Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Saling Menyukai


__ADS_3

Sekitar jam 1 malam, Nadin bangun dari pingsannya yang cukup lama. Ia merasakan ada sebuah lengan yang memeluk perutnya.


Ia mengingat apa yang telah terjadi hingga saat ini, kenapa Alex bisa memeluknya? Sungguh Nadin tidak ingat, yang ia ingat hanyalah Alex yang ngebut tadi saat kesini.


Nadin mengamati ruangan ini dengan bingung, ada dimana dia sekarang? Kalau hotel rasanya tak mungkin tapi disini ada Alex.


Nadin menatap Alex yang sudah tidur, wajah tampannya semakin menjadi kala mata yang selalu menatapnya tajam itu tertutup.


Tapi yang membuat ia tak bisa bernafas adalah, kaki Alex yang menghimpit kakinya membuat Nadin tak bisa banyak bergerak.


Merasa ada pergerakan dari Nadin, dengan pelan Alex bangun dan menatap Nadin.


"Kamu sudah bangun?" tanya Alex pada Nadin yang berusaha keras untuk lepas dari pelukan itu.


Suara serak serak basah milik Alex yang baru saja terbangun karena Nadin yang usik. Membuat Nadin menelan ludahnya kasar, suaranya sungguh se*si sekali. Bahkan Nadin saja tak pernah mendengar suara seperti itu padahal baru bangun tidur.


"Aku dimana?" tanya Nadin gugup.


"Di apartemen aku. Kamu sudah sembuh? Mau makan sesuatu?" tanya Alex mengecek kening Nadin yang tadi malam sempat panas.


Nadin yang diperlakukan seperti itu langsung malu, kenapa Alex perhatian sekali padanya bukannya Alex sudah ada wanita yang diperjuangkan oleh Alex?


"Kenapa Kaka bawa aku kesini, aku gak mau terjadi salah paham sama orang yang kakak suka. Bahkan kakak membawa aku ke kamar apartemen kakak, aku gak mau dituduh merebut pacar orang," ucap Nadin melaksanakan pelukan Alex yang ada di sampingnya.


Tapi nihil, pelukan Alex sangat erat hingga membuat ia sedikit sesak walau begitu ia harus tetap melepaskannya.


"Kenapa sih kamu mau lepas hmm, badan kamu masih hangat. Aku gak mau kamu kenapa napa," ucap Alex mengelus kening Nadin.


"Memangnya aku kenapa?"


"Kamu pingsan karena trauma kamu kambuh, bahkan aku tidak tahu dimana kamu pingsannya," jawab Alex.


Nadin ingat tadi kepalanya sangat pusing, saat Alex mengingat masa lalunya apalagi Alex nyetirnya gak kira kira. Hingga akhirnya ia pingsan dengan tangan yang masih menggenggam lengan Alex.


"Maaf sudah ngrepotin kakak. Sekarang aku mau pulang, nanti pacar kakak marah lagi sama aku," ucap Nadin yang langsung dipeluk erat oleh Alex.

__ADS_1


"Siapa yang nyuruh kamu pulang hmm? Lagian aku tak punya pacar. Dan aku lakuin ini biwr pacar kamu marah, kalau tahu pacarnya tidur sama laki laki lain," jawab Alex yang langsung digelengkan oleh Nadin.


"Bohong, kakak bilang tadi sudah ada wanita yang kakak perjuangkan. Jadi buat apa nahan aku disini? Kita ini cuma orang asing kak. Jangan buat Nadin berharap lebih," ucap Nadin dengan mata berkaca-kaca.


"Jadi gara gara itu kamu tak ingin bersamaku hmm? Asal kamu tahu, aku tak pernah punya pacar dan tak pernah memiliki wanita lain selain kamu dan Mamaku. Aku tadi hanya berbohong saat sedang memperjuangkan seseorang, aku hanya tak ingin mereka semakin mendesak aku," ucap Alex mengelus rambut Nadin.


Nadin yang mendengar itu langsung lega, entah kenapa penjelasan Alex membuat ia tenang dan seakan mempunyai semangat hidup lagi.


"Aku?"


"Heem. Tapi sepertinya kamu sudah punya pacar di belakang aku. Kamu masih ingat perjanjian kita kan?" tanya Alex dan dianggukkan oleh Nadin.


