Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
1 Minggu Lagi


__ADS_3

Setelah Papa Andika datang, mereka langsung membahas pernikahan Alex dan Nadin karena memang itu adalah rencana Alex yang sudah waktunya menikah. Dan sebagai orangtua mereka berdua hanya bisa mendukung.


Mama dan Papa juga sudah tahu apa pekerjaan Nadin tapi Alex meyakinkan bahwa Nadin adalah anak yang baik. Dan hal itu terbukti dulu Nadin pernah menolong Andika yang saat ban mobil Andika kempes di tengah jalan. Dengan bantuan Nadin juga Papa Andika bisa memenangkan tender yang sangat besar.


"Maaf om, Tante. Apa ini tidak terlalu cepat? Nadin masih kuliah dan juga kalian belum tahu tentang siapa Nadin."


"Nadin gak mau kalian kecewa kalau tahu siapa Nadin," tambahnya dengan menunduk. Ia sudah sedih mengingat statusnya yang seorang wanita kotor. Apalagi ia sudah sering kali memegang itu. Sungguh pekerjaan yang sangat kotor baginya.


"Kami sudah tahu, dan kami menerima semua itu. Mama dan Papa juga tahu kalau Alex itu gak sebaik yang kamu kira, dia sering mabuk bahkan sering kali ke club sebelum bertemu dengan kamu. Tapi setelah kami tahu kamu ada hubungan dengan Alex hidup anak itu jadi lebih terurus lagi. Terima kasih sudah mau mengubah Alex," jawab Mama dan dianggukkan oleh Papa yang menyetujui ucapan sang istri.


"Mereka sudah tahu semuanya kamu gak perlu malu atau takut, karena keluargaku menyerahkan semuanya padaku. Dan aku maunya kamu jadi istri aku bukan wanita lain," ucap Alex menggenggam tangan Nadin seraya meyakinkan Nadin. Alex tak mau Nadin ragu padanya dan akan berimbas pada hubungannya yang sangat membuat hari harinya bahagia itu.


Nadin yang mendengar itu tersenyum dengan tulus. Ia bisa merasakan jika kedatangan juga sangat di terima oleh keluarga Alex.


"Jadi bagaimana Nak Nadin, kamu maukan menikah dengan anak Mama satu satunya ini. Masalah pernikahan dan lainnya biar Mama dan Papa yang urus," tanya Mama Andini pada calon menantunya.


Nadin menatap mereka satu persatu kemudian tatapannya terakhir mengarah ke Alex yang sedang duduk di sampingnya.


"Aku terima semua keputusan kamu sayang," bisiknya dengan lembut.

__ADS_1


Nadin dengan senyum menganggukkan kepalanya yang membuat mereka bahagia. Akhirnya anak mereka bisa menikah juga, padahal dulu Mama Andini berpikir anaknya itu homo.


"Oke Papa dan Mama juga sudah siapkan hari pernikahan yang baik buat kalian."


"Hmm dan pernikahan kalian akan diadakan 1 minggu lagi. Dekorasi gedung dan segalanya juga sudah mencapai 75% hanya tinggal gaun pengantin dan cincin yang belum ada," tambah Mama dengan semangat.


"Apa itu tidak terlalu cepat Tante?" tanya Nadin yang mendapat gelengan oleh Mama Andini.


"Jangan panggil Tante dan Om lagi ya, Nadin. Panggil saja Mama dan Papa karena sebentar lagi kalian akan menikah dan menjadi menantu kami," jawab Mama dengan tulus.


Nadin yang mendengar itu tersenyum dengan tulus.


"Mah, pah semua sudah selesai kan. Alex dan Nadin akan fitting baju besok. Alex serahin semuanya sama Mama dan Papa."


"Iya, lagian ini sudah kesepakatan bersama."


"Hmm, Alex sama Nadin juga mau ke kamar dulu. Dari tadi lihat tatapan papa udah kayak mau makan orang aja. Pasti ganggu kalian ya kita kesini tadi?" tanya Alex yang seakan tahu apa yang ada di otak papanya.


"Hmm."

__ADS_1


Mama Andini menatap tajam suaminya, Mama Andini masih sedikit kesal dengan suaminya yang gila se** ini. Walau ia sangat menyukainya dan Papa Andika tak pernah kasar tapi tetap saja ia kesal.


Gaun malam yang bisa untuk membeli motor baru itu hanya dalam sekali tarikan langsung sobek. Tentu saja ia kesal bukan main.


"Jangan bobol sebelum nikah."


"Iya Alex tahu kok."


Alex menggandeng tangan Nadin menuju kamarnya, tapis sebelum itu Nadin pamit pada orangtua Alex. Tak enak rasanya meninggalkan kedua paruh baya itu disana.


"Awas kalau kamu curang," ucap Mama Andini yang tak mau suaminya menyentuhnya dan menghilangkan semua bajunya lagi.


"Mama, Papa lagi pengen loh. Pumpung lagi libur kerja."


Tangan Papa Andika menyentuh dua gundukan itu tapi langsung Mama Andini tepis.


******


Sepertinya orangtuanya Alex orang baik.

__ADS_1


__ADS_2