Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Mie Rebus


__ADS_3

"Ahhh uhhh."


Cr*t c*ot cr*t


Semburan itu mengenai tangan dan sebagian wajah Nadin hingga membuat gadis itu kesal.


"Kakak."


"Sorry."


Nadin mengambil tisu itu dan membersihkan tangan dan wajahnya yang tekena semburan itu.


"Terima kasih, dan sepertinya aku akan ketagihan dengan apa yang kita lakukan tadi," ucap Alex yang membuat Nadin menggeleng.


"Aku tak bisa setiap hari, aku juga harus kuliah agar aku bisa lulus sesuai target," jawab Nadin dengan jujur.


"Oke di setiap kesempatan saja."


"Hmm."


"Aku ke kamar mandi dulu ya kak, mau mandi gerah. Baju buat aku mana?" tanya Nadin.


"Nanti akan sampai kesini kok. Kamu pakai kemejaku yang ada di dalam lemari itu atau kaosku," jawab Alex seraya memakai celana pendeknya itu yang tentu saja anak**da miliknya sangat terlihat jelas di mata suci Nadin. Mata suci? Gak suci ya mata Nadin.


Nadin mengambil baju dari sana, dan memperlihatkan pada Alex.


"Aku ambil yang ini ya. Suka sama warnanya," ucap Nadin mengambil kaos berwarna hitam kebesaran jika dipakai olehnya.


"Sesukamu saja Baby."


Nadin membawa kaos itu ke kamar mandi, sedangkan Alex malah membaringkan tubuhnya di kasur lagi. Rasanya sangat enteng setelah ia melepaskan sesuatu tadi.


Tak lama Nadin keluar dari kamar mandi dengan kaos kebesaran milik Alex yang membuat kaki jenjangnya terekspos jelas.


"Kak, cantik gak aku?"


"Cantik."

__ADS_1


"Hehehe makasih, sekarang Kakak yang mandi. Katanya mau ke kantor," ucap Nadin menyuruh Alex untuk mandi. Karena ini sudah pagi, jika tidak bisa telat Alex nanti.


Bagaikan suami yang patuh dan nurut pada istrinya, Alex langsung berjalan ke kamar mandi dengan santainya tanpa membawa apapun ke kamar mandi.


Sedangkan Nadin yang melihat itu hanya menggeleng pelan kemudian mengambilkan stelan baju formal untuk Alex. Entah kenapa ia ingin saja, hingga tatapannya mengarah pada kemeja biru dan juga celana dengan warna yang senada.


"Pas sekali."


Ia meletakkan stelan baju itu di atas kasur kemudian berjalan menuju dapur yang ia sendiri belum tahu jelas letaknya dimana. Hingga Nadin menemukan sebuah tempat yang disana ada kulkas dan kompor dan yah itu adalah dapurnya.


Saat ia membuka kulkas ia hanya mendapati berberapa butir telur dan dua potong sosis saja. Nadin menghembuskan nafasnya saat ia melihat tak ada yang bisa ia makan selain telur ini.


Nadin mengambilnya dan mencari apakah ada sesuatu yang bisa ia gunakan untuk sarapan nanti. Dan yah saat ia membuka lemari atas ia mendapatkan berberapa bungkus mie instan. Sepertinya ia bisa menggunakannya untuk sarapannya nanti.


"Apa ia tak pernah sarapan dengan baik, mie ini tak bagus untuk kesehatan," gumam Nadin menatap bungkus mie itu.


Walau ia juga makan mie tapi tidak sampai seperti ini, Nadin bisa melihat banyak bungkus mie di tempat sampah.


Akhirnya Nadin memutuskan untuk memasak mie rebus dengan potongan sosis dan telur saja. Karena jika masak mie goreng itu kurang baik jika pagi pagi seperti ini.


****


Rambutnya masih basah karena baru saja keramas. Kemudian ia melihat stelan baju kerja miliknya sudah ada di atas kasur. Apa Nadin yang menyiapkannya?


Tanpa sadar Alex tersenyum ternyata seperti ini rasanya memiliki seorang istri yang memperhatikan kita. Yang akan menemaninya tidur bahkan kepuasannya, kemudian paginya menyiapkan baju kerjanya untuk ke kantor. Rasanya Alex tak sabar untuk menikah jika memiliki seorang wanita itu akan membuat ia lebih baik.


Alex mulai mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kecil yang ada di pundaknya. Setelah kering Alex mulai memakai pakaiannya, bahkan Alex sempat kaget saat ia melihat dala**n juga ada disana.


"Pilihannya juga tidak murahan," gumam Alex menatap dirinya yang begitu tampan di depan cermin itu.


Memang tak ada meja rias dan sebagiannya mengingat Alex adalah laki laki, ia tak memerlukan itu tapi ia memiliki cermin besar yang ada di kamar itu beserta lemari yang ia gunakan untuk menyimpan parfum dan segala keperluannya.


"Tapi kemana gadis itu?"


Alex memutuskan untuk keluar dari kamar 8tu dan ia mencium aroma yang sangat familiar di hidungnya yaitu mie kesukaannya. Mie yang sudah menemani kesehariannya jika ia malas untuk makan di luar atau membeli di luar.


Dan benar saja sampainya di dapur ia melihat Nadin yang memakai apron berwarna hitam itu sedang memasak mie instan.

__ADS_1


Kemeja kebesaran itu membuat tubuh Nadin tidak tercetak tapi yang membuat ia gemas adalah tubuh Nadin sedikit terlihat apalagi kaki jenjangnya yang sangat menggoda imannya itu.


Alex memeluk Nadin dari belakang, dia melihat apa yang dilakukan gadisnya itu.


"Jangan gini, nanti kena air panas lagi," ucap Nadin melepaskan pelukan Alex kemudian mengambil mangkuk untuk meletakkan mie disana.


"Kamu masak mie?"


"Heem, lagian kamu hidup di apartemen semewah ini kok gak ada makanan lain selain mie dan telur yang hampir beku sih? Kamu jarang makan nasi ya?" tanya Nadin meletakkan dua mangkuk yang berisi mie rebus itu.


"Aku gak sempat isi kulkas Baby."


"Hais terserah lah, ayo makan dulu sebelum bajuku datang."


Alex dapat merasakan jika mie buatan Nadin itu sangat enak hanya dari aromanya saja.


"Aromanya enak, bahkan aku tidak bisa membuat mie seharum ini," ucap Alex duduk di kursinya dan melihat apa isi mie itu.


"Alah lebay, ini cuma mie rebus biasa. Lagian gak ada isian apapun selain sosis dan telur. Jangan berlebihan lebih baik kita makan dulu sebelum mienya jadi gemuk," ucap Nadin mengambil garpu dan sendok yang ada disana dan memberikannya pada Alex.


"Terima kasih."


Mie rebus ini adalah masakan pertama Nadin yang dibuat untuk Alex hingga membuat Alex excited untuk menikmatinya.


Dan yah, seperti aromanya tadi sudah menggoda selera apalagi rasanya sangat sangat istimewa. Walau ini hanya sekedar mie rebus saja.


"Bagaimana?" tanya Nadin.


"Sangat enak. Terima kasih."


"Aku bosan mendengar kata itu," ucap Nadin yang membuat Alex tertawa pelan.


"Mari makan!!"


Mereka berdua menikmati mie rebus itu sebagai sarapan mereka berdua di pagi itu.


*****

__ADS_1


*****


*****


__ADS_2