"Kamu tidak boleh memiliki hubungan dengan laki laki lain. Tapi kamu mengingkarinya, kamu tidak mengatakan jika kamu sudah punya pacar untuk apa?" tanya Alex dengan nada sendu dan datar.


"Aku tak memiliki pacar, aku bohong pada Bibi Hana."


"Kamu tidak bohongkan?" tanya Alex dan dianggukkan oleh Nadin.


"Buat apa juga aku bohong. Yah walau banyak laki laki yang ingin menjadikan aku pacar mereka, mulai dari anak petani sampai anak pengusaha. Hufftt mungkin hidupku akan terjamin dengan mereka," jawab Nadin yang membayangkan jika nanti ia akan bergelimang harta.


Alex geram, bahkan tangannya sampai mencengkram paha Nadin hingga membuat paha itu memerah.


"Apa kekayaan kelurga Mahardika tidak cukup untuk kamu Nadin? Kenapa kamu ingin menjadi wanita matre hah?"


"Dengar ya kak Alex yang tampan, tapi lebih tampan Taehyung BTS. Hidup itu realistis, di dunia ini gak ada ya g murah. Ke toilet umum aja bayar," ucap Nadin yang tak mau dibilang matre.


"Dan satu lagi aku masih gadis bukan wanita," tambah Nadin yang membuat Alex menyinggung senyum mengerikan untuk Nadin.


"Yah kamu tidak matre, tapi realistis. Tapi kamu gak boleh membayangkan jika nanti kamu sama laki laki lain," ucap Alex yang membuat Nadin bingung.


Nadin memiringkan badannya agar bisa menatap Alex.


"Kenapa?"


"Karena kamu milikku bukan milik laki laki lain. Kita masih terikat janji yang kemarin kita buat jangan sekali kali kamu mencoba untuk mempunyai pacar baru ya!!"

__ADS_1


"Dih, aku juga wanita yang butuh pacar. Apalagi aku seorang yatim pintu yang berasal dari keluarga tidak mampu. Aku berharap bisa mendapatkan laki laki yang juga mencintaiku dan kalau bisa yang kaya."


"Lah kakak apa, kakak cuma kurung aku di dalam sangkar kalau begitu."


Alex tak terima akan apa yang diucapkan Nadin, ia gak pernah mengurung Nadin. Ia hanya meminta Nadin untuk tak memiliki laki laki lain.


"Kamu tak aku kurung Nadin. Aku hanya ingin kamu tak memiliki laki laki lain."


"Karena apa kak?"


"Karena aku menyukai kamu, puas!!"


Deg


Jantung Nadin berdetak kencang, bahkan ia bisa merasakan saat ini jantungnya ingin lepas dari tempatnya.


"Kakak...."


"Ya kamu gak salah dengar, aku memang menyukai kamu tapi belum mencintai kamu. Aku butuh waktu untuk cinta dengan kamu, tapi satu yang aku sadari saat ini. Aku menyukai kamu entah dari kepribadian atau sifat kamu yang apa adanya."


Alex memutuskan untuk mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Ia ingin Nadin tahu bahwa wanita yang sedang ia perjuangkan.


Nadin? Jangan ditanya, badannya membantu karena ucapan Alex. Bahkan ia hampir tak bisa bernafas karena ini. Tapi senyum diwajahnya tak bisa dibohongi. Gadis itu menarik senyum manisnya lebar.


"Sekarang kamu sudah tahu apa yang aku rasa sekarang. Aku harap kamu tidak membiarkan nama laki-laki lain masuk dalam hatimu. Aku akan mencoba untuk mencintaimu Nadin."


"Aaaa kakak aku juga menyukai dirimu," teriak Nadin yang membuat Alex langsung menutup telinganya kemudian ia tersenyum.


"Sejak kapan?"


"Sejak Kakak pegang dada aku itu, tangan Kakak hangat banget buat jantung aku dag Dig dug," jawab Nadin tak tahu malu.


Akhirnya mereka mengetahui apa yang mereka rasakan masing masing. Mungkin saat ini masih menyukai belum mencintai hingga membuat Nadin dan Alex berkomitmen untuk membuka hati mereka untuk sesama.


*****

__ADS_1


*****


*****


__ADS_2