Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Hari Bahagia


__ADS_3

Tak terasa satu Minggu sudah berlalu, Nadin dan Alex juga berniat untuk mempublikasikan hubungan mereka baik di kampus atau di perusahaan tempat Alex bekerja.


Tentu saja hal itu cukup membuat wanita yang mengagumi Alex patah hati tak terkecuali Bu Rena dan mahasiswi serta karyawan kantor Alex. Mereka tak bis amenerima kenyataan itu tapi apa boleh buat.


Bahkan dua hari setelah dipublish hubungan mereka, Nadin banyak mendapat teror dari fans fanatik Alex tapi hal itu tak membuat Nadin takut. Ia sudah biasa apalagi sekarang Alex sudah menyiapkan banyak bodyguard bayangan untuk Nadin.


Semua teman teman Nadin juga terkejut saat mendapat undangan pernikahan dari Nadin. Dan juga mereka mempertanyakan apakah Nadin hamil hingga harus cepat cepat menikah.


Tapi yang paling bahagia di sini adalah Tina yang notabene adalah sahabat terbaik Nadin. Ia selalu mendukung apapun yang sudah menjadi keputusan Nadin.


Dan hari ini adalah hari hari yang sudah ditunggu Alex yaitu hari pernikahannya.


Nadin juga begitu, walaupun sedikit terpaksa menjalani pernikahan ini tak bisa ia pungkiri jika ia bahagia dengan semua ini. Ia bisa mendapatkan keluarga lagian telah ini, apalagi Mam dan Papa Alex sangat Wellcome dan juga sangat baik padanya yang memiliki masa lalu buruk.


"Sahabat gue udah mau married aja, gue yang di lamar aja belum tuh kepikiran mau nikah. Lah Lu yang baru berberapa bulan udah mutusin buat married. Selamat ya sayang," ucap Tian memeluk Nadin yang sangat cantik dengan gaun pernikahannya.


"Makasih Tina sayang."


"Sama-sama Nadin sayang," jawab Tina yang tak hentinya memeluk Nadin.


Sebentar lagi Nadin akan menikah dengan laki laki yang ia tahu baik dan bertanggung jawab pada Nadin.


Ceklek


"Nadin sayang, Tina ayo turun. Semua sudah menunggu kamu untuk turun," ajak Mama Andini yang datang untuk memanggil Nadin dan Tina.


"Iya Mah."

__ADS_1


Ketiganya turun dari kamar itu menuju aula yang berada di bawah. Alex juga sudah menunggu di altar dengan Papa serta Tian yang menemani Alex agar tidak gugup.


Sampainya di bawah, Alex melihat bidadari hatinya yang sangat cantik dengan gaun yang mereka pilih sangat pas di badan Nadin. Sangat pas dengan tuxendo yang ia pakai.


Mereka berdua saling tatap dengan senyum manis di bibir masing masing. Keduanya mengucapkan janji suci pernikahan dengan sangat lantang dan juga sangat mengharukan dimana kini Alex dan Nadin sudah bukan lagi seorang laki laki lajang dan perempuan lajang. Karena mereka sudah menjadi seorang suami dan istri.


Alex dan Nadin berharap pernikahan ini adalah pernikahan pertama dan terakhir kalinya mereka. Karena dalam hati masing masing mereka sudah berjanji untuk mempertahankan hubungan mereka sampai akhir hayat.


Dua cincin yang sudah Mama Andini bawa itu mereka mulai memasukkan ke jari manis mereka masing masing.


Alex yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu langsung memeluk tubuh istri sahnya itu dengan erat. Bahkan ia bisa merasakan jantungnya sendiri berdetak dengan sangat kencang.


"I love you my wife."


"I love you too my husband."


"Jadi itu yang namanya Nadin, Pah?" tanya seorang wanita menggenggam tangan suaminya.


"Heem, dia wanita yang sudah menyadarkan papa akan tingkah bodoh Papa selama ini pada kalian. Dan satu lagi, perempuan itu selalu menjaga kesuciannya untuk laki laki yang akan menjadi suaminya kelak dan hal itu terjadi."


"Harusnya Mama berterima kasih padanya?" tanya wanita itu dan dianggukkan oleh laki laki itu.


"Sekali lagi maafkan suamimu yang bodoh ini hmm."


"Semua sudah berlalu, aku juga sadar jika aku juga harus tampil cantik karena hal ini. Semuanya ada hikmahnya masing masing," jawab wanita itu memeluk suaminya yang tak lain adalah salah satu partner Nadin dulu. Bahkan berkat Nadin juga saat ini istri ya bisa hamil lagi, itu sebuah anugrah untuknya.


"Hmm."

__ADS_1


Mereka melihat Nadin dan Alex yang tampak bahagia dengan pasangan masing masing.


Hingga saatnya dimana Alex dan Nadin berciuman, walau Nadin malu tapi Alex yang tak tahu malu malah menggoda istrinya.


"Ayolah kamu sudah sering mencium aku secara tiba tiba. Kenapa sekarang malu hmm?" tanya Alex yang membuat Nadin ingin berteriak.


"Silahkan Tuan dan Nyonya."


Alex mendekatkan bibirnya ke bibir Nadin yang tampak memancingnya untuk mencium bibir manis itu.


Cups


Teriakan para tamu dan keluarga tak dihiraukan oleh Alex dan Nadin mereka saling saut menyaut dalam ciuman yang awalnya hanya kecupan itu.


Setalah dirasa sudah cukup, Alex menyatukan kening mereka dan mengusap bekas liurnya yang ada di bibir Nadin dengan lembut.


"Kamu sudah resmi menjadi istriku dan juga belahan jiwaku."


Rasanya Nadin ingin menangis saat ini juga karena Alex tiba tiba bisa sesweet ini.


"Terima kasih."


Keduanya kembali berpelukan seakan lupa jika para manusia manusia sedang menatap mereka dengan iri.


******


Part sweet sih ini. Tunggu malam pertama mereka ya di eps selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2