
"Ke kantin yuk, gue laper nih," ajak Tina dan dianggukkan oleh Nadin.
Mereka berdua keluar dari kelas menuju kantin, harus mengisi perut dulu mereka. Setelah pelajaran yang membuat otak dan perutnya terkuras.
"Nadin, nanti gue pulang bareng ayang."
"Ohh."
"Kok oh sih?"
"La terus gue harus gimana? Orang sama calon suami lu sendiri. Apa hak gue ngelawan," ujar Nadin dengan santainya.
"Iya juga sih. Palingan lu juga sama Pak Alex," jawab Tina yang membuat Nadin membekap Tina.
"Jangan keras keras nanti ada yang dengar malah brabe," bisik Nadin yang tak mau para fans Alex ada yang tahu jika Nadin ada hubungan dengan Alex.
Jika itu terjadi maka bisa dipastikan Nadin akan di bully habis habisan oleh teman temannya. Apalagi Bu Rena yang dengan terang terangan menggoda dan menyukai Alex.
Tina mengangguk, kemudian mereka berjalan menuju kantin tempat dimana makhluk makhluk lapar kampus itu kesana.
"Mau pesen apa lu?"
"Bakso sama es teh aja, lu yang bayar," jawab Nadin duduk di kursi biasanya. Kursi yang bahkan anak anak most wanted aja tak berani menduduki.
Sebenarnya jika dibilang tukang bully gak juga sih. Malah Tina dan Nadin itu salah satu idola kampus yang gak mau terlalu banyak masalah.
Mereka cantik, body goals, baik dan suka menolong mahasiswa atau mahasiswi yang di bully sama gengnya Kevin dan gengnya Adista.
Semua anak di kampus itu juga tahu kalau Kevin menyukai Nadin tapi sayang Nadin anti sama yang namanya pacaran sama tukang bully. Tapi mereka tetap teman kok.
"Cantik, gue duduk disini ya," ucap Kevin yang datang bersama tiga temannya ke meja Nadin dan Tina.
"Terserah lu dah, Vin. Gue gak mau ribut," jawab Nadin menunggu Tina dan baksonya.
__ADS_1
Mereka berempat pun duduk di kursi yang ada di sana. Dimana ada Kevin di sana juga ada anggota geng yang lain.
"Woy tempat duduk gue, minggir lu," sentak Tina yang datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Nanda yang mendapat sentakan dari wanita cantik disampingnya itu hanya berdecih kesal. Kemudian ia bergeser ke arah Dimas yang sedang ngemil.
Banyak tatapan mata para mahasiswi disana yang menatap Nadin dan Tina. Mulai dari yang kagum sampai yang iri semuanya ada.
Bahkan dulu banyak cewek yang ini bersahabat dengan Nadin dan Tina tapi sayang mereka semua harus menelan kesal karena Nadin dan Tina tidak menambah sahabat.
Hal itu karena dulu Nadin dan Tina dikhianati oleh sahabat mereka sendiri waktu SMA. Dimana sahabat Nadin itu menjelekkan Nadin yang notabene anak yatim piatu dan merebut pacar Tina.
"Cantik cantik galak," ucap Nanda lirih yang masih bisa di dengar oleh Tina.
"Eh sorry galak galak gini udah ada yang punya, lah situ jomblo seumur umur," balas Tina memakan mie ayam kesukaannya dengan lahap.
"Lu udah punya cowok? Siapa Tin?" tanya Dimas dengan nada tak terima. Ia yang sudah lama mengagumi Tina tapi tak ada respon dari gadis itu.
"Iyaps, jadi kalian jangan ada yang macem macem sama gue. Atau gue bilang ke calon suami gue kalau kalian itu godain calon istrinya," tegas Tina.
"Dan juga jamin, calon suami Tina gak akan bisa bikin hidup kalian tenang," tambah Nadin yang dibalas tawa oleh Tina.
Mereka yang mendengar salah satu idola mereka sudah ada yang punya itu merasa pupus harapan. Tapi kan Nadin belum ada yang punya begitulah pikir mereka.
"Lu mau gue lamar juga Nad?" tanya Kevin meminum teh manis milik Nadin.
"****** sialan, itu minum gue Woy!!"
"Dikit doang elah."
"Gimana lu mau gue lamar apa enggak?" tanya Kevin lagi.
"Ogah gue sama playboy cap badak kek lu. Udah pacarnya banyak gak bisa setia. Apa yang bisa gue banggain dari lu? Lagian ya nanti kalau lu sama gue, lu bakal malu karena gue cuma anak yatim piatu," jawab Nadin yang blak blakan.
__ADS_1
"Gue gak malu kok Nad."
Nadin menatap Kevin yang sungguh sungguh pada dirinya, apa Kevin secinta itu sama dia hingga membuat laki laki ini langsung seperti ini.
Kalau aja Kevin bukan playboy yang sering celap celup kayak teh celup. Mungkin ia mau saja bersama Kevin tapi sayang Nadin sudah tahu bagaimana Kevin.
"Sorry ya Kevin. Gue tahu lu ganteng, tapi gue gak bisa sama lu. Gue udah punya seseorang yang bisa buat gue nyaman."
"Pesanku ya, sudahi petualangan lu. Gue yakin dengan berubahnya lu menjadi uang lebih baik, lu bakal mendapatkan perempuan yang tulus dan cinta sama lu."
Mereka yang ada disana sudah tak terkejut lagi tentang penolakan Nadin dan juga nasihat yang selalu diberikan oleh Nadin pada Kevin.
"Huhh mungkin kali ini gue akan benar benar nyerah Nad. Ini sudah yang ke 20 kalinya lu nolak gue, entah itu nolak gue sebagai pacar ataupun suami."
What 20 kali, rekor dunia menolak seorang most wanted sebanyak 20 kali. Kalau bukan Nadin ya gak ada.
"Gue yakin lu dapat yang lebih daripada gue."
Kevin mengangguk dan menatap Nadin yang senyum.
"Lu masih mau berteman sama gue kan?" tanya Kevin dan dianggukkan oleh Nadin.
Yah Kevin berniat untuk berubah dan menyerah menunggu dan mengejar wanita yang ia cintai itu.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang menatap kearah Nadin dengan raut wajah yang tak biasa.
****
****
****
Kevin si Sadboy
__ADS_1