Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Mama Andini


__ADS_3

"Masih ingat jalan pulang rupanya."


"Ya kali, Alex lupa jalan pulang."


Alex dengan sopan menyalami sang Mama dengan senyum diikuti dengan Nadijnyang sedari tadi menunduk tak berani menatap ibu dari kekasihnya.


"Ouhh jadi ini calon mantu Mama, Lex?" tanya Mama pada Alex.


"Iya mah, kenalin ini Nadin. Pacar Alex, calon mantu Mama dan Papa," jawab Alex menggenggam tangan kekasihnya yang terlihat gugup.


"Nadin Tante."


Mama Alex yang mendengar itu tersenyum kemudian menarik tangan Nadin dari Alex.


"Sepertinya kita sudah pernah ketemu ya Nadin," ucap Mama Alex menggandeng tangan Nadin untuk masuk ke dalam rumah meninggalkan Alex yang sedang terpaku di depan pintu.


"Ini pertama kalinya, Tante."


"Tante rasa tidak. Nama Tante Andini," ucap Mama Alex dengan senyum manisnya menyuruh Nadin untuk duduk di sofa itu.


Deg


Nadin seperti tidak asing dengan nama Andini di telinganya.


"Tante," dengan penuh keterkejutan Nadin menatap wanita yang masih sangat cantik ini.


"Kamu apa kabar sayang?" tanya Mama Andini.


"Baik Tante."


Flashback on

__ADS_1


Setahun sudah setelah kepergian orangtuanya, Nadin kini harus memenuhi kebutuhan dirinya sendiri yang semakin hari semakin banyak.


Saat Nadin yang saat itu masih kelas 2 SMA harus termenung di taman sendirian. Ada seorang wanita yang datang menghampirinya.


"Halo nak. Kok sendirian aja disini. Panas loh ini," tanya wanita itu yang tak lain adalah Andini.


"Hai Tan. Nadin lagi mikir aja Tan. Buat kedepannya," jawab Nadin tanpa sadar menceritakan apa yang sudah ia alami.


"Kalau boleh tahu apa yang membuat kamu sampai panas panasnya disini?" tanya Mama Andini pada Nadin.


"Nadin bingung Tan, gimana cara mendapatkan uang buat penuhi kebutuhan Nadin selama ini. Orangtua Nadin sudah tidak ada satu tahun yang lalu, uang tabungan mereka juga sudah habis buat bayar sekolah dan keperluan Nadin."


"Astaga, Nak. Jadi kamu yatim piatu? Maaf ya, Tante gak tahu."


"Iya Tan gak apa apa lagian. Nadin udah biasa kok."


Mama Andini yang melihat itu hanya tersenyum, kemudian ia mengelus rambut Nadin dengan lembut.


"Kalau kamu mau, ini alamat toko Tante. Kamu boleh mampir kesana, kalau kamu mau juga gak apa apa buat kerja disana. Walau gajinya gak besar besar banget tapi semoga saja cukup."


Mama Andini memberikan kartu nama tokonya pada Nadin. Nadinpun menerimanya dengan senang hati.


"Makasih ya tant. Eh tapi kenapa ya Tante ikut panas panasan seperti ini?"


"Tante lagi tunggu anak Tante disini."


Mereka berdua tanpa sadar mengalir dalam sebuah obrolan yang sangat hangat. Mama Andini bagaikan mendapat seorang anak perempuan saat itu.


Flashback off


"Udah besar dan makin cantik aja kamu ya," ucap Mama Andini mengelus rambut Nadin yang sangat halus sangat berbeda dengan dulu.

__ADS_1


"Makasih Tante."


"Kok masih Tante, harusnya kamu panggil Tante ini Mama."


"Mama?"


"Heem sama seperti Alex, si anak nakal itu."


"Hei ma. Aku tidak nakal ya."


Mereka tertawa mendapat jawaban dari Alex yang tiba tiba menarik Nadin agar duduk disampingnya.


"Dasar bucin."


"Biarin sama pacar sendiri."


Akhirnya mereka bertiga berbincang di ruang tamu itu sambil menunggu papa Alex datang dari joging bersama teman temannya tadi.


Bersambung


Hai hai jangan lupa mampir ke novel teman Tya yukkkk, judulnya Cinta Aku menyerah, karya Dtyas



Karin Amanda disebut pelakor karena kekasihnya ternyata sudah beristri. Dalam pembelaan diri bahwa dia bukan pelakor dan tidak mengetahui status mantan kekasihnya, dia bekerja sama dengan Arga Sadewa dalam sebuah perjanjian pernikahan.


Arga Sadewa ternyata pernah memiliki hubungan di masa lalu dengan istri mantan kekasih Karin.


Rumah tangga yang Karin dan Arga jalani tidak mudah, karena mereka menikah tanpa cinta dan diganggu dengan kehadiran para mantan.


Apakah Karin harus menyerah dengan perjuangan cintanya atau terus berusaha mendapatkan hati Arga ?

__ADS_1


__ADS_2