Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Di Kelas


__ADS_3

Setelah sarapan Nadin dan Alex langsung berangkat ke kampus. Mereka satu mobil, karena searah juga. Tapi saat sampai di halte dekat kampus Nadin minta berhenti.


"Kenapa kok minta berhenti?" tanya Alex yang tak paham dengan Nadin yang sudah melepas sabuk pengamannya.


Sabuk pengaman pun Alex yang harus memakaikan tadi karena apa karena Nadin tak mau sesak karena sabuk pengaman sialan itu dan juga dadanya jadi terlihat lebih jelas jika memakai sabuk pengaman.


"Nadin turun disini aja. Nanti kalau sampai kampus yang ada anak anak pada heboh," jawab Nadin tersenyum pada Alex.


"Eh tunggu."


"Kenapa lagi kak? Ini udah jam 9 kurang 10 menit loh. Nanti telat aku gak mau dihukum," tanya Nadin pada Alex yang sedang menatapnya tatapan datarnya.


"Gak akan dihukum kok, aku minta nomor ponsel kamu," ucap Alex menyerahkan ponselnya yang harganya tak main main untuk seorang Nadin yang notabene adalah seorang wanita dari kelas menengah.


"Buat apa?"


"Siapa tahu aku butuh sesuatu," jawab Alex hingga mau tak mau Nadin harus mengetikkan nomor ponselnya yang hanya berberapa orang saja yang tahu. Bahkan banyak teman laki laki Nadin yang tak mendapatkan nomor ponsel pribadi Nadin.


Yang mereka tahu adalah aku media sosial saja, tanpa nomor wa. Bahkan saat ada tugas teman temannya lebih sering menghubunginya lewat DM.


"Udah ya kak, aku mau keluar dulu."


"Hmm."


Nadin keluar dari dalam mobil itu sedangkan Alex masih mematung menerima ponselnya dari tangan Nadin.


Hingga tatapan Alex menuju ponselnya ya g terdapat nomor Nadin. Ia mulai menyimpannya dengan nama yang unik untuknya.


Alex tak langsung menjalankan mobil ke kampus, tapi ia mengamati Nadin dulu yang sudah masuk ke kampus itu.


"Dia sangat cantik," gumamnya mulai menjalankan mobilnya menuju parkiran khusus dosen.


Sontak saja kedatangan Alex membuat anak anak yang belum masuk kelas langsung mengarahkan tatapan mereka pada mobil merah itu.


Mobil yang bagi sebagian orang tahu jika mobil itu bukan mobil yang bisa dimiliki oleh orang sembarangan.


Alex yang sekiranya sudah rapi itu langsung keluar dan tak menghiraukan tatapan anak anak yang menatapnya kagum. Karena hal ini sudah menjadi hal biasa baginya, tapi tiba tiba tatapannya mengarah ke sebuah tempat dimana disana ada Nadin yang sedang ngobrol santai dengan anak fakultas kedokteran itu dengan akrab.


Alex yang melihat itu tak suka, entah kenapa ia jadi kesal sendiri saat melihat mereka berdua. Ia ingin mendatangi mereka tapi ia kembali sadar siapa dirinya.

__ADS_1


Anda


Cepat ke kelas kalau tak mau dihukum.


Setelah mengirimkan pesan itu pada Nadin, Alex langsung berlalu meninggalkan area luar kampus menuju ruangannya.


Sedangkan Nadin yang mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal itu langsung menatap sekeliling apa ada Alex disana tapi ia tak mendapati laki laki yang tadi malam bersamanya itu.


"Kam Rehan, aku ke kelas dulu ya takut dosennya udah ada di kelas," pamit Nadin pada Rehan yang tak lain adalah laki laki yang meminta pertolongan kepada dirinya tadi.


"Iya jangan lupa permintaan tolong aku tadi ya, Nad. Aku mau banget jalan sama Tina," ucap Rehan dengan penuh harap.


"Oke nanti aku bujuk anaknya, tapi untuk hasil aku gak bisa jamin."


"Iya gak apa-apa."


Nadin berjalan cepat menuju kelasnya untungnya belum ada dosen yang berada di kelasnya jadi ia masih aman.


Tak lama suara langkah kaki dari seseorang itu menggema di kelas mereka. Membuat tatapan anak anak yang sedang malas langsung berbinar saat mengetahui siapa dosen mereka.


"Halo semuanya, perkenalkan saya Alex. Dosen bisnis di kelas ini. Sebelum memulai pelajaran sebaiknya saya mengabsen kalian dulu agar bisa mengenal kalian," ucap Alex mengambil absen yang ada di meja itu.


Alex mulai memanggil satu persatu anak anak di kelas, ada yang izin ada yang sakit bahkan yang tanpa keterangan juga ada. Hingga saat nama Nadin di panggil Alex langsung menatap Nadin yang duduk di barisan paling belakang.


"Kamu ke depan," titah Alex pada Nadin. Yang yang merasa ini hanya akal akalan Alex saja itu hanya bisa ngomel di dalam hati.


Tapi tangan dan kakinya berjalan menuju bangku depan membawa tasnya yang hanya berisi satu buku dan hp serta dompet saja.


Akhirnya pelajaran di mulai, mahasiswi yang biasanya hanya tidur tidur di kelas kini nampak semangat mengikuti pelajaran Alex.


Tak terkecuali Nadin, karena Nadin selalu semangat jika ada kelas. Baginya mendapat pelajaran walaupun dikit itu sangat berguna.


Nadin membayar kuliahnya sendiri, jadi jika ia tak menggunakan waktu kuliah ini sebaik baiknya buat apa ia membayar segitu banyak uang semester?


Alex yang sesekali menatap ke arah Nadin itu cukup kagum dengan gadis itu. Nadin tak menatap ke arahnya, tatapan gadis itu selalu menatap ke arah layar proyektor dan juga buku yang ada di bangkunya.


Ting


Om Tiyo

__ADS_1


Nanti malam bisa cantik?


Nadin yang mendapat pesan itu langsung menoleh ke arah Alex kemudian kembali menatap ponselnya.


Anda


Maaf om, Nadin udah di sewa.


Om Tiyo


Padahal om ingin curhat sama kamu.


Anda


Maaf ya om. Kalau om mau Nadin bisa bilang ke Tina.


Om Tiyo


Om maunya kamu.


Anda


Sekali lagi Nadin minta maaf


"Kenapa kamu asik main hp. Kamu gak mendengarkan saya menjelaskan?" tanya Alex yang membuat Nadin langsung mematikan ponselnya dan menyimpannya. Jujur ia takut dengan bentakan seperti itu.


"Maaf pak."


"Kamu tidak niat ikut pelajaran saya?" tanya Alex menatap Nadin. Suara dingin dan tegas milik Alex membuat anak anak disana takut dan berharap Nadin baik baik saja.


"Niat Pak."


"Untuk yang lain, jika ada yang bermain ponsel lagi saat saya mengajar. Lebih baik kalian keluar dari kelas saya!!"


"Baik Pak."


****


****

__ADS_1


****


Aura aura yang lain dari diri Alex.


__ADS_2