Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Menemukannya


__ADS_3

"Kalian berdua yang ngomong sendiri, silahkan berdiri!!"


"Om Alex."


"Nadin," gumam Alex nyaris tak terdengar.


Sekilas Alex tersenyum saat melihat Nadin yang duduk di antara mahasiswa lain itu. Ia tak menyangka jika yang menabrakkannya tadi adalah Nadin yang sama.


"Kita disuruh berdiri sama pak dosen tuh," ujar Tina menyenggol lengan Nadin yang terbengong melihat Alex.


Nadin dan Tina berdiri hingga membuat pusat para mahasiswa dan dosen yang ada di depan mengarah ke mereka.


"Perkenalkan nama kalian dan kenapa kalian berbicara sendiri saat saya masih ada disini?" tanya Alex dengan dingin. Menatap tajam keduanya hingga membuat Tina gemetar.


"Sama saya Nadin dan yang disebelah saya ini adalah Tina. Tina tadi hanya bertanya kenapa saya lama kesini. Ya saya sebagai teman yang baik dan budiman ya saya jawab, saya tuh gak mau di cap sombong sama teman saya sendiri," jawab Nadin dengan beraninya. Untuk apa ia takut pada orang yang sudah ia tolong kemarin.


"Kamu gak menghargai saya didepan sini?" tanya Alex pada Nadin.


"Lah saya kan gak maki maki bapak. Saya cuma jawab apa yang sudah ditanyakan oleh teman saya. Dan tadi bapak juga tidak berbicara pas saya kesini," ucap Nadin dengan berani.


"Udah Nad, jangan dijawab. Dia orang yang berkuasa, kita gak bisa lawan dia. Jangan buat kita di dalam bahaya," ucap Tina seraya berbisik.


"Udah tenang aman kalau sama gue mah."


"Duduk kembali."


Akhirnya keduanya duduk kembali dengan santainya sedangkan Tina tak bisa untuk tenang karena yang baru saja menegur mereka adalah seorang pemilik perusahaan.


"Santai aja kali, Tin."


"Gak bisa gue."


Akhirnya setelah berberapa saat mereka sampai di penghujung acara. Dimana Alex mengakhiri pidatonya di depan sana.


***


Alex yang sudah selesai memgenalkan diri dan berpidato itu langsung ke kembali ke ruang rektor. Ada berberapa hal yang ingin mereka bahas dalam ruangan itu.


Tapi dijalan Alex mengingat tentang apa yang disampaikan asistennya tadi pagi.


Flashback on

__ADS_1


"Informasi tentang Nadin sudah saya kirim ke email Anda."


"Hmm."


Alex melihat apa isi dari email yang dikirim oleh Tian dengan penasaran. Belum pernah ada seorang wanita yang membuat ia sepenasaran ini.


Ada sebuah foto Nadin di atas sendiri kemudian disusul oleh biodata dan informasi tentang Nadin.


Nama: Nadin Tamara


Tempat tanggal lahir: Jakarta-10 November 2002


Alamat: Jl xxxxx


No. Wa: +62 822 5643 ****


Umur: 20 tahun


Instagram: @nadin.tamara02


Status: Mahasiswa di universitas Gunadarma


Pekerjaan: -


Anak ke: 1 (tunggal)


Informasi tambahan:


Berdasarkan hasil yang saya dapatkan dari orang terpercaya saya, Nadin adalah seorang yatim pintu sejak 2 tahun lalu.


Nadin ke Jakarta saat ia memasuki kuliah, ia ngekos di jalan xxx. Pekerjaan yang mungkin hanya segelintir orang yang tahu adalah Nadin seorang Sugar Baby.


Tapi biasanya partnernya kemudian langsung insyaf dengan apa yang sudah Nadin lakukan.


Salah satu orang yang menjadi partnernya bilang jika Nadin selalu menjaga dirinya sebagai seorang wanita. Tidak hanya itu bahkan Nadin selalu memberi nasihat pada partner partnernya untuk menjadi yang lebih baik dan juga agar tidak lagi menduakan istri Istri mereka.


Kurang lebihnya informasi ini saya mohon maaf, tapi inilah yang sebenar benarnya.


Alex tahu semua ini benar bahkan Tian menambahkan foto sek*i Nadin yang hanya memakai baju kurang bahan.


"Semakin menarik, ya Tuhan tapi apa aku harus menyukai seorang ja***g?" tanya Alex dengan pelan.

__ADS_1


Alex menyimpan kontak dan juga foto Nadin yang sangat cantik itu. Kemudian ia mencari akun sosial media Nadin.


"Memang cantik sih, gak salah kalau aku menyukainya. Dan juga sifatnya sangat imut dan apa adanya."


Entah kenapa Alex malah semakin penasaran dengan apa yang dimiliki Nadin.


Flashback off


"Pak Alex," panggil rektor itu pada Alex.


"Ya?"


"Apa yang Anda pikirkan?" tanya rektor itu mempersilahkan Alex duduk.


"Wanita tadi, Nadin. Apa Anda mengenalnya?" tanya Alex pada rektor itu dengan serius.


"Siapa yang tak mengenal Nadin di kampus ini? Dia adalah gadis yang berbakat, ia juga seorang primadona karena kecantikannya. Saya banyak mendengar berita bahwa Nadin sering kali di tembak oleh teman teman laki lakinya," jawab rektor itu.


"Selain itu?"


Rektor itu menatap Alex dengan serius, mana mungkin ia membuka aib mahasiswanya sendiri.


"Katakan apa saja yang Anda ketahui."


"Nadin adalah seorang Sugar Baby untuk laki laki yang kurang kasih sayang di dalam rumah."


Jadi benar apa yang sudah ia dapatkan selama ini, Nadin adalah seorang sugar baby untuk laki laki lain. Jadi Nadin pernah melihat batang batang laki laki lain?


Bukan hanya pernah tapi sering bahkan memegangnya pun sangat sangat sering.


"Menarik."


"Tolong jangan permainkan dia Pak Alex. Nadin gadis yang baik, ia selalu menjaga dirinya walau pekerjaannya kotor," ucap rektor itu dengan serius.


Nadin sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri, mana mungkin ia membuat Nadin dalam bahaya.


"Aku tak akan mempermainkan Nadin."


****


****

__ADS_1


****


Sepertinya ada yang terpesona dengan Nadin dari pandangan pertama?


__ADS_2