Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Pernyataan Cinta Alex


__ADS_3

Saat keluar dari kampus itu. Nadin masuk ke dalam mobil Alex yang sudah menunggunya di depan gerbang.


"Udah lama kak? Maaf ya tadi ada urusan sedikit di kamar mandi," ucap Nadin setelah masuk ke dalam mobil.


"Hmm, aku pikir kamu udah pulang sama Tina.


"Wong Tina aja sama kak Tian kok," jawab Nadin dengan santainya.


Alex mengangguk dan memasangkan sabuk pengaman Nadin. Laki laki itu mengambil kesempatan untuk mere*at satu buah dada itu dengan lembut.


"Kakak ahh jangan nakal ih, aku mau pulang," ucap Nadin menarik tangan Alex yang masih meremat dadanya.


"Kenapa tadi gak melihat ke arah kakak?" tanya Alex menyudahi mere*atnya dengan gemas.


"Kan pelajaran kak, aku gak mau ada anak yang lihat kalau kita itu ada hubungan," jawab Nadin dengan pelan.


"Lagian kamu punya banyak fans di kampus, aku gak mau kena bully para fans kamu. Belum lagi Bu Rena yang terang terangan suka sama kamu," jawabnya membayangkan jika semua orang tahu jika dia dan Alex ada hubungan walau bukan pacar. Pasti banyak hal yang akan terjadi padanya nanti.


"Bu Rena nanti bisa kurangi nilai Nadin, terus kalau Nadin gak lulus gimana? Gak mau lah, masa aku udah capek capek kuliah ujung ujungnya gak lulus," jawab Nadin lagi.

__ADS_1


"Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi."


"Kenapa? Kan pada kenyataannya aku bukan siapa siapa Kakak. Aku hanya partner ranjang buat kakak aja kan?" ucap Nadin yang sepertinya membuat Alex menyadari sesuatu.


Alex tak menjawab tapi ia malah menjalankan mobil itu membelah jalan raya. Ia masih memikirkan hal yang menggangu pikirannya.


"Apa iya aku sudah mulai mencintainya? Tapi apa secepat ini?" tanya Alex dalam hati.


Kemudian ia teringat pada Tian dan Tina yang bisa saling cinta hanya dalam hitungan jam saja.


"Tapi aku cemburu saat dia didekati oleh pria pria di kampus itu. Aku tak suka jika dia tertawa bersama laki laki itu," batinnya lagi.


Alex menghentikan mobilnya di pinggir jalan, Laki laki itu langsung menatap Nadin yang hanya diam menatap jalan raya.


"Kamu mempertanyakan hubungan kita kan?" tanya Alex.


"Heem."


Alex sudah memutuskan hal ini, ia meraih tangan Nadin dan menggenggam tangan Nadin.

__ADS_1


Nadin yang bingung itu hanya menatap Alex yang sangat tampan itu. Tak bisa dipungkiri jika pesona Alex bukan kaleng kaleng.


"Kenapa?"


"Hufftt mungkin ini terlalu cepat untuk aku mengatakan bahwa aku mencintaimu Nadin. Tapi itu yang aku rasakan saat ini, aku tak suka melihat kamu duduk bersebelahan dengan Kevin. Mungkin benar kata Tian aku cemburu melihat kalian berdua bersama," ucap Alex yang membuat jantung Nadin berdetak tak karuan. Semoga saja Alex tak mendengar disko di jantung Nadin.


Apa benar, Alex menembaknya di mobil ini? Oh astaga mungkin Nadin ingin terbang saat ini.


"Apa secepat ini?" tanya Nadin pelan.


Ia takut Alex hanya bermain main dengan perasaannya saja. Ia tak mau sakit hati karena terlalu melibatkan hatinya pada Alex.


"Awalnya aku juga bingung dengan perasaanku, Nadin. Tapi aku baru yakin jika aku sudah mencintai kamu Nadin, ini bukan sekedar obsesiku saja," jawab Alex dengan sungguh sungguh.


Mata Nadin memanas melihat itu, Nadin bisa melihat kesungguhan Alex saat ini. Tapi banyak keraguan dalam diri Nadin saat ini.


Nadin melepaskan tangan Alex dengan pelan. Hal itu cukup membuat Alex takut jika Nadin menolaknya.


*****

__ADS_1


*****


Haduh kenapa itu Nadin, gak diterima aja sih...


__ADS_2