikan semua yang kamu mau tapi berhentilah menjadi sugar baby laki laki lain. Kamu hanya boleh menjadi sugar babyku seorang."


"Sama aja dong, aku sama sama menjadi sugar baby," ujar Nadin sedikit cemberut.


"Beda, kamu hanya menjadi sugar babyku. Dalam arti lain kamu adalah wanitaku," ujar Alex dengan santainya.


"Wanitamu?"


"Heem."


"Aku gak bisa kak, aku gak mau terikat dengan laki laki lain. Aku takut jatuh hati pada kakak kalau kita tetap bersama."


Nadin menjatuhkan kepalanya di bantal empuk itu begitupun dengan Alex yang ikut berbaring di samping Nadin.


Ia akan membahasnya nanti saat mereka sudah tenang jika seperti ini.


Nadin dan Alex tidur dengan saling berpelukan satu sama lain hingga membuat keduanya tampak seperti sepasang kekasih yang sedang tidur bersama. Sangat romantis bukan.


****


****


****

__ADS_1


__ADS_2