Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Ruangan Alex


__ADS_3

Ting


Saat asik asik makan bersama teman temannya, tiba tiba Nadin mendapat sebuah pesan dari Alex.


Kak Alex


Aku tunggu di ruangan aku. Awas kalau kamu gak datang!


"Dasar pemaksa," gumam Nadin seraya membalas pesan itu.


Anda


Nanti ya, aku masih makan.


Kak Alex


Cepat dan gak pake lama.


Nadin tak membalas, ia malah menghabiskan bakso yang tinggal sedikit itu. Kemudian ia meminum es teh yang ia pesan kembali karena yang tadi sudah di minum habis oleh Kevin yang patah hati lagi.


"Gaes gue pergi dulu ya ada urusan. Tin jangan lupa bayar," ucap Nadin setelah menghabiskan satu mangkuk bakso dan es teh itu.


"Iya iya, elah gue gak akan lupa," jawab Tina dengan santainya.


Nadin meninggalkan kantin itu menuju ruangan Alex tapi sebelum itu ia masih harus ke kamar mandi untuk berbenah diri. Siapa tahu ada cabe yang nyangkut di giginya.


"Aman, gue udah cantik dan wangi lagi," gumam Nadin berjalan menuju ruangan Alex.


Ceklek


Nadin masuk ke dalam ruangan itu dengan pelan, ia menatap Alex yang sedang membelakanginya menatap ke arah luar.

__ADS_1


Aroma wangi dari parfum Nadin membuat Alex menghirupnya dengan lembut. Alex tahu jika Nadin sudah masuk ke dalam ruangannya tapi ia masih saja terlena dengan aroma parfum ini. Lembut dan menenangkan siapapun yang menciumnya.


Dengan langkah pelan Nadin berjalan menuju kursi Alex dan memeluk tubuh kekar itu dari samping.


"Kakak."


Entah kenapa Nadin sudah tak lagi ragu untuk memeluk ataupun mencium Alex untuk setelah Alex mengatakan jika dia menyukainya.


"Sudah puas bermain dengan bocah ingusan itu?" tanya Alex melepaskan pelukan itu dan menatap Nadin.


"Aku tak bermain dengan bocah, sebelum ini aku di kantin untuk makan bakso. Oh apa yang kakak maksud itu Kevin?" jawab Nadin.


"Kakak memata matai aku kan?" tanya Nadin menatap Alex dengan selidik. Alex yang dicurigai oleh Nadin itu hanya menampilkan wajah datarnya menutupi kejujuran yang ada.


"Entahlah pokoknya aku tak suka dengan apa yang dilakukan laki laki itu. Dan kamu juga harus ingat kamu itu sudah menjadi milikku selain aku menjadi pelangganmu aku juga dosenmu," ujar Alex menarik tangan Nadin hingga gadis itu jatuh ke pangkuan Alex.


Posisi mereka sangatlah mesra dimana Alex memeluk pinggang Nadin, sedangkan Nadin mengalungkan satu tangannya di leher Alex seraya menatap ke luar.


"Kakak kok udah ada di kampus aja. Bukannya tadi ada rapat ya? Apa sebegitu tak perlunya CEO hingga jam segini sudah ada disini?" tanya Nadin menatap Alex yang malah meletakkan dagunya di bahu Nadin.


"Aku sangat berguna di kantor asal kamu tahu. Rapatnya sudah selesai dan pekerjaanku juga sudah di handle oleh Tian. Jadi aku bisa ke kampus mengajar lagi," jawab Alex yang belum mengakui jika ia datang ke kampus untuk bertemu Nadin.


"Bilang aja udah kangen aku, iya kan? Ngaku aja kak, aku malah seneng loh dikangenin sama cowok tampan di depanku ini," ucap Nadin yang sangat percaya diri. Tapi memang yang dikatakan Nadin itu benar adanya.


Alex mengakui jika Nadin memang berbeda dengan wanita di luar sana. Walau dulunya pekerjaan gadis itu adalah menjadi sugar baby. Apa ia bisa menjadikan Nadin wanita spesial setelah mengetahui pekerjaan itu? Entahlah hanya Alex yang tahu.


"Nanti nginep di apartemen aku ya," ucap Alex yang membuat Nadin menggeleng.


"Hari ini aku banyak tugas, lagian semua yang aku butuh ada di kost. Maaf ya kak," jawab Nadin yang hanya ingin membatasi diri aja agar tidak terlalu jauh dengan Alex.


Walau ia sudah cukup bahagia mengetahui jika Alex juga menyukai dirinya. Tapi kan Nadin bukan milik siapapun, Nadin tak bisa terlalu dekat dengan Alex jika tak mau kehidupannya terusik. Siapa tahu setelah nanti Nadin sudah cinta mati ternyata Alex sudah memiliki pacar lain kan Nadin sendiri yang sad.

__ADS_1


"Memangnya banyak?" tanya Alex menatap curiga Nadin.


"Heem, tugas yang kemarin juga belum aku kerjain. Aku gak mau usahaku selama ini sia sia karena aku tak lulus kuliah," jawab Nadin.


"Baiklah kalau begitu. Aku lepaskan aku hari ini," ujar Alex.


Mereka berdua tak melakukan apa apa selain berpelukan dengan Nadin yang berada di pangkuan Alex. Alex masih ingin meyakinkan diri dan hatinya saja.


Cups


Tanpa sengaja bibir Alex menyentuh bibir Nadin yang memang ingin menatap Alex. Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan laki laki itu malah memperdalam ciumannya hingga membuat Nadin terkejut bahkan ia tak membalas ciuman itu.


Hingga mau tak mau Alex harus menggigit bibir bawah Nadin agar gadisnya itu mau membuka bibirnya.


Dan akhirnya ciuman lembut itu membuat keduanya terbuai dalam dosa yang sudah biasa mereka lakukan.


Tok tok tok


Ceklek


Pintu di buka.


Saat sedang enak enaknya berciuman mesra, tiba tiba pintu di ketuk dari luar. Alex mengumpat kesal dalam hatinya. Sedangkan Nadin langsung turun dari pangkuan Alex dan bersembunyi di bawah kolong meja Alex.


*****


*****


*****


Dasar pengganggu ihh....

__ADS_1


__ADS_